Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 63 Terpantik di hati


__ADS_3

"Dimana dia Ma?" Arief teringat seseorang yang hampir ia tabrak tadi.


"Tada.. aku disini Honey" Leony berhambur memeluk Arief tanpa risih di hadapan Mama Galuh.


"Cantik dimana?" Ucap Arief mengacuhkan Leony yang bergelendotan di tubuhnya.


"Hey Honey, kamu bilang aku Cantik, makasih Honey" Leony senang ini kali pertama Arief memujinya Cantik, walaupun mungkin dia Hanya ke geeran saja.


"Apa sih, Bukan kamu, Aku bilang Cantik dimana?" Arief berusaha melepaskan pelukan wanita Agresif itu.


"Dia sudah pulang Rif, Supir sudah mengantarnya tadi"


"Apa dia baik-baik saja?"


"Ya, dia baik, dia sendiri yang meminta pulang"


"Syukurlah" Ada rasa lega di hati Arief mendengar kabar tentang Cantik. Biar bagaimanapun Cantik adalah tanggung jawabnya, karena tadi dia hampir menabrak wanita itu.


"Kamu sendiri bagaimana sayang, bagaimana keadaan kamu sekarang?" Mama Galuh mengusap pucuk kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Aku baik-baik saja Ma, hanya sedikit pusing saja"


"Kenapa kamu bisa pingsan seperti ini Rif?"

__ADS_1


"Tadi aku hampir menabrak pacarnya Arga, karena tiba-tiba kepalaku pusing, tapi untunglah aku mengerem tepat waktu, mungkin karena kaget dia tak sadarkan diri.


Aku membawanya ke sini, tapi kepalaku makin sakit, aku melihat bayangan seorang gadis menangis di pojok ruangan yang gelap, dia menelungkup kan wajahnya di sebuah bangku, entahlah Ma semuanya samar" Jelas Arief Sambil memijat pelan pelipisnya.


"Mungkin itu masa lalu kamu sayang, Mama rasa kamu mulai mengingat masa lalu kamu, nanti ceritakan semua pada dokter, mungkin mereka tahu penyebab kamu sering sakit kepala seperti itu"


Arief menganggukkan kepalanya, ia memejamkan matanya, lalu teringat sosok tadi yang melintas di ingatannya.


'Siapa dia?' Batinnya.


Leony masih bersikap manja pada Arief, Arief sangat risih dengan perlakuan Leony padanya.


Melihat itu Mama Galuh semakin geram dengan sikap Leony, yang tak tau malu. di hadapannya saja perempuan itu bersikap seperti itu, bagaimana kalau hanya berdua, Mama Galuh, bergidik ngeri membayangkannya.


"Bisa tinggalkan aku sendiri di sini!, aku ingin istirahat sebentar" Ucap Arief pada ibunya dan Leony tentunya.


"Baiklah sayang, Mama dan Leony keluar dulu" Mama Galuh mengerti maksud perkataan Arief, ia segera mengiyakan permintaan Arief. Sepertinya Mama Galuh tau bagaimana perasaan Anaknya sekarang.


Tapi Leony masih bersikeras untuk berada di sana, dia berdalih ingin menemani Arief, dan dia yakin dengan keberadaan nya di sana Arief akan cepat sembuh.


"Kalau kau ingin tetap di sini, silahkan!, aku akan keluar" Arief mencoba bangun dan turun dari ranjangnya.


"Ok honey, aku keluar sekarang juga" Leony menghentakkan kakinya dengan keras, ia kesal di usir seperti itu, ia keluar ruangan itu dengan wajah yang di tekuk.

__ADS_1


'Lihat saja nanti honey kau akan bertekuk lutut di bawah kakiku' Senyum smirk semerbak di bibir tipis wanita bermata sipit itu.


***


Entah bagaimana perasaan Cantik saat ini, bisa begitu bingung dengan hatinya, kenapa bisa ia merasa ada api yang terpantik di hatinya, saat melihat wanita lain bersama ayahnya Kay itu.


Padahal pikirannya bersikeras untuk bersikap biasa saja, bahkan tak peduli dengan yang ia lihat tadi, tapi hatinya tak sejalan, ia merasakan sesak dihatinya.


'Ini salah, ini salah Tuhan, hapuskan perasaanku padanya!, pada dia yang menyakitiku dulu, pada dia yang tega meninggalkan aku dan anakku'


Cantik berusaha mengalihkan pikirannya, dengan pekerjaan, dia buka laptop, mengecek beberapa e-mail yang masuk.


Ahh lagi lagi orang itu orang yang paling ingin ia hindari saat ini mengirimkan e-mail.


Beberapa tugas ia dapatkan. walau hari ini tak masuk kantor, tapi tentu saja bukan berarti ia lepas dari tugas nya.


Bagaimana mungkin dia bisa melupakan Arief, jika setiap hari dia bertemu dengannya, berinteraksi setiap saat entah langsung atau tidak.


'Maafkan aku mas! aku masih menyimpan hati untuk kakak mu'


Semakin hari Cantik semakin merasa bersalah dengan orang yang Kay anggap papinya itu. Jika saja sejak awal dia tau bahwa Arga adalah adiknya Arief, tentu ia takkan masuk kedalam kubangan kebingungan seperti ini. Tapi ini takdir yang harus ia jalani.


'Sejak kecil aku sudah terbiasa mendapatkan masalah, dan aku yakin aku akan sanggup bertahan lagi dengan masalah yang aku hadapi sekarang'

__ADS_1


__ADS_2