
Atau ini adalah rencananya, memberiku banyak uang agar dia lepas dari tanggung jawab..
Jika itu benar sungguh tega kamu Rif sungguh tega.
POV Cantik End.......
Sekarang kita Lihat POV Arief ya, kemana sih perginya si calon ayah itu, apa benar dia lari dari tanggung jawab, atau ada alasan yg lain nya , let's cekidot....
Kita mulai dari awal....
*******
POV Arief....
Namaku Arief putra Wijaya, Aku anak Ke 2 Dari seorang ayah yg bernama Adrian Wijaya, dan ibu bernama Galuh Putri Adini.
Papa Adalah seorang perwira Tentara Angkatan Darat berpangkat Mayor Jendral. Sedangkan mama ku seorang Desainer interior..
Aku mempunyai seorang kakak perempuan Yang bernama Nadine putri Wijaya, Dia berprofesi sebagai OBGYN di sebuah RS ternama di kota kembang, dan aku juga mempunyai seorang adik Laki-Laki yg usianya hanya bertaut 2 tahun dariku, namanya Argantara putra Wijaya.
Sejak Kecil Kami hidup dengan didikan dari seorang ayah yg tegas, kami di didik secara keras dan disiplin, hanya aku saja yg manja dan lemah.
Papa mendoktrin anak-anaknya untuk menjadi seperti dirinya.
Kakak ku tentu saja dia tak mau karena dia seorang perempuan , dan lebih memilih menjadi seorang dokter.
Aku juga tak berminat sama sekali menjadi seperti Papa, yg hidupnya nomaden berpindah-pindah tempat, di mana dia ditugaskan, di situ kami tinggal, aku orang yg tidak pandai bergaul, jika terus-terusan berpindah-pindah tempat.
Papa juga sangat galak, sangat kaku, bahkan yg dia ajarkan kepada anak-anaknya hanya kedisiplinan, ketegasan, keberanian, dan yg lainnya, sementara aku lebih memilih seperti Mama yg hidupnya penuh imajinasi dan lebih hangat dari pada papa.
Mama sangat sejalan denganku, dia lembut penyayang, baik hati dan satu lagi, dia tidak pernah mengekang anak-anaknya mama selalu memberikan kebebasan kepada kami untuk memilih apapun yg kami suka..
Lain dengan Aku dan kakakku, Adik ku Arga justru sebaliknya, dia sangat ingin menjadi seorang prajurit TNI AD, badannya tinggi besar, sedikit lebih tinggi dariku, tubuhnya tegap, wajahnya garang seperti papa.
__ADS_1
Sedangkan aku dan kak Nadine lebih mirip mama yg blasteran Bali dan Jerman..
Dari lahir hidupku sangat berkecukupan, Sepertinya hanya dengan mengedipkan mata saja, uang sudah terkumpul cukup banyak, bukan karena kami melakukan kejahatan atau ilmu yg tidak-tidak, tapi kami sekeluarga di didik menjadi orang yg mandiri, mampu menghasilkan uang sendiri sejak dini..
Sejak masih SMP Aku membantu mama di perusahaan milik mama pribadi, perusahaan itu bergerak di bidang disain interior, dan juga Arsitektur.
Tentu saja hobi ku adalah menggambar, maka dengan mudah aku bisa berimajinasi menggambar disain-disain yg konsumen dari perusahaan mama inginkan.
Dengan itu walau aku masih sekolah aku sudah mempunyai penghasilan sendiri.
Papa ku di pindah tugaskan ke Bandung, Entah kenapa aku ingin ikut papa dan bersekolah di sini, padahal biasanya aku lebih memilih di Jakarta tempat aku dilahirkan.
Di sini aku masuk SMP negeri biasa bukan SMP favorit, aku ingin mencoba bergaul dengan anak-anak kampung, aku ingin tau bagai mana kehidupan mereka, dan berbaur dengan mereka.
Hari pertama masuk sekolah, aku bertemu dengan seorang gadis, sepertinya dia berbeda dari gadis-gadis yg lainnya, dia selalu menunduk, sepertinya dia pemalu..
Hari itu kami semua memperkenalkan diri, di depan kelas saat giliran gadis itu, semua anak meneriakinya, mencemoohnya..
'Heyy kenapa kalian bersikap seperti itu, bukankah itu sangat tidak sopan'
Apa kalian ini buta, dia begitu manis buat ku, ya dia sangat manis..
Dia berlari ke tempat duduknya yg ada di pojok belakang, dia menangis, aku tau apa yg dia rasakan , pasti sungguh sangat sakit di hina seperti itu, aku iba kepadanya.
Aku mengajak dia berkenalan, bukannya membalas menjabat tangan ku, dia malah bengong melihatku, kenapa? apa ada yg salah dengan ku?.
Kami berkenalan dan aku merasa aneh dengan diriku ini, ada sesuatu yg aku rasakan saat aku menjabat tangan nya, perasaan yg tak pernah aku rasakan sebelumnya...
Masa pengenalan di sekolah baruku berjalan berapa hari, hari itu kami di tugaskan untuk berkelompok dan membuat prakarya tentang kesan-kesan selama mengikuti masa orientasi di sini..
Aku sudah mendapatkan kelompok dengan anak laki-laki yang lain, kami 4 orang.
Tapi aku melihat Cantik hanya diam saja sepertinya dia tak mendapatkan teman kelompok, akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan nya dan membuat kelompok baru yg hanya beranggotakan 2 orang saja,.
__ADS_1
Aku kasihan padanya Hanya karena namanya Cantik Jelita, kalau dia menjadi bahan Bulian anak-anak dan dijauhi oleh mereka. mereka ini sungguh tidak bermoral menurutku, mengerucutkan seseorang hanya karena nama dan wajahnya.
Kami membuat karya lukis 3 dimensi, sebenarnya aku yang mengerjakan nya sendiri , dia hanya membantu, entah kenapa aku sangat ingin menunjukan kemampuanku menggambar kepadanya, aku ingin dia kagum kepadaku..
Entah kebetulan atau memang takdir, aku dan dia masuk di kelas yg sama, kelas 1H, seperti yg aku kira dia pasti duduk di pojok kiri lagi, makanya aku memilih bangku di depannya, sepertinya dia tidak menyadari kalau aku ada di depannya...
"hey, cari siapa? mencari ku?" tanyaku padanya, dasar aku ini geer sekali.. haha
tentu saja di tidak mengia kan nya, mana mungkin juga dia mencari orang asing sepertiku.
Dia memperkenalkan diri nya kembali di depan kelas,
''nama saya Cantik Jelita, dari SDN...
Panggil saja saya itik"
'Ya ampun Cantik kenapa harus di panggil itik, tuh kan kamu jadi di olok-olok lagi oleh mereka.'
Mereka itu bibirnya seperti tidak di sekolahkan, menghina orang tanpa merasa bersalah sama sekali..
Semakin lama aku mengenalnya, semakin peduli aku terhadapnya, aku sangat ingin melindunginya, aku tak rela jika ada anak lain yang menyakitinya, dia seperti adikku yg harus aku lindungi, tapi aku yakin aku menganggapnya lebih dari sekedar adik sendiri.
Apa lagi saat melihat nya pingsan saat upacara, tanpa basa basi aku mengangkat tubuhnya, dan membawa nya ke ruang UKS ,entah kenapa aku merasa menjadi Superman yg punya banyak tenaga untuk menggendong seseorang yang berat badannya hampir sama denganku..
Mereka melihatku dengan heran, saat aku berlari membawa cantik, aku sangat panik, ada apa dengan nya..
Aku menunggunya sampai dia sadar, ternyata dia pingsan karena belum sarapan.
Ya aku harus membelikan nya sarapan agar keadaan nya membaik, aku mengusulkan kepadanya agar pulang saja, tapi dia tak mau, dia malah menangis..
'Haduh kenapa menangis lagi Cantik, air mata kamu itu sungguh sangat menyakiti hatiku'
Melihatnya menangis sungguh sangat membuat aku ingin melindunginya lagi dan lagi...
__ADS_1
Aku membopong nya ke kelas, anak-anak lain meledek kami...
''cie cie kalian pacaran ya...?"