
Assalamualaikum semuanya. Aku menulis novel ini nggak ada imbalannya ya, karena nggak lulus kontrak🤭, tapi nggak papa, aku senang bisa menyalurkan hobi menulis ku di sini, aku bahagia saat ada notifikasi ada yang like atau komentar di novel ini, ya walau mungkin itu akun fake kali ya, akun yang orang NT buat untuk menyenangkan hati author amatir yang seperti aku ini yang novelnya kurang laku🤭, tapi nggak papa aku seneng, makasih ya buat akun yang udah like dan komen 😁🤭...
Walau nggak menghasilkan tapi aku tetap senang, karena menulis adalah hobiku, dan di NT ini hobi ku tersalurkan, terima kasih NT. Saat ini aku hanya ingin menyelesaikan novel ini dengan baik, dan dengan hati yang bahagia....
***
"Aghrhh..." Cantik berteriak melihat sebuah mobil yang tepat berada di depannya, bukannya lari tapi dia malah berjongkok dan menutup telinga dengan kedua tangannya.
Cekiit..... suara decit ban mobil yang mendadak berhenti karena di rem mendadak, begitu terdengar di telinga Wanita itu. Bodi depan mobil itu menenai tubuh wanita itu, dan Cantik rubuh lalu kehilangan kesadarannya.
Sebenarnya tak ada luka di tubuh Cantik karena Arief berhasil mengerem diwaktu yang tepat. hanya senggolan sedikit yang membuat Cantik rubuh, dan dia pingsan juga sepertinya karena terkejut.
Arief segera keluar dari mobil menghampiri Cantik yang tak sadarkan diri.
Orang-orang di sekitar juga menghampiri mereka berdua.
Arief meraih tubuh Cantik membawa kepalanya ke dalam pangkuannya. Dia menepuk-nepuk pipi Cantik dan berusaha membangunkannya.
"Heh, kamu bangun!"
__ADS_1
"Mas sepertinya dia hanya terkejut, dan sepertinya tak ada luka serius di tubuhnya, tapi untuk lebih amannya lagi, mas bawa saja dia ke rumah sakit!" ucap salah seorang warga yang berkerumun di lokasi itu.
"Iya, tolong bukakan pintu mobilnya, dia Anak buah saya, saya akan bertanggung jawab penuh padanya, saya akan bawa dia ke rumah sakit"
Arief membawa Cantik ke Rumah Sakit terdekat, selama perjalanan ia tak henti berusaha membangunkan anak buahnya itu, tapi Cantik tak kunjung tersadar.
"Kamu itu selain buat saya sakit kepala terus, kamu juga ngerepotin saya terus" Arief bergumam pelan di mulutnya. Tapi sungguh dalam hatinya dia sangat khawatir terhadap keadaan Cantik.
Ia mengendong tubuh Cantik dan segera membawanya masuk menuju IGD sebuah Rumah Sakit. awalnya perawat akan membantu dengan membawa blankar tapi Arief menolak, ia tetap menggendong Cantik sampai IGD.
"Tolong sus, tadi saya hampir menabraknya, dan sampai sekarang dia tak sadarkan diri"
Melihat Cantik yang berbaring lemah di ranjang nya, kepala Arief semakin berdenyut nyeri, semakin sakit, ia berpikir kenapa bisa seperti ini, padahal sebelum Cantik bekerja di perusahaannya ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti ini. Arief terus memegang kepalanya memijat-mijat lembut kepalanya dengan ke dua tangannya.
Sekelebat bayangan muncul di ingatannya, Seorang gadis menelungkup kan wajahnya di bangku.
Tak lama berselang, Cantik mulai tersadar, ia buka perlahan matanya, melihat ke sekeliling.
"Dimana aku?" Matanya melihat ke arah samping, ada bosnya yang sepertinya meringis kesakitan.
__ADS_1
Ingatannya mulai berselancar, mengingat apa yang terjadi. Dia ingat tadi hendak menyebrang dan sebuah mobil akan menabraknya, setelah itu dia tak ingat apa-apa. Lalu kenapa bisa ada Arief di sini? apa dia yang menyelamatkannya dari kecelakaan itu? apa dia kembali menjadi super Hero nya lagi yang selalu ada saat ia kesusahan.
"Kamu sudah sadar? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Arief masih dengan memegang kepalanya.
Cantik hanya membalas dengan anggukan.
"Tadi kamu hampir tertabrak mobil saya, kamu pingsan, tapi dokter bilang kamu baik-baik saja, hanya tangan kamu yang sedikit terluka"
"Iya, saya baik-baik saja pak, terima kasih sudah membawa saya ke sini!"
"Iya" Arief mengangguk, tapi kepalanya semakin sakit, sangat sakit, sebelumya ia sering sakit kepala tapi tak pernah sesakit ini.
"Bapak kenapa? apa bapak sakit? apa terjadi sesuatu pada bapak tadi saat akan menabrak saya?"
"Kepala saya sakit tapi bukan karena itu" Bayangan itu semakin nyata, seorang gadis menangis lalu menelungkup kan wajahnya di meja, tapi wajah nya masih samar-samar.
Tak berselang lama....
Gubrak...
__ADS_1