Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 18 gadis paling beruntung


__ADS_3

Dan karena itu juga aku dan Arief mendapatkan beasiswa ini...


Hidupku terlalu bergantung dengan Arief, semua perubahan yg ada pada diriku semuanya karena Arief, jika tak ada dia mungkin saat ini aku masih jadi anak yang menyedihkan, anak yg duduk di pojokan dengan se galon air mata yg mengalir karena di bully oleh semua orang...


Tapi karena dia, aku yg bukan apa-apa itu menjadi sesuatu yg sangat berarti minimal untuk diriku sendiri dan juga untuk dia tentunya, ya dia selalu berkata seperti itu bahwa aku sangat berarti untuknya.


Aku merasa memiliki seorang mentor yg membimbingku menjadi seorang manusia, bukan menjadi seekor itik lagi, Arief lah yg sudah mengangkat derajat ku dari tak terlihat menjadi ada, dari nothing menjadi something.


Aku sangat bahagia, Tuhan mempertemukan aku dengan Arief dengan cara yg indah, dia adalah pahlawan yg selalu datang tepat waktu untuk menolong ku dalam segala kesusahan, rasanya aku sangat menyayanginya lebih dari aku menyayangi diriku sendiri....


***


Perekonomian keluargaku lebih membaik, kebun ayahku semakin luas, karena tanah yg dibeli oleh pak Rian kembali di garap oleh ayahku, dari hasil komisi menjualkan tanah milik tetangga kepada pak Rian, ayah bisa membeli 2 unit sepeda motor untuk memudahkan kemana mana, 1 digunakan untuk kak Rama kuliah, dan satu lagi digunakan oleh ayah, sebenarnya itu sepeda motor untuk kak dewa, tapi kak dewa sudah mempunyai sepeda motor sendiri, karena selain kuliah dia juga bekerja paruh waktu di sebuah kebun wisata strowberry di kota tempat ia merantau, bukan hanya sebagai pegawai biasa, tapi ia di tempatkan sebagai pengawas perkebunan.


Kak Rama sendiri memilih universitas negeri yg jaraknya tak terlalu jauh dari rumah, ia tak ingin mengikuti jejak kak Dewa yg memilih merantau ke luar kota. ia merasa tak bisa jauh-jauh dari dari keluarga, belakangan kami begitu dekat, adik kakak yg peduli satu sama lain...


****


'Cantik kamu dimana?'


Pesan singkat masuk ke ponselku,


'masih di rumah, tunggu sebentar..!'


'oke, jangan lama-lama aku sudah di depan..!'

__ADS_1


'iya'


Ya, sekarang aku sudah mempunyai ponsel sendiri, itu hadiah dari ayah, karena aku berhasil mendapatkan prestasi yg baik di sekolah, bukan ponsel canggih , hanya ponsel biasa yg harganya pun tidak seberapa, tapi tak apa itu sangat berguna


Hampir semua siswa di sini dari kalangan menengah ke atas,


Gaya hidup mereka berbanding terbalik dengan ku, mereka selalu berpenampilan mewah, memakai barang-barang bermerk, dari ujung kaki sampai ujung rambut terlihat sekali bahwa mereka orang kaya.


Lain halnya dengan aku, aku salah satu anak yg berpenampilan biasa saja, bahkan dibawah rata-rata, pakaian, sepatu tas, hingga handphone semuanya sederhana, apa lagi wajah ku, masih sama seperti dulu, si itik buruk rupa ....


Jika saja Bukan karena Arief ada di sampingku, mungkin sekarang aku sudah depresi karena di bully oleh anak-anak sultan disini..


" Dasar orang miskin"


"Dasar kampungan"


Dasar ini, dasar itu, semua hinaan telah aku dapatkan dari mulut mereka itu..


Katanya di sini tempat sekolah anak-anak yg terlahir dari orang tua kalangan atas, tapi aku rasa kaya harta bukan berarti kaya akhlak, mulut mereka sama sekali tidak mencerminkan bahwa mereka orang yg baik..


Menyakiti menghina merendahkan, itulah mereka..


''Kalau ada orang yg menghina kita, jangan di masukan ke dalam hati, masuk telinga kiri keluar telinga kanan''


itu wejangan dari Arief untukku, sekeras apapun orang menghina ku sekeras itu pula Arief membelaku...

__ADS_1


Setiap hari dia menjemput ku, dengan motor sport miliknya, kadang juga dengan motor bebek biasa, kadang juga dengan motor gede yg aku kira harganya ratusan juta rupiah, entah sekaya apa orang tuanya itu, hingga mempunyai kendaraan semahal itu..


Aku sering datang ke rumah Arief, hanya sekedar untuk belajar bersama, rumahnya biasa saja, tak terkesan mewah seperti yg aku bayangkan, tapi tentunya rumah itu lebih bagus dari rumah ku.


Dia tinggal dengan paman dan bibi nya, menurut Arief ayah nya yg seorang pegawai negeri di pindah tugaskan ke luar pulau, tepatnya di Kalimantan, ia tak mau ikut bersama kedua orang tuanya, dia memilih untuk tinggal di rumah itu di temani paman dan bibinya..


*****


Hari demi hari, Minggu demi Minggu, bulan demi bulan berlalu, tahun pun berganti dengan cepat nya..


Hari ku selalu di hiasi sebuah nama yg sangat berarti dalam hidupku, Arief Putra Wijaya, dia adalah cinta monyet ku yg kini berubah menjadi cinta sejati ku.


Hubungan kami berjalan begitu lancar tanpa kendala apapun, jika ada pun Kami akan menyingkirkan nya dengan mudah,


Semua orang di sekolahku tahu kalau kami adalah sepasang kekasih, walaupun banyak di antara mereka yg tidak suka dengan hubungan ku dengan Arief, banyak dari mereka yg berusaha menghancurkan hubungan kami, terutama anak-anak perempuan yg menginginkan berada di posisiku, tapi Arief tak bergeming, hatinya terpahit padaku, sama seperti hal nya dengan ku, hubungan kami tak seperti anak-anak remaja pada umumnya, yg hanya sekedar punya pacar untuk gengsi, atau untuk sekedar main-main saja, kami begitu serius menjalani ini, aku dan dia begitu terikat satu sama lain, tak bisa saling melepaskan, kemana aku pergi disitu ada Arief, kemana Arief pergi disitu ada aku, dia sama sekali tak pernah malu mempunyai kekasih seperti aku, yg begini.


Justru dia selalu memberiku kepercayaan diri agar aku tak menjadi lemah, seperti dulu...


Dari segi prestasi, sudah tak diragukan lagi bagai mana kemampuan Arief, dia tetap menjadi juara umum di sekolah kami, sedangkan aku mengekor di belakangnya sebagai juara 3, selama kelas satu dan kelas 2 kami tak pernah sekelas, baru di kelas 3 kami bisa berada di ruangan yg sama..


Sejak awal masuk hingga saat ini menginjak bangku kelas 3, atau kelas 9, kami tak pernah kesulitan dalam bidang pelajaran, semua terasa ringan, bahkan kami terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti olimpiade sains, dan berhasil menyabet juara ke 2..


Dia selalu menjadikan aku prioritas utama dalam hidupnya, apapun akan dia lakukan untuk membuat aku bahagia,


Dia juga setia padaku, walau banyak wanita yg berharap lebih padanya, tapi baginya aku adalah perempuan satu-satunya dalam hidupnya...

__ADS_1


Tak pernah terpikirkan sebelumnya, hidupku akan seindah ini, sesempurna ini, dengan kehadiran seseorang seperti Arief, aku merasa bahwa aku menjadi gadis paling beruntung dan paling bahagia di dunia ini..


Sampai sesuatu terjadi di antara kami.....


__ADS_2