
"Mami...."
Terdengar suara yang tak asing lagi baginya.
"Kay..." Mereka berdua saling memeluk melepas kerinduan karena sudah 1 Minggu tak bertemu.
"Mas, aku tak tau kalian akan menjemputmu di sini" Arga sengaja tidak memberi tau sebelumnya kepada kekasihnya itu, bahwa mereka akan datang menjemput, karena ingin memberikan kejutan kecil untuk Maminya Kay itu.
Cantik menuntun Kay menuju mobil milik Arga, sementara Kay membantu membawa barang-barang bawaan Cantik.
"Mami, mana?" Kay menengadahkan tangannya.
"Mana apanya sayang?"
"Tentala mami mana? Kay merengek menagih janji Maminya yang akan membawakannya mainan tentara.
"Tentara? itu tentara di sebelah Kay" Cantik menunjuk Arga yang masih mengenakan pakaian tentara. ia sengaja menggoda anaknya itu.
"Bukan papi Alga mi, aku mau tentala mainan, hu.. hu.." Kay menangis saat ia tak mendapatkan keinginannya.
"Jangan nangis pipi bapau!" Cantik mencubit gemas kedua pipi anaknya.
"Mami bohong, katanya mau bawa tentala yang besal"
"Iya papi Alga kan juga besar, sayang" Godanya lagi.
Arga hanya tersenyum
melihat ibu dan anak itu. bahagia rasanya berada bersama mereka, hidupnya terasa semakin lengkap, walau seminggu ini di Landa rindu sama seperti Kay.
"Bukan Papi Alga" Kay menangis lagi.
"Cup cup anak mami jangan nangis, tuh mainannya di belakang, nanti sampai rumah kita buka ya!"
"Benarkah mi?"
"Iya" mendengar maminya berkata seperti itu, Kay yang tadi menangis langsung memeluk dan menciumnya.
"Aku sayang mami"
"Mami juga sayang kamu Kay"
Kay melepas pelukannya.
"Mami tadi papi juga bilang sama Kay papi juga mau oleh-oleh dari mami"
"Oh ya? papi mau apa katanya Kay?"
"Papi bilang mau ini dan ini" Kay menunjuk bibir dan pipinya.
"Mas.....?" Cantik reflek mencubit lengan Arga, Arga hanya tergelak melihat wajah merah kekasihnya itu.
"Aw sakit mi"
Kay ikut tergelak juga padahal dia tak tau apa yang sebenarnya.
__ADS_1
"Mas, kamu gitu di depan anakku, dia masih kecil!"
"Kalau di belakang boleh?" Goda Arga pada Cantik.
"Boleh, nanti kalau sudah halal"
"Kapan kamu mau aku halalkan?"
"Nanti" Jawabnya ringan.
"Nanti kapan?"
"Kapan-kapan" Cantik tergelak, tentu saja dia tak tau kapan waktunya, bahkan saat ini keyakinannya untuk menerima Arga sepenuhnya mulai tergoyahkan karena kehadiran Arief.
Arga juga belum siap meresmikan statusnya, karena saat ini dia masih belum menyelesaikan pendidikan tamtama nya.
Sepanjang perjalanan itu mereka habiskan dengan bercanda, Cantik menggoda Kay, sementara dirinya di goda terus oleh Arga.
Jika dilihat secara kasat mata, mereka bertiga adalah figur keluarga bahagia.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam neng"
Ibu, ayah dan Diana menyambut kedatangannya, sementara Dewa dan Rama masih belum pulang.
"Apa kabar Bu, yah?" Cantik mencium punggung tangan kedua orang tanya dengan takzim. di susul dengan Arga yang melakukan hal yang sama.
Kemudian Cantik memeluk tubuh kakak iparnya.
Mereka berbincang hangat di temani teh hangat dan makanan ringan yang ia bawa dari Jakarta.
"Maaf ya, aku belum gajian, aku hanya bawa ini untuk kalian" ia mengeluarkan semua bawaannya. tapi tas yang berisi mainan Kay tak ada.
"Mainan aku mana mi?"
Cantik kebingungan mencari hadiah untuk Kay dan Arga yang terletak di tas yang sama.
"Mana ya, kenapa tak ada? Jangan-jangan tertinggal di mobil kamu mas?"
"Tak ada, aku hanya bawa itu saja, atau tertinggal di bis?"
"Ah ia di bis, Kay maafkan mami sayang"
"Hu... hu.. Mami bohong, mami bohong" Kay terus menangis sesegukkan, karena menganggap maminya ingkar janji, padahal benar mainannya ketinggalan di bus.
Setelah ber-drama sekian lamanya akhirnya Arga dan Cantik membawa Kay untuk membeli barang yang ia mau ke pusat perbelanjaan.
Setelah sebelumnya Arga menumpang mandi dan berganti pakaian dengan menggunakan pakaian santai.
Mereka bertiga mengunjungi toko yang menjual mainan, dari mulai yang berharga belasan ribu sampai mainan yang harganya jutaan ada di tempat itu.
Setelah berkeliling-keliling akhirnya Kay menemukan mainan yang ia mau, satu set mainan tentara lengkap dengan alutsista nya. dan harganya lumayan mahal, setelah berdebat dengan alot akhirnya cantik setuju Arga yang membayarnya karena pria itu terus memaksa.
Ini momen yang tepat bagi Arga untuk melepas rindu, dia mengajak Cantik dan Kay untuk sekalian berjalan-jalan dan makan bersama, tentu Cantik menyetujuinya karena Kay juga memaksanya.
__ADS_1
Mereka bertiga bermain di arena permainan, mereka tertawa dengan lepas, apa lagi saat Papi Arga bermaincapit boneka dan dia berhasil mencapit boneka harimau yang Kay inginkan.
"Haduh senang ya lihat mereka keluarga bahagia, serasi ibunya Cantik, Ayah dan anaknya juga tampan"
"Iya ya, jadi iri sama mereka" Seperti biasa saat mereka jalan bersama orang-orang di sekitar akan berkata seperti itu.
"Sudah yu Kay, mami lapar, dari tadi pagi Mai belum makan?" Cantik mengajak Kay dan Arga yang masih asik bermain.
Seperti biasa menu ayam goreng crispy kesukaan Kay yang tersaji di meja.
"Kamu jangan telat makan Mi, nanti mag kamu kambuh, apa lagi di sana hanya sendirian" Arga mengingatkan Cantik yang selalu mengabaikan makannya, karena terlalu fokus bekerja.
"Iya tadi aku lupa makan siang karena terlalu excited mau cepat-cepat bertemu dengan Kay, kangen"
"Kalau padaku kangen juga kan?"
"Mas..." Cantik kembali mencubit lengan Arga.
"Aw, lama-lama biru semua ini tanganku, kamu cubit terus"
"Salah sendiri kenapa terus menggoda ku" Ia tersenyum puas, saat melihat Arga meringis kesakitan.
"Gimana pekerjaan kamu di sana"
"Pekerjaan semua nya lancar, tapi..."
"Tapi apa? tapi bosnya galak?" Arga menyela omongan Cantik.
Ya bosnya galak, menyebalkan, karena dia pergi begitu lama dan kembali dengan melupakan semuanya.
"Iya bisa di bilang begitu" Cantik menunduk raut wajahnya kini berubah murung.
"Dia kakakku Arief, apa dia menyakitimu" Arga melihat raut kesedihan di mata kekasihnya itu.
Iya mas dia sangat menyakiti hatiku.
"Sedikit, mulutnya pedas, beda sama kamu, kenapa kamu tak pernah cerita kalau kamu punya kakak selain kak Nadine?"
"Karena kamu tak bertanya" Jawabnya simpel.
"Ish..." Cantik berdecak kesal.
"Kamu sudah bertemu dengan Mamaku?"
"Belum"
"Kenapa? Apa mama tidak ke kantor"
"Belum, mungkin beliau masih sakit mas, aku mau menjenguknya tapi aku malu"
"Kenapa malu? besok aku antar kamu ke Jakarta, sekalian kita temui mama"
Cantik mengangguk.
Arga membelikan beberapa pakaian untuk Kay dan Cantik, Bahkan Arga membeli T-shirt Custom yang di depan bertuliskan Keluarga Bahagia, dan di punggungnya tertulis
__ADS_1
Papi Kay, Mami Kay, Dan Kay.
Ada kesedihan tersendiri Bagi cantik melihat Kaos yang Arga pegang.