
Tok tok tok
''Silahkan masuk... !" jawab Pak Danang, guru Fisika..
Terbukalah pintu itu, dan..... ternyata siapa yg datang..??
"Maaf terlambat Pak..!" Suara Anak laki-laki yg paling ingin aku hindari saat ini, ya itu adalahRangga .
"Kenapa terlambat?" tanya pak Danang ketus.
"Maaf pak tadi saya menunggu angkot nya lama"
Sungguh alasan yg klise , tapi itu memang benar tadi saja aku menunggu angkot sangat kama sekali..
Pak Danang memaafkan Rangga yg datang terlambat .
"Silahkan duduk!,"
titah guru itu padanya.. tapi Rangga seperti kebingungan, ini baru hari pertama dia masuk kelas.
" Kenapa kamu bengong,?"
"tapi pak saya baru masuk hari ini, saya belum dapat bangku" jawabnya.
"Oh jadi kamu anak yg di skors itu," pak Danang mengangguk-anggukan kepalanya" Kamu bisa duduk di sana, sepertinya dia duduk sendiri..''
Pak Danang menunjuk bangku kosong disebelah ku, itu artinya Rangga akan jadi teman sebangku ku,, oh tidak sungguh sangat menakutkan..
Anak-anak pun riuh bersorak .
"aku tidak mau duduk dengannya pak ."
"kenapa?: tanya pak guru.
Lalu salah satu anak menjawab, "pak, Si Cantik pak yg bikin Rangga di skors"
"ohh.. kalau begitu kalian harus sebangku, biar akrab tidak bertengkar lagi,,,"
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa Rangga duduk di sebelahku, matanya melotot seperti ingin menelanku bulat-bulat. ihh sangat menakutkan .
Pak Danang menerangkan pelajaran dengan baik, sungguh entah kenapa hampir 100 persen pelajaran itu masuk di kepalaku, sungguh sangat gampang aku mencerna pelajaran yg sangat sulit ini, pak Danang pun memberikan soal latihan, dengan mudahnya aku mengerjakan dan selesai paling awal.
Lain halnya dengan makhluk yg berada di sebelahku itu, dia tampak kesulitan mengerjakan satu persatu soal itu..
Jika saja orangnya bukan Rangga, mungkin aku aku membantunya, tapi Tuhan dosa kah aku jika aku ingin mentertawakan nya kali ini, dalam hati saja, ia dalam hati saja.
"hahahaha, rasakan Kamu Rangga"
Ya Tuhan , biasanya aku yg ditertawakan, justru kali ini aku yg mentertawakan orang lain, ya walau pun dalam hati saja..
Jam pelajaran Fisika pun berakhir, sekarang saatnya pelajaran seni rupa, Kami di tugaskan untuk melukis,,
Bicara tentang melukis, aku jadi ingat tentang Arief, dia sangat pandai menggambar dan melukis, apa lagi melukis anime kesukaan nya, yaitu Slam Dunk, Dia sangat suka Hanamichi Sakuragi, sedangkan Aku sangat menyukai Kaede Rukawa Rivalnya Hanamichi . Bahkan dulu aku pernah berkata kepada Arief jika kelak aku mempunyai seorang anak laki-laki aku akan menamainya KAEDE RUKAWA, seperti nam tokoh dalam animasi Jepang Slam Dunk, haha sungguh anak SMP ini sangat bodoh, masih kecil sudah memikirkan anak, bahkan aku saja masih anak-anak.
Bel istirahat pun berbunyi, ini saatnya aku untuk menemui Arief,
baru saja aku melangkahkan kakiku keluar, Arief sudah lebih dulu mendatangiku,,
"Cantik, apa lukamu sudah membaik?"
" Sebagai hadiah kesembuhan kamu, aku akan mentraktir kamu bakso,, gimana mau kan?"
Aku menerima tawaran Arief dengan senang, hati, aku mengajak Arief membeli bakso di luar area sekolah, alasannya supaya anak-anak itu tidak membicarakan kami berdua, kedekatan ku dengan Arief sedikit banyak nya membuat mulut anak-anak sekolah itu menjadi gatal untuk tidak membicarakan kami, apa lagi selepas insiden itu..
Hari-hari pun berlalu begitu saja,aku selalu menghabiskan waktu istirahat dengan Arief, kami juga sering pulang bersama.
Hari itu pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, yg secara kebetulan menarik semua kalangan untuk protes menolak kenaikan tersebut, salah satunya adalah demo besar besaran supir angkot, hal itu berimbas kepada kami Anak sekolahan pengguna setia supir angkot..
Semua anak menunggu tak ada satupun angkot yg lewat, alhasil semua anak berjalan kaki menuju sekolah, aku pun melakukan hal yg sama, padahal jarak rumahku cukup jauh dari sekolah, tapi tak apa lah anggap saja olah raga..
Tadi pagi aku belum sempat sarapan, rasanya lelah sekali berjalan seperti ini, padahal mungkin baru seperempat perjalanan saja, tapi tubuhku yg payah ini tidak sanggup melanjutkannya, apa lagi kakiku rasanya berat sekali untuk melangkah...
tid tid tid..
Suara klakson motor di belakang ku, aku melihat ke arah motor itu,aku pikir siapa ternyata...
__ADS_1
" Ayo naik lah..!" Arief mengajakku menaiki motor bebek yg ia kendarai,
Aku ragu menaikinya, apa bisa dia mengendarainya, aku sedikit takut, dan juga apa boleh anak SMP seperti kami mengendarai kendaraan bermotor, bukankah itu melanggar aturan...
" Ayo cepat, nanti kesiangan"
Akhirnya dengan terpaksa aku menaiki motor itu, Arief membonceng ku dengan hati-hati, motor itu ia jalankan secara pelan-pelan sesuai permintaan ku..
"Rif , kamu kan masih kecil, kenapa membawa motor?? kamu kan tak punya SIM?"
" Tak apa lah cantik, paling hanya beberapa hari saja sampai ada angkot lagi, sekali-kali melanggar kan tidak apa-apa asal jangan ketauan pak polisi saja..."
"iya terserah kamu saja, tapi hati-hati jalannya aku takut"
"Kalau takut pegangan saja"
Tapi aku tak mau berpegangan kepadanya, apa lagi memeluknya, mau di taruh dimana muka ku ini, melihat kami berboncengan saja, anak-anak di jalan menyoraki kami, apa lagi melihat aku memeluk Arief, mungkin mereka akan melempari kami dengan batu jalanan...
Akhirnya kami tiba dengan selamat, Arief menitipkan motornya di warung dekat sekolah...
Kami berdua bergegas memasuki ruangan kelas masing masing, jam sudah menunjukan pukul 07 20, alhasil aku kesiangan, aku saja yg naik motor kesiangan apa lagi mereka yg berjalan kaki, entah sampai kapan mereka akan tiba di sekolah..
Dan benar saja di kelasku baru ada beberapa orang murid, bahkan sepertinya guru kami juga belum datang...
Aku masuk dengan hati yg berdebar seperti biasanya, apa lagi harus berdekatan dengan si Rangga yg super galak itu, rasanya aku ingin pindah saja ke kelas 2H,
pukul 08 00, barulah pelajaran di mulai, telat 1 jam dari biasanya, aku belajar dengan sangat giat, aku mendengarkan setiap penjelasan guru dengan baik seperti biasanya, dan mengerjakan soal dengan cepat
Hari ini aku melihat kejanggalan pada Rangga, wajahnya nampak pucat, dan dia terus memegang kepalanya, sepertinya dia sakit..
ingin hati aku menanyakan keadaannya, tapi aku takut, nanti dia akan memarahiku lagi,
"Kerjakan dengan cepat, 15 menit lagi kumpulkan ,selesai atau tidak selesai"
Ibu Dewi memang guru yg paling killer di kelasku, dia mengajar mata pelajaran matematika..
Aku melihat lembar jawaban Rangga masih kosong hanya berapa saja yg sudah di kerjakan, aku merasa kasihan kepadanya...
__ADS_1
" Rangga, kamu boleh melihat jawaban punya ku.."......