Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 3 Seperti seorang kakak


__ADS_3

Aku akui aku anak yg cengeng , lemah, kadang juga aku benci diriku sendiri..


*****


tak terasa sudah 2 bulan aku bersekolah di sini, saat itu Kami semua sedang melaksanakan upacara bendera, aku lupa membawa topi, sebagai hukumannya anak dengan atribut yg tidak lengkap harus upacara secara terpisah bersama dengan anak-anak lain yg melanggar aturan sekolah..


Ku berdiri dengan rasa malu yg menggunung, semua mata tersorot padaku rasanya, terik nya matahari terasa membakar tubuhku, apalagi kepalaku, kepalaku pusing, sungguh rasanya seperti ada burung -burung terbang mengitari kepalaku itu, perutku terasa mual, sakit, satu menit 2 menit 10 menit 20 menit aku masih bisa menahannya tapi, saat upacara hampir selesai tubuhku limbung.. aku jatuh tak sadarkan diri...


Saat aku tersadar aku sudah berada di ruang UKS, ada Arief di sana yg menemaniku,


" Cantik kamu kenapa?" wajahnya terlihat cemas, dia memegang keningku, mengecek suhu tubuh ku dengan punggung tangannya..


"aku gak apa-apa hanya kepanasan saja," jawabku jujur , iya karena aku memang merasa seperti itu...


Tak berselang lama seorang dokter sekolah datang menghampiri kami berdua,


"Sudah sadar nak?"


" iya Bu, Saya mau kembali ke kelas, Bu"


" Sebaiknya istirahat saja di sini, Sepertinya tadi kamu belum sarapan ya??"


"iya Bu, tadi saya kesiangan, belum sempat sarapan."


Mendengar hal itu, Arief segera berlari keluar, mungkin dia kembali ke kelas, karena sudah tak khawatir lagi, karena alasanku pingsan karena hanya belum sarapan saja..


tapi tak berselang lama, ia membawa satu mangkok bubur ayam, dan satu botol air mineral ,


" Makan dulu Cantik, harusnya setiap hari kalau berangkat sekolah kita harus sarapan dulu.."


Arief menatapku, dia terus menceramahiku seperti layaknya seorang kakak yg menghawatirkan adiknya sendiri...


Arief berniat menyuapiku, tapi tentu saja aku menolaknya, aku malu,, entah kenapa setiap kali bersamanya aku selalu merasa nyaman, aku merasa dia selalu melindungi ku, mungkin dia menganggap ku adik nya yg lemah yg harus ia lindungi..


Mengingat kata adik, aku jadi ingat kakak ku, Kak Rama, padahal dia satu sekolah denganku dia kelas 3 sekarang , tapi dia tak datang melihatku kesini, mungkin dia tak tahu aku pingsan, atau dia tak mau tau keadaanku.


Sudah 2 bulan aku sekolah di sekolah yg sama, tapi tak pernah dia menemui ku, bahkan saat berpapasan denganku saja sepertinya dia pura-pura tidak mengenaliku, mungkin dia malu mempunyai adik sepertiku , tapi tak apa walaupun dia acuh terhadapku dia tak seburuk kak Dewa yg sangat membenciku, bahkan kak dewa secara terang terangan selalu memarahiku bahkan tanpa sebab yg jelas,


tanpa terasa setetes air mata jatuh di pipiku...


" Kamu kenapa Cantik? kenapa nangis? ada yg sakit lagi..?"


Entah kenapa orang yg baru aku kenal ini, selalu baik padaku selalu menghawatirkan ku, bahkan saat orang lain bahkan kakak ku membenciku, aku rasa dia tidak seperti itu, dia bahkan sangat peduli padaku..


" Aku tidak apa-apa , sebaiknya kamu kembali ke kelas Rief, aku sudah baikan kok."

__ADS_1


"tak apa, aku temani kamu dulu, rumah kamu jauh tidak dari sini? sebaiknya aku antar kamu pulang,? atau kamu bisa telpon ke rumah mu, Cantik.."


" Di rumah ku tak ada telpon Arief"


Aku ingat betul saat itu hanya orang kaya yg mempunyai telpon rumah, atau ponsel, bahkan saat itu telepon umum masih sangat banyak bertebaran dimana-mana .


''ya sudah, aku antar pulang saja,..!''


" Gak usah, Rief sebentar lagi juga aku mau kembali ke kelas lagi ,"


" Ya sudah , nanti kita ke kelas bersama lagi"


Aku mengangguk, aku berusaha menghabiskan bubur ayam itu, walaupun perutku rasanya tak mau menerimanya, tapi aku harus menghargai Arief, yg sudah susah-susah membelikannya untuk ku..


Akhirnya kami kembali ke kelas, aku sangat risih ketika Arief membopong ku, tangan ku di taruhnya di pundaknya...


" Aku bisa jalan sendiri Rief.."


" Sudahlah jangan membantah terus Cantik, yg terpenting kita cepat sampai..!"


Aku sangat malu dengan perhatian yg Arief berikan kepadaku,, apa lagi ketika ada anak-anak yg tidak sengaja melihat kebaikan Arief kepadaku, mereka berbisik bisik seolah mereka tidak suka melihat ku...


tok..tok..tok..


"Masuklah...! Cantik kamu sudah baikan..??" tanya Bu Siti wali kelasku..


Seketika ruangan kelas menjadi riuh...


" Cie cie,, Arief so sweet.."


"Cie, kalian pacaran ya..?"


" Arief, kok mau sih sama si itik"


"itik, kamu caper banget sama Arief.."


" Sudah anak-anak jangan berisik,,!" sahut Bu Siti menenangkan ...


Aku sangat malu mendengar cuittan mereka,,


kenapa mereka berbicara seperti itu, bahkan kami masih kecil, masih kelas satu SMP .


" Kan sudah ku bilang Rief, aku bisa jalan sendiri..."


sebenarnya aku sudah biasa mendapat olokan seperti itu, tapi aku kasihan pada Arief, dia jadi terbawa-bawa.

__ADS_1


" Jangan di pikirkan omongan mereka cantik..! biarkan saja..!"


Selalu begitu, Arief selalu menenangkan ku dalam sedih...


Hari ini, nampaknya Hera tak masuk sekolah, pantas saja tadi dia tidak menengok ku di UKS ,


Ibu guru menerangkan pelajaran, sungguh tak ada sedikitpun yg masuk di kepalaku, telinga ku hanya berdengung, aku pusing sungguh pusing, keringat dingin bercucuran di keningku,aku menelungkupkan kepalaku di meja..


"Cantik, kamu baik-baik saja..?"


Aku hanya mengangguk..


lalu Arief duduk di sebelahku, di bangku milik Hera,


"Kamu sakit sebaiknya pulang saja," tak lama setelah itu, Arief menghampiri meja guru, dia tampak berbicara dengan Bu Siti, aku tak tahu dia berbicara apa...


Ku menundukkan kembali kepalaku, sekarang perutku sakit sekali, aku tak pernah merasakan sakit seperti ini ..


" Cantik kamu kenapa?"


Bu Siti menepuk punggungku ,


" Sebaiknya kamu pulang saja,,"


aku pun mengangguk..


" Anak-anak ada yg rumahnya dekat dengan Cantik"


Semua anak menjawab tidak, padahal Doni dekat rumahnya dengan ku, aku tau pasti dia tidak mengaku karena takut di suruh mengantarku,,


lalu ada anak yg berkata


" Bu kakaknya kelas 3 A , Bu kak Rama "


Coba panggilkan dia kemari, beritahu kalau Cantik sakit..


Aku takut sekali kak Rama akan marah, Karena aku merepotkan nya..


tak berselang lama mereka kembali, " bu katanya kak Rama tidak masuk sekolah"


"kalau begitu adakah diantara kalian yg mau mengantarnya pulang..??"


Semua anak terdiam , tak ada satupun yg menjawab. aku tahu mereka tak akan Sudi untuk mengantarku, aku bisa kok pulang sendiri..


" Aku saja Bu yg akan mengantarnya.."

__ADS_1


Hari demi hari telah aku lewati, aku ingin buktikan kepada semua orang bahwa aku bisa melewati semua ini dengan sabar, dengan kuat, tapi tak bisa aku tak mampu, ingin aku tak lagi menangis saat mereka mengejek ku,, tapi aku sungguh lemah, aku setidaknya di depan mereka, aku kuat..


__ADS_2