
Kamu itu hanya boleh terlihat cantik di mataku, dan tak boleh terlihat cantik di mata laki-laki lain.
Sungguh egois aku ini, tapi aku benar-benar tak rela dia berdekatan dengan orang lain apa lagi si otak udang Rangga, yg dulu pernah menyakitinya sekarang malah so baik di hadapannya....
Semakin hari semakin sering aku melihat kedekatan Cantik dan Rangga, apa lagi semenjak aku terpilih sebagai ketua OSIS, aku kehilangan banyak waktu untuk Cantik...
Begitu banyak tugas yg harus aku kerjakan sebagai ketua OSIS, dari a b c d e f g h dan sebagainya, tanggung jawabnya begitu banyak.
Sebenarnya aku tak berminat sedikitpun untuk menjadi ketos, aku sudah mewanti-wanti semua orang supaya tak memilihku, tapi tetap saja aku menang, huh dasar sial.
Mungkin orang lain akan senang dan bangga terpilih menjadi ketua OSIS , tapi tidak denganku, karena jabatan bodoh ini, aku jadi jarang bertemu dengan Cantik, padahal sebelum ini, kapanpun aku selalu menghabiskan waktu bersamanya.
Jika ada waktu aku selalu menyempatkan diri untuk bertemu walau sebentar, tapi ku lihat dia sekarang lebih sering bersama si otak udang itu, rasanya sangat kesal, tapi bagaimana lagi aku kan bukan siapa-siapa nya dia, aku tidak berhak melarangnya.
Saat itu aku tak sengaja melihat cantik sedang di ejek oleh beberapa anak perempuan di kelasnya, aku sangat kaget dengan sikapnya, untuk pertama kali aku melihatnya berani melawan para tukang buli itu.
'Wo0w,,, kamu hebat cantik, nah seperti itu dong kalau di jahati orang jangan diam saja sekali-kali harus melawan. syukurlah kamu sudah bisa menjaga dirimu sendiri.'
Tapi apa semua itu karena dia bergaul dengan Rangga dia jadi bisa seberani itu, entahlah tapi sekarang aku lebih lega, karena tak bisa setiap saat aku melindungi nya.
Belum cukup Kecemburuanku pada Rangga, sudah beredar kabar kalau Cantik bermesraan di angkot dengan anak SMA.
Aku seperti kebakaran jenggot mendengarnya, hatiku panas rasanya, baru saja beberapa saat aku menjadi ketos, dia sudah berubah sejauh itu.. 'Ada apa dengan kamu Cantik?'
Pelajaran demi pelajaran rasanya lewat begitu saja di telingaku, tanpa mampir di otakku, ya karena otakku penuh dengan Cantik Cantik Cantik.
Apa benar gosip itu? bagai mana mungkin dia bermesraan dengan orang lain, ahh itu rasanya mustahil, tapi bisa juga itu benar. ahh sudah lah... aku mengacak-ngacak rambutku kasar, baru kali ini dalam hidupku aku sekacau ini..
__ADS_1
Saat Jam istirahat, ingin hati menemui cantik dan bertanya tentang kebenarannya, tapi lagi-lagi tugas osis menghalangiku.
Kami harus mengadakan pertemuan dengan alumni SMP tahun kemarin, banyak anak SMA yg datang ke ruangan OSIS. untuk membicarakan sesuatu, entah apa itu aku pusing memikirkannya.
Ada apa itu ribut-ribut di ruang BP? aku melihat banyak orang di sana, ya ampun Cantik sedang apa dia di sana, atau mungkin karena gosip yg beredar, eh tunggu dulu siapa itu anak SMA yg duduk di sebelah cantik, jangan-jangan dia lelaki yg di bicarakan anak-anak.
'Astaga Cantik apa benar kamu melakukannya, kenapa bisa? kemana perginya Cantik yang polos, yang selalu ingin aku lindungi itu?'
Saat anak SMA itu membelai rambut Cantik seketika tanganku mengepal tak emosiku meningkat tak karuan, ingin rasanya aku pukul anak itu,
Eits tapi saat aku lihat wajah anak SMA itu, ternyata kecemburuanku sia-sia.
Aku kenal siapa dia, dia kak Rama, kakaknya cantik, bisa-bisanya mereka menggosipkan kakak beradik itu.
'Bodohnya kamu Arief cemburu dengan calon kakak ipar sendiri,, cie cie calon kakak ipar,, hahaha..' aku tersenyum sendiri, menertawakan kebodohan sang ketos ini.
'Enak saja kamu Rangga hanya aku yang boleh mengkhawatirkan dia kamu diam saja di toilet sana...!'
Ingin sekali aku melarang Cantik untuk dekat dengan Rangga. Waktu itu saja aku sudah mengingatkannya ,tapi tetap saja si Makhluk astral itu mempel terus..
Beberapa hari kemudian, aku melihat Manda (dia adalah wakil ketua osis) sedang menawarkan cokelat kepada anak-anak di kelas ku.
hey aku punya ide cemerlang jika aku tak punya hak apapun untuk melarang Cantik dekat-dekat dengan Rangga, maka besok di hari valentine aku akan menjadikan diriku ini berhak atas cantik. Hahaha...
Ya aku akan start lebih awal untuk menjadikan dia milikku dari pada nanti keduluan oleh si otak udang itu. Jangan harap Rangga..
Aku memesan satu kotak besar coklat yg bertuliskan namanya kepada manda, ya aku akan menyatakan perasaanku kepada Cantik besok.
__ADS_1
Tentu saja Manda curiga kenapa coklat itu harus bertuliskan nama cantik, tapi Manda sepertinya sudah tau kalau aku sangat menyukai Cantik, jadi dengan senang hati dia akan membuatkan coklat yang Cantik untuk aku berikan pada Cantik.
Sebenarnya bukan hanya Manda saja yang tau perasaan ku pada Cantik, mungkin semua orang juga tau, karena perhatian yg aku berikan untuk Cantik terasa begitu berlebihan.
Besoknya Manda menyerahkan satu kotak besar coklat karakter dia memberikannya saat jam istirahat di taman..
Aku membayar cokelat itu dengan sedikit melebihkan uang dari harga aslinya. tentu saja Manda sangat senang, dia juga menyemangati ku...
"Semangat Rif mudah-mudahan di terima..!" Manda menyemangati ku...
"makasih man"
Rencananya pulang sekolah aku akan mengungkapkan perasaanku padanya, tapi aku cari-cari dia tidak ada, kemana dia? jangan-jangan dia sedang bersama si Rangga, aku akan mencarinya dulu.
Baru saja berniat mencarinya, lagi-lagi Manda memanggilku katanya, aku di panggil pembina OSIS untuk kumpul dulu..
Menyesal aku menjadi ketua OSIS, nanti saat SMA aku hanya akan jadi anak biasa saja tanpa jabatan, sungguh jabatan ini menyita banyak waktu ku...
Setelah selesai aku mencari Cantik di kelas dia tak ada, lalu aku ke depan mencarinya lagi semoga saja dia ada, tapi dia juga tak ada.
'huh sial', saat aku melihat jam yang melingkar di tanganku, ternyata sudah 40 menit berlalu dari jam pulang sekolah, pantas saja dia sudah pulang..
Ya aku akan mendatangi saja rumahnya, kan jam seperti ini orang tua dan kakak nya Pasti belum pulang..
Aku menunggu angkot agak sedikit lama dari biasanya, sebenarnya aku tak perlu repot repot naik angkot, kan aku bisa bawa motor ke sekolah, seperti waktu itu, saat supir angkot mogok kerja, tapi aku masih terlalu kecil untuk mengendarainya setiap hari.
Aku jadi teringat saat kami berdua berboncengan....
__ADS_1