
Satu bulan berlalu kini saat yang paling di tunggu oleh Dewa hampir tiba, hari ini dia akan mengikat gadis yang sangat dia cintai itu dengan tali pertunangan.
Semua hantaran telah siap dari mulai makanan ringan khas Bandung sampai beberapa set pakaian telah indah terbungkus oleh kotak emas berhiaskan pita di atasnya.
Mungkin ada sekitar 10-20 orang yang akan ikut kedalam acara tersebut. Termasuk sang pemeran utama Cantik dan Kay.
Mereka berdua sangat antusias menyambut momen yang sangat membahagiakan ini.
Semua anggota keluarga inti yaitu ayah, ibu, Dewa, Rama, Cantik dan Kay, menggunakan Pakaian yang berwarna senada.
Cantik yang dulu merasa sebagai itik buruk rupa itu, kini menjelma sebagai angsa putih yang menawan dengan balutan kebaya muslim dan hijab sederhana itu berwarna peach itu, tampak anggun mempesona.
Tubuhnya kini tertutup sempurna tanpa memperlihatkan aurat di tubuhnya. Ya semenjak kepergian Arief dia mulai menata diri dan berjanji untuk menjadi Orang yang lebih baik.
Semua persiapan sudah beres, semua orang sibuk mengambil hantaran dan masuk ke mobil yang telah keluarga persiapkan sebelumnya.
Ibu satu anak itu nampak bingung melihat Sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti tepat di depannya.
Seorang pria tampan nan gagah dengan tinggi 187 cm itu turun dengan mengenakan kemeja berwarna senada dengan keluarga yang akan melamar itu.
"Papi... eh om" Kay berlari memeluk Arga, Alangkah senangnya anak itu jika bertemu dengan Arga, seolah dia lupa segalanya, yang terpenting bagi Kay adalah bermanja dengan papi palsu nya itu.
Karena Kay terus nempel dengan pria berpangkat Praka itu. Alhasil mau tidak mau Cantik harus menumpang mobil milik Arga.
Selama ini hubungan mereka sangat dekat, bahkan Arga tak sungkan berperan sebagai ayah Kay, menyayangi Kay sepenuh hati.
Seharusnya hati wanita itu mulai terbuka untuk Arga, tapi tak bisa. Pintu hati wanita itu masih tergembok rapat untuk semua makhluk yang bernama laki-laki, karena kunci nya masih dibawa laki-laki yang sampai saat ini belum ia ketahui keberadaannya.
Perjalanan selama beberapa jam itu terasa sangat menyenangkan, karena Kay tak berhenti berceloteh dengan ucapannya yang belum sepenuhnya lancar itu.
Dia bertanya ini dan itu tentang apa yang dilihatnya, sesekali Arga mengusili anak itu, dan gelak tawa pun terjadi tatkala Kay merajuk kepada nya.
__ADS_1
Jika di lihat dengan kasat mata, mereka bagaikan keluarga kecil yang bahagia, keluarga yang serasi, saling menyayangi satu sama lain.
Lokasi pertunangan itu terletak di kota bercurah hujan tinggi, tepatnya di kediaman Wildan Farid Satya, pengusaha di bidang perkebunan teh dan agro wisata.
Rumah yang mempunyai desain etnik dan bernuansa alam itu nampak asri di kelilingi pepohonan rindang dan tanaman hias yang terawat.
Sebagai Calon arsitek Desain interior, mata wanita itu tak henti mengagumi maha karya yang ada di depannya itu.
Ya mungkin beberapa bulan lagi akan ada kesempatan baginya untuk meniti karier sebagai seorang Arsitek.
"Bagus ya rumahnya...?" kata Rama yang sedari tadi memperhatikan adiknya itu.
"Iya, luar biasa kak" Ucap Cantik yang masih terperangah dengan rumah milik calon mertua kakaknya itu.
"Menurut Dewa, rumah ini di desain oleh Bu Galuh, bos kakak Cantik, Sekaligus calon mertua kamu. haha" ujar Rama tergelak sembari menepuk bahu adiknya dan Arga.
Uhuk... mereka berdua kompak terbatuk mendengar ucapan kakaknya itu.
"Aamiin" Ucap Arga santai mengaminkan ucapan Rama barusan.
Ya banyak orang yang berharap lebih dari hubungan kedua insan itu, apalagi Kay, dia sangat menyayangi pria itu.
Acara pertunangan itu berlangsung lancar, acara di akhiri dengan keputusan bersama bahwa pernikahan akan di adakan 3 bulan dari saat ini.
***
"Hey baby, apa kamu yakin akan kembali ke Indonesia?" ucap Leony wanita berdarah tiong goa berkebangsaan Singapura itu pada Arief.
"Sudah aku bilang, jangan memanggilku baby" namaku Arief, bukan baby" Ucap Arief seraya menyingkirkan tangan wanita itu yang menggandeng tangan nya.
"Aku akan ikut" Ucap Leony dengan percaya diri.
__ADS_1
Selama berada di Singapura, Leony selalu mengejar Arief, dia begitu terobsesi untuk memiliki Arief, apapun akan ia lakukan untuk bisa dekat dengan pria yang kehilangan masa lalu nya itu.
Sementara Arief tak bergeming dengan semua perlakuan nya, entah apa alasannya hatinya mati untuk semua wanita yang berusaha mendekatinya.
Dia sendiri bingung kenapa bisa seperti itu, seribu tanya sesak di dada, tapi tak bisa ia ungkapkan karena tak ada pula yang akan bisa menjawabnya.
Arief yang dulu sangat hangat, kini menjelma menjadi seorang yang dingin seperti kutub Utara, dia seakan tak peduli dengan semuanya.
Tapi belakangan ini hatinya merasakan sesuatu yang aneh, sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya setelah bangun dari tidur panjangnya itu.
Ada kerinduan yang mendalam yang ia rasakan dan dia sangat ingin kembali ke negara asalnya itu.
Padahal selama ini dia selalu menolak saat orang tuanya mengajaknya kembali ke Indonesia, dia merasa lebih nyaman hidup di negara singa itu.
Pengobatan nya terhadapnya, sampai saat ini masih berjalan, walaupun sudah dipastikan bahwa ingatannya takkan sembuh, dan kembali seperti semula.
Menjadi orang baru, yang tak banyak bergaul dengan orang lain, membuatnya menjadi kaku, dan kasar, mulutnya begitu pedas kata-katanya banyak menyakiti orang lain.
Hanya Leony saja orang yang sanggup bertahan dengan semua sikap kasar yang Arief lakukan padanya, wanita itu begitu tak tau malu, walau Arief berulangkali menolaknya, dia tetap pada pendiriannya untuk memiliki Arief, dengan cara apapun.
Dia begitu mencintai, bapak satu anak itu yang tidak tau bahwa sebenarnya dia punya seorang anak. atau bisa dibilang Leony terobsesi untuk memiliki Arief.
Dibesarkan oleh keluarga terpandang, kaya raya, bergelimangan harta membuat wanita itu bisa melakukan apapun yang ia mau hanya dengan menjentikkan jarinya.
Tapi untuk mendapatkan Arief, walau dia kerahkan sejuta cara tetap saja tak bisa, Arief bahkan tak peduli padanya, saat dia menggodanya sekalipun.
Entah terbuat dari apa hati wanita itu, dia bahkan merendahkan harga dirinya demi untuk mendapatkan Arief.
"Apa kau gila Leony? untuk apa kau selalu mengikuti ku, bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak menyukai mu, kenapa kau masih keras kepala."
"Aku mencintai kamu baby, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan mu" Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya pada pria itu.
__ADS_1
Tanpa menjawab Arief pergi begitu saja, Dia tinggalkan wanita yang tidak tau malu itu, sendirian di apartemen milik Arief.
Besok pagi dia akan berangkat menuju negara kelahirannya, dia mengambil penerbangan pertama.