Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 27 Otak Udang


__ADS_3

Bukannya marah mendengar anaknya berkelahi dan mendapatkan hukuman, papa malah bangga kepadaku, dasar papa yg aneh.


"papa bangga padamu Rif, akhirnya kamu bisa membanggakan papa mu ini" ucapnya sambil mengelus pucuk kepalaku perlahan.


Apaan sih papa, memangnya selama ini tak ada yg papa banggakan dari aku, aku berkelahi dia malah bangga, bukannya malu anaknya mendapatkan skors selama 5 hari, dia malah tersenyum bahagia, dasar papa aneh.


Aku dan Rangga mendapat skors 5 hari, sedangkan cantik tidak di skors, untunglah, jika sampai di skors pasti dia akan sedih, aku tak bisa melihat nya bersedih, aku tak bisa.


Aku pulang menaiki mobil dinas milik papa, sepanjang perjalanan papa terus saja membanggakan kesalahan ku itu..


"Nah gitu dong Rif, laki-laki itu harus pandai berkelahi, jangan cuma pandai mainin keyboard aja, jangan cuma otak yg di latih, otot juga harus" papa mengelus kepalaku lagi, tentu saja aku menyingkirkan tangannya itu...


"Apaan sih pa, harusnya papa malu anaknya di hukum, kenapa malah bangga?"


"kalau mama kamu mungkin malu, kalau papa tidak, papa senang kamu seperti itu, membela kaum lemah sampai berkelahi. itu tindakan yg keren"


Aku hanya terdiam saja mendengar ucapan papa itu.


"Rif, menjadi seorang tentara itu, berperang untuk membela tanah air, bagai mana mau kan nanti kamu jadi TNI seperti papa, sama seperti kamu tadi, berkelahi untuk membela gadis itu''


Ujung-ujung nya pasti ke arah situ kan omongan papa itu, tak akan jauh jauh dari dunia TNI.


"Rif, ngomong-ngomong, apa gadis yang tadi itu pacar mu hah??'' ucap papa seraya papa mengerak-gerakan alisnya ke atas..


"Bukan" jawabku singkat.


"tapi kamu suka dia kan? kalau tak suka buat apa kamu bela mati-matian gadis itu, papa tahu siapa kamu rif" papa menyikut bahuku.


"terserah papa saja" malas menanggapi ucapan papa yang sebenarnya betul sih, tapi masa iya aku harus mengakuinya di depan papa.


"Like father like son, papa juga dulu begitu sama mama kamu Rif, waktu di SMA mama kamu itu di tampar sama guru killer, karena lupa mengerjakan pr, kamu tahu tidak apa yg yg papa lakukan?" tanyanya kepadaku.


"Tidak" bohongku pada papa, padahal semua orang di rumah kami pasti tahu lah alasannya apa.

__ADS_1


"Papa tampar balik guru itu Rif, sampai papa di skors 2 Minggu" papa terkekeh mengingat kejadian itu..


Benar kata papa, walaupun wajah dan minatku mirip seperti papa, tapi kepribadian ku yang satu itu sangat mirip dengan papa, rela melakukan apapun untuk melindungi orang yg kita sayangi.


Papa terus saja menceritakan tentang masa mudanya bersama mama, sampai aku bosan mendengarnya, bukan karena kisah mereka membosankan, tapi lebih kepada karena aku sudah mendengar cerita itu berulang kali..


Akhirnya sampai juga di rumah, aku bersyukur bisa terbebas dari papa,


"Ma, lihat apa yg anak kesayangan mama ini dapatkan.."


Mama menghampiriku, lalu melipat tangannya di dada


"Apa? skorsing kah?"


"mama benar" jawab papa sambil tertawa..


"Papa ini, serasa melihat diri sendiri" mama mengelus kepalaku lalu berkata.


Ya itulah mama, si ibu y super lembut dan baik hati.


"Sekali-sekali boleh Rif main otot, kamu lelaki itu wajar" timpal papa.


"Pa..." jawab mama sambil mencubit tangan papa...


"aw, sakit ma, jangan main cubit, selesaikan masalah dengan bijaksana...!" sindir papa sambil mengecup pipi mama, dan berlalu pergi meninggalkan nya..


"Papa...." ucap mama seraya berlari mengejar papa..


Walaupun papa Ayah yang tegas dingin dan bisa di bilang galak, tapi kepada mama dia menjadi sosok yg sangat bertolak belakang sikap nya jika dibandingkan sikapnya kepada orang lain apa lagi bawahannya...


Itulah hal yg sangat aku rindukan saat papa dulu ditugaskan ke luar kota atau ke luar pulau, bahkan sempat juga di tugaskan keluar negeri, ke negara yg sedang berkonflik.


Karena itu aku dan Skali tak berminat mengikuti jejak papa, melihat mama yg selalu khawatir akan keselamatan papa, rindu yg begitu dalam saat berbulan-bulan tak bisa bertemu.

__ADS_1


Aku ingin menjadi ayah yang selalu ada untuk anaknya kelak, dan juga menjadi suami siaga untuk isteri ku Cantik..


Ya ampun Arief bangun woy masih SMP sudah mikirin anak istri.. haha stupid boy....


*****


5 hari pun berlalu, hari ini aku masuk sekolah untuk pertama kalinya, untung masih ada satu bangku kosong yang tersisa, ya walaupun bangku paling belakang tapi tak apa lah.


Aku duduk di sebelah anak laki-laki bernama Ridwan, anaknya pendiam, berbicara hanya seperlunya saja, dan juga selalu menunduk.


Ya Tuhan, kenapa aku selalu mendapatkan teman yg sikapnya begini.Sikap Ridwan mengingatkan aku dengan Cantik.


Aku jadi kangen kepadanya, sedang apa dia, tercetus ide dalam benakku, aku pura-pura saja ke toilet untuk melihat sedang apa dia di kelas.


Aku mengintip dan what..? ada Rangga di dalam sana, dan dia duduk di sebelah cantik. Bagai mana ini ?, aku takut Rangga akan menyakiti cantik lagi.


tapi sepertinya tidak, saat aku mengajaknya makan, dia tidak menceritakan apapun kepadaku, berarti aman. syukurlah, lain kali aku akan mengajarkan mu karate cantik agar kamu bisa membela diri saat ada anak yg akan menyakitimu.


By the way biar selow begini, saat di Jakarta aku di ikut sertakan oleh papa untuk mengikuti karate, ya walaupun hanya baru sabuk merah saja...


beberapa hari berlalu, seperti biasa aku mengintip Cantik di kelasnya, aku melihat pemandangan yg tidak aku sukai, Cantik dan Rangga tampak berbincang, entah apa yg mereka bicarakan.


Dan benar saja Cantik bercerita kepadaku bahwa tadi dia memberi kan contekan kepada si Rangga itu..


" Kamu memang begitu cantik, mau sejahat apapun orang terhadap kamu, kamu akan tetap bersikap baik dengan mereka, aku hanya mengingatkan mu saja, cukup tempat duduk kalian saja yg dekat tapi tidak dengan hubungan kalian" ucapku padanya..


Semoga saja dia mengerti apa yg aku ucapkan barusan.


Aku yakin Rangga hanya akan memanfaatkan kamu saja Cantik, selanjutnya dia akan berpura-pura baik terhadap kamu, supaya dia bisa nyontek lagi, dia kan otak udang..


Hey cantik kamu ngerti nggak sih, aku ini sedang cemburu kepada si otak udang itu, aku tak mau kamu dekat-dekat dengan lelaki lain, cukup aku saja yg menyadari kalau kamu memang benar-benar cantik seperti namamu, dan tidak dengan orang lain.


Kamu itu hanya boleh cantik di mataku, dan tak boleh di mata orang lain.

__ADS_1


__ADS_2