Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 31 Untung pakai f


__ADS_3

Dan sebagian kecilnya aku berikan untuk Pacarku itu....


Dengan susah payah aku membujuknya agar mau menerima uang itu, tapi dia tetap bersikukuh menolak, dasar Gadis Limited edition.


Baru dengan ancaman dia mau menerimanya, aku bilang, ini nafkah untuk calon istriku, kamu tak bisa menolak kalau kamu menolak aku akan mengakhiri hubungan kita.


Dengan itu dia menerima walau dengan berat hati, padahal jika di pikir-pikir mana mau aku mengakhiri hubungan ku dengannya, bisa gila aku kalau sampai berpisah dengan nya.


Saat aku harus ke Jakarta beberapa hari saja, rasanya sudah rindu setengah mati, apa lagi berpisah selamanya...


Kami berdua bagai perangko yang menempel satu sama lain, kemana ada aku, pasti dia aku paksa ikut, dan kemana dia pergi pasti aku memaksa untuk mengikutinya.


hahaha sebenarnya benar kata Rangga saat kita masih SMP, dia bilang aku adalah ketos yang kerjaan nya selalu ngintilin kemanapun Cantik pergi..


Itu sangat benar Rangga, jika dulu aku marah saat Rangga bilang seperti itu kepadaku, lain halnya dengan saat ini, aku justru membenarkan semuanya.


By the way dimana dia sekarang ya?.


Aku begitu tergantung dengan gadis itu, dia bagai heroin yang merusak akal sehatku, dia bagai candu yang memaksa aku untuk terus bersamanya.


aku masih remaja, tapi perasaanku jauh lebih dewasa dari umurku.


Dia cinta sejati ku, dia jiwaku, dia nafasku, dia kehidupanku dan dia nyawaku.


Aku takkan sanggup berlama-lama jauh darinya, satu jam serasa setahun, apa lagi setahun mungkin akan terasa berabad-abad.


Tapi hubungan kami hanya sebatas kami berdua saja, tidak melibatkan orang tua kami masing-masing.


Aku sangat malas melibatkan orang tuaku, pasti akan sangat repot menerima ocehan mereka, ya biarlah dulu, nanti setelah lulus SMA aku akan mengikat dia dengan tali pertunangan.


Kerena sepertinya aku akan menjalani pendidikan militer seperti yang papa mau, dan karena itu kami akan sulit bertemu, tak seperti kuliah biasa, yang setiap hari bisa bertemu dengan mudahnya.


Dengan mengikatnya nanti, semoga dia tidak berpaling dari ku, dan melirik lelaki lain karena aku tak lagi ada di sampingnya...


Sedangkan dia, dia masih merasa malu mengakui kepada keluarganya bahwa dia sudah mempunyai pacar, menurutnya mereka tidak perlu tau, sampai dia lulus nanti...


******

__ADS_1


Tak terasa Tahun ajaran baru sudah tiba, Kini kami menginjak tahap akhir sebagai anak SMA.


Tentu saja Aku tidak menjadi ketua OSIS di SMA ini, aku menolak nya saat para guru mencalonkan ku, aku tak ingin kesibukan ketua OSIS, akan mengganggu hubungan ku dengan dia, aku tak ingin ke salah-pahaman semasa di SMP terulang kembali.


Aku hanya mengikuti ekskul basket, dan KIR saja, itu pun bersama-sama dengan Cantik.


Sebenarnya dia masih sama seperti waktu di SMP, merasa kecil dan tak terlihat, tapi secara perlahan aku membangun kepercayaan diri Gadis itu dengan baik.


Dia mulai sedikit mengakui bahwa dirinya ada, dan tidak dipandang sebelah mata lagi.


Sebenarnya kadang aku juga kesal terhadapnya, kenapa dia selalu merasa sebagai itik buruk rupa, padahal dia adalah angsa putih yang menawan.


Dia selalu membiarkan orang menjahati nya, tanpa mau membalasnya sedikit pun.


Dia berkata


"Aku tak mau melindungi diriku sendiri, biar kamu saja yang melakukannya untukku"


"Kamu manja sekali yang? emang aku ini bodyguard kamu apa?"


"iya, kamu bodyguard aku merangkap sebagai tukang ojek pribadi dan gratis pula" haha..


"AW sakit tau rif"


"Ay dong kenapa Rif lagi Rif lagi.."


"iya Ay, aku lupa"


"Lupa atau kebiasaan?"


"Dua-duanya sepertinya" Dia tersenyum manis padaku, ya senyuman nya itu sangat beracun, bahkan sanggup menghentikan aliran darah dan aliran oksigen yang masuk ke paru-paru ku...


Dia memanggilku dengan Ay dan aku memanggil nya Yang, jadi nya Ay-Yang... haha romantis bukan..


Tapi dia lebih sering memanggilku Rif Rif Rif sih.. untung nulisnya pakai f, coba pakai p, inalilahi aku..


Hari-hariku terasa sangat bahagia, walaupun jauh dengan keluargaku, tapi dekat dengan cantik membuat aku merasa punya segalanya, kadang dia jadi ibu yang cerewet menceramahi aku ketika aku telat makan, telat tidur telat bangun, atau saat aku terlalu sering main game, Cantik berfikir aku terlalu sering main game di laptop, padahal dia salah besar, yang aku lakukan dengan laptop ku itu semata-mata sedang mengerjakan tugas dari mama, bukan main game, yang benar itu aku terlalu sering main PS, hahaha, hobi baruku adalah main PS.

__ADS_1


Aku membeli sendiri PS itu dengan uang pribadi tentunya, bukan hanya PS, HP, pakaian, sepatu, bahkan motor yang selalu aku gunakan setiap hari itu aku beli dengan uang hasil kerja sendiri.


*****


Hari ini Kepalaku sungguh sangat pusing, perut ku juga mual, mungkin aku masuk angin karena kemarin aku kehujanan saat pulang dari Apartemen kak Nadine.


Kemarin aku mengunjungi Bu dokter itu, dia menyuruhku untuk tinggal bersamanya, tentu saja aku tak mau, jaraknya terlalu jauh dari sekolahku, aku akan malas berlama-lama di jalan dan terjebak macet.


Sepertinya Aku tak bisa masuk sekolah hari ini, ya aku hanya mau tiduran saja seharian.


Aku menghubungi Cantik...


"Hallo.. yang, pagi ini aku tak bisa menjemput kamu..! ucapku padanya.


"iya, kenapa?"


"hari ini aku tak enak badan, aku tak masuk sekolah dulu, nanti tolong sampaikan ini pada guru"


"iya ay, nanti aku sampaikan, apa kamu sudah minum obat?"


"Sudah, tadi bibi membelikan obat untukku"


"Ya sudah kamu istirahat saja.."


"iya yang, hati-hati di jalan"...


Kasihan dia harus berangkat sendiri, padahal selama ini aku lah yang jadi tukang ojek baginya...


Sadis sekali dia memanggilku dengan Tukang ojek pribadi, tapi memang benar tak ada seorang makhluk berjenis kelamin perempuan yang pernah menaiki motor kesayangan ku ini, selain Cantik dan kakak ku, aku tak akan Sudi membonceng makhluk pms lain apa lagi teman-teman sekolah yg keganjenan itu, iww sangat menjijikan...


Tubuhku sakit semua, kepalaku pusing, apa lagi melihat rumah yang sudah beberapa hari tidak di bereskan, beberapa hari yang lalu bibi pamit pulang ke kampungnya, katanya sih saudaranya ada yang menikah.


Perutku juga terasa mual, mungkin kalau ada yang mengerok punggungku ini pasti akan terasa sangat enak, tapi siapa yang bisa aku suruh... Cantik? Mana boleh, nanti bukannya sembuh malah khilaf aku nya...


Astaghfirulloh,, mulut ini mulut tolong kondisikan jangan berkata sembarangan nanti ada setan' lewat...


Aku tiduran saja sambil memencet-mencet hp, ingin rasanya aku menelpon Cantik, baru tadi aku mendengar suaranya sekarang aku sudah sangat merindukan nya seperti ini. Nanti saja saat jam istirahat aku akan menelpon nya...

__ADS_1


Aku mencoba menelpon nya sekali dua kali tiga kali, kenapa tak di angkat...?


__ADS_2