Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 62 Kekasih orang lain.


__ADS_3

"Dia calon menantu Tante, Leony"


"What... calon menantu?" Mata Leony terbelalak menatap garang pada orang yang dia anggap sebagai calon mertuanya itu, tapi dengan entengnya dia berkata wanita yang tadi menggenggam tangan Arief adalah calon menantunya.


Mama Galuh mengangguk.


"Apa-apa an ini Tan, jelas aku calon istri Arief, dan aku calon menantu Tante, kenapa jadi dia, gadis yang penampilannya kampungan seperti ini" Leony menunjuk tepat ke arah wajah Cantik, melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut, di lihat dari segi manapun cantik terlihat kampungan, polos tanpa make up, menggunakan baju yang jelek, dan satu lagi sendal jepit.


Jelas saja Cantik berpenampilan seperti itu, dia belum berdandan, belum mengganti pakaian, jika Leony melihat Cantik telah ber-make up, dan memakai pakaian yang bagus, dia akan malu sendiri telah berkata seperti itu.


"Kata siapa dia calon istri Arief, dia kekasih Arga Leony, bukan kekasih Arief, jaga mulut kamu Leony!, jangan menghina orang lain!" Mama Galuh kesal mendengar Leony yang merendahkan Cantik seperti itu, dari tadi mulutnya asal ceplos saja, dia baru tau sifat asli Leony, selama ini yang ia tau dia gadis baik, anggun dan cerdas, tapi kenyataannya. Pantas saja Arief berkeberatan untuk dekat dengan Leony.


"Maafkan dia ya sayang! dia tak bermaksud menghina mu" Mama Galuh memegang tangan calon menantunya lagi.


"Ia tak apa Bu" Cantik sama sekali tak keberatan jika dirinya di sebut kampungan, toh hinaan seperti itu sering ia dapatkan dulu saat masih duduk di bangku sekolah, tapi dulu ada Arief yang menguatkannya sekarang dia hanya tertidur lemah tak berdaya, bahkan jika dia bangun pun, Arief yang sekarang tak akan Sudi membelanya.


"Jangan panggil Ibu!, panggil Mama!, bukankah dulu mama sudah bilang"


"I iya Ma" jawab Cantik ragu. ia merasa sungkan harus menyebut Bos nya, dengan sebutan mama"


Leony yang mendengarnya merasa tak suka. Ia saja memanggil mama nya Arief dengan Tante, tapi dia tak pernah memintanya memanggil dengan sebutan Mama.


Leony penasaran sedekat apa hubungan ibunya Arief itu dengan Pacarnya Arga.


"Kamu pacarnya Arga, tapi kenapa berani menggenggam tangan pacarku seperti itu?" Ucap Leony ketus.


"Saya sudah bilang, tadi saya hanya berusaha membangunkan pak Arief, tak lebih dari itu" Cantik berusaha membela diri, ia tak mungkin mengatakan jika ia masih punya perasaan kepada Arief.


"Sudah jangan di bahas lagi, ceritakan pada Mama, Cantik! Bagai mana kejadiannya?"


Cantik menjelaskan secara rinci kejadian yang sebenarnya. Mama Galuh mengerti, Arief ernah berkata padanya jika belakangan ini ia sering mengalami sakit kepala.


Hati Ibu satu anak itu merasa terbakar melihat interaksi Leony pada Arief yang berlebihan, ia berani memeluk Arief bahkan menciumi pipi dan keningnya di hadapan Mama Galuh, dan dirinya, sungguh ia merasa risih.


"Saya permisi ke toilet dulu Ma"


Ketika Cantik beranjak pergi, Dokter datang untuk memeriksa Arief kembali, Mama Galuh menceritakan keadaan Arief sebelumnya, bahwa beberapa tahun yang Lalu ia mengalami kecelakaan yang membuatnya koma selama beberapa waktu, dan ketika sadar ia kehilangan semua ingatannya di masa lalu.

__ADS_1


Mama Galuh juga menceritakan bahwa Arief selama ini di rawat di Singapur dan di vonis Hilang ingatan permanen.


Dokter menyarankan Agar ia di pindahkan ke ruang perawatan, dan dia anjurkan untuk di rawat beberapa waktu sampai keadaanya membaik.


Mama Galuh menyetujuinya, Arief segera di bawa ke ruangan VVIP, Arief tak di pindahkan ke Rumah sakit lain, mengingat Rumah sakit itu termasuk salah satu Rumah sakit terbaik di kota itu.


Jika saja Cantik tak keluar tadi, mungkin ia akan mengetahui keadaan yang sebenarnya, kenapa Arief sampai melupakannya seperti itu, tapi lagi-lagi takdir belum mengizinkannya untuk itu.


Ia kembali saat Arief di bawa menuju Lantai paling atas, ruangan VVIP.


"'Mau di bawa kemana pak Arief Ma?"


"Sepertinya dia harus mendapat perawatan lebih lanjut"


Cantik tak banyak bertanya lagi, ia mengikuti kemana Arief di bawa.


Sampai di ruangan itu, ia merasa sangat tidak nyaman, mendapat tatapan sinis dari gadis yang mengaku pacarnya Arief itu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja.


Suster membantunya untuk mengurus kepulangan dirinya, semua biaya perawatan di tanggung Mama Galuh, Cantik juga pulang di antar oleh supir pribadi keluarga Wijaya itu.


Hp nya berdering, tadi saat akan ke warung ia meninggalkan hp nya di kamar.


"Assalamualaikum Mas"


"Waalaikum salam Mami, ini aku Mami, aku kangen Mami"


"Kay sayang, Mami juga kangen kamu nak"


"Apa Mami baik-baik saja, tadi papi bilang Mami sakit?"


"Iya sayang, mami baik-baik saja, ini Mami sudah pulang ke rumah".


Semua keluarganya mengkhawatirkannya. tapi ia meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja. Lama mereka berbincang, bergiliran Kay, ibu, Ayah, Dewa, dan juga Diana, hanya Rama daja yang tidak ada, dia sudah berangkat bekerja.


Lalu telepon di ambil alih oleh Arge kembali.


"Gimana keadaan kakakku sekarang sayang?"

__ADS_1


"Tadi saat aku pulang dia masih belum sadar dan di pindahkan ke ruang rawat"


"Apa Mama ku sudah datang?"


"Iya sudah, dia datang bersama pacarnya Arief, eh maksudku pak Arief"


Sekali lagi Cantik keceplosan memanggil Arief. Arga berusaha menetralisir hatinya dengan mengalihkan pembicaraan.


"Pacar? setahuku Kakakku tak punya pacar"


"Tadi ada wanita cantik yang datang bersama Mama kamu Mas, kalau tak salah namanya Leony"


"Oh Leony, ya ya"


Arga saja mengenal Leony berarti benar wanita itu pacar Arief. Ada rasa sakit di dadanya, tapi ia berusaha menghilangkan semua itu.


***


Di ruangan VVIP Dokter segera memeriksa lagi Arief, suster memasang selang infus di tangan Pria tampan itu. Tekanan darahnya juga sudah mulai stabil.


Tak berselang lama, Mata pria itu mulai terbuka.


Ia memindai sekeliling, ruangan yang di dominasi warna putih, kalau terlihat wajah yang tak asing baginya.


"Aku dimana Ma?"


"Kamu sadar sayang, Kamu di ruang perawatan"


"Aku kenapa?"


"Kamu pingsan, Mama juga tak tau pasti kamu kenapa"


Arief memegang kepalanya, rasanya masih sangat pusing.


Ia mengingat-ngingat apa yang terjadi, kenapa sampai ia di bawa ke sini.


"Dimana dia?"

__ADS_1


__ADS_2