Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 16 Stop.. jangan sebut namanya.


__ADS_3

''boleh aku ikut berteduh disini..?''


hah.. aku menoleh kearah suara yg sangat aku kenal itu..


" Arief, sedang apa kamu disini?"


"Seharusnya aku yg bertanya seperti itu, sedang apa Anak perempuan seperti kamu sendirian di tempat seperti ini, saat hujan pula?"


Bukannya menjawab Arief malah balik bertanya ,,,


"sedang berteduh" jawabku ketus..


"kenapa pulang berjalan kaki?"


"hanya ingin saja, kamu sendiri kenapa ada disini.."


" Tadi di angkot aku melihat seseorang berlari karena kehujanan, jadi aku turun dan menghampirinya"


"Kenapa menghampirinya?" tanya ku dengan nada tak suka.


"Hanya ingin saja, Apa tidak boleh?"


"tidak, terserah kamu saja, itu bukan urusanku."


aku pasang wajah yg sangat tidak bersahabat kepadanya, berharap dia mengerti tentang perasaan ku..


"Kamu itu kenapa sih? kamu ketus amat sama aku?"


"kata siapa? aku biasa saja."


"Biasa apanya? atau jangan-jangan yg kamu harap kan ada disini itu bukan aku tapi si otak udang itu kan?"


"Kenapa membawa-bawa Rangga, tidak ada hubungannya dengan Rangga ,''


Arief hanya terdiam saja tanpa menjawab..


Suasana semakin canggung, hujan pun mengguyur semakin deras, sesekali kilat dan petir menyambar.


Perasaan ku semakin takut..


Jika di film atau di sinetron yg pernah aku tonton, berteduh berdua itu akan terasa sangat romantis, saling menghangatkan satu sama lain dengan berpelukan , atau hanya berpegangan tangan, tapi tidak untuk kami, sekarang justru terasa sangat kaku dan canggung..


"Aku tak suka kamu deket-deket dengan Rangga terus" ucapnya ketus


"Kenapa? ya wajar lah, aku dekat dengan dia, orang aku sebangku sama Rangga,"


Si Arief itu kenapa sih... Rangga Rangga terus apa hubungan nya coba dengan si Rangga, kasihan kan si Rangga pasti kuping nya sekarang terasa panas.


"Iya tapi, sekarang kamu kemana-mana sama si otak udang itu,"

__ADS_1


"Namanya Rangga bukan otak udang.."


"Tuh kan di belain terus kesayangan nya? kamu berubah cantik"


"Kamu itu kenapa sih rif? bukannya kamu yg berubah, kenapa menyalahkan aku?"


"Aku masih sama seperti Arief yg Dulu, aku tidak berubah.."


"Kamu Sekarang terlalu sibuk, ngurusin OSIS terus, atau mungkin ngurusin wakil ketua OSIS .''


" Jadi kamu cemburu Sama si Manda ?"


"Stop, kamu jangan sebut namanya di depan aku..!" aku menutup kuping ku sendiri..


"Tuh kan kamu cemburu sama si manda"


"siapa yg cemburu enak saja" jawabku berbohong,, padahal benar aku sangat cemburu padanya, tapi apa alasannya aku cemburu, orang Arief bukan siapa siapa aku, kenapa aku harus cemburu padanya, ini akan terdengar sangat aneh.


"Tapi Aku cemburu sama si Rangga..". Arief mendekat kepadaku..


"Apa maksud kamu...?"


"Aku tak suka kamu bersama Rangga terus, saat aku akan mendatangi kamu kelas, kamu selalu bersama dia, tertawa dan tertawa bersamanya, sungguh sangat romantis, apa lagi saat dia membelai rambut kamu, aku benci itu"


"Romantis, romantis apanya? jangan mengada-ngada kamu, bukannya kamu ya yg selalu berduaan dengan wa ketos itu?? sepertinya kalian berpacaran kan?? makanya kamu terus menghindar dari aku.."


Aku semakin kesal kepada si Arief itu, kenapa malah menyalahkan si Rangga, padahal dia sendiri yg berubah, kenapa menyalahkan orang lain..


"Sudah aku bilang, jangan sebut namanya..!" bukannya mengerti dia malah ngahajakeun...


"Manda , Manda, Manda, Manda.."


"Arief....." aku memukul- mukul dadanya kesal, bukannya berhenti dia malah tertawa... dia menghentikan tawanya dan memegang tangan ku yg sedari tadi memukul nya...


"iya iya, stop Cantik itu sakit,,,!,


aku tak akan sebut namanya lagi, tapi kamu juga jangan sebut nama Rangga lagi di depan aku.."


"Kenapa?? tanya ku heran kenapa Arief bisa berkata seperti itu...


"Karena aku cemburu padanya.. sudah kamu juga mengaku saja, kalau kamu cemburu juga kan aku deket-deket sama man,, ehh wa ketos itu??"


"Kenapa harus cemburu, kamu bukan pacar aku, dan aku bukan pacar kamu kok, kenapa aku harus repot repot cemburu, sungguh sangat buang-buang waktu"


Aku memalingkan muka ku ke arah samping, berharap dia tak melihat mataku yg sudah berkaca kaca...


"ya sudah kalau gitu mulai sekarang kita pacaran saja...


kan jadi ada alasan kenapa aku cemburu sama si otak udang itu, dan kamu cemburu sama si wa ketos itu.."

__ADS_1


"Maksud kamu apa si rif? jangan main main..!"


"aku serius, aku suka sama kamu, cantik..."


Apa?? ini seperti nya aku sedang bermimpi, atau aku salah dengar... aku mencubit tangan ku sendiri..


"aww sakit..." ucapku sambil mengelus-ngelus


"Kenapa di cubit ini bukan mimpi,"


Arief memegang tangan ku..


"Ku suka sama kamu cantik, maukah kamu jadi pacar aku??"


Maksudnya apa si Arief itu apa dia sedang bercanda. atau dia sengaja sedang mempermainkan perasaanku..


"Jangan bercanda Rif, itu tidak lucu"


"Aku serius Cantik, siapa yg bercanda, pokoknya mulai sekarang kita pacaran, tak ada tapi-tapian, apa lagi penolakan, aku tak bisa menerima penolakan dari kamu.."


Dasar orang aneh baru tadi pagi aku melihatnya bermesraan dengan Manda, tadi aku juga lihat dia menerima coklat dari gadis itu, terus kenapa sekarang dia mengatakan hal seperti itu kepadaku,,,


"apa-apaan sih Rif ?? apa kamu kira aku gadis bodoh yg akan percaya dengan ucapan mu itu, tadi pagi saja aku lihat kamu bermesraan dengan Manda di taman, terus Manda memberikan kamu cokelat, itu kan artinya kamu dan Manda........"


Belum juga aku selesai bicara Arief sudah memotong pembicaraan ku...


"stop...! jadi itu yg membuat kamu marah padaku, apa ini penyebabnya??"


Arief mengambil sebuah kotak besar berisikan banyak cokelat dalam bentuk yg bervariasi,


"Aku memang mendapatkan ini dari Manda, tapi ini tidak geratis aku membeli dari nya,, bahkan ini di disain khusus untuk kamu... lihat ini...!"


Arief menunjukan cokelat itu kepada ku, benar saja ada namaku di coklat itu.. aku hanya terdiam tak mampu lagi berbicara...


"Kamu pasti tak tahu kan, kalau Manda itu berjualan coklat, bahkan banyak sekali anak yg membeli darinya.


kamu salah paham padaku cantik... aku dan Manda tak ada hubungan apa-apa, tak seperti yg kamu kira, kami hanya berteman, kamu percaya kan pada ku?"


Apa benar apa yg aku dengar ini, apa ini nyata,,?


aku menganggukkan kepalaku perlahan,,


" Apa itu artinya, kamu menerima aku" dari raut wajahnya, aku yakin Arief sedang tidak bercanda saat ini..


Aku kembali menganggukan kepalaku lagi...


"Yes, yes, yes," Arief berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil yg baru saja membeli mainan yg di inginkan nya ..


"Benarkah itu cantik, jadi sekarang kita pacaran??"

__ADS_1


!


__ADS_2