Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 5 Bodoh...


__ADS_3

Hari ini aku mendapatkan 2 pencapain tertinggi dalam hidupku,


Yg pertama menjadi peringkat ke 2 di kelas, dan yg ke 2 mengakui perasaan ku pada diriku sendiri, perasaan yg terasa sangat indah, mencintai diam-diam...


Senyum ku selalu tersungging, saat aku mengingat perasaan bodoh ini, bahkan rasa sakit ku saat selalu di hina oleh mereka kalah bersaing dengan perasaan yg baru aku sadari ini.. sungguh bodohnya aku menyukai orang yg sesempurna Arief ...


Iya menurutku dia sangat sempurna, wajahnya tampan, perawakannya tinggi, kulitnya putih, otaknya jenius, kepribadiannya juga sangat sempurna di mataku, jika harus menilainya dengan Angka aku akan memberinya angka sempurna 10, eh 100 saja,, tapi 98 saja, 2 angka lagi akan aku berikan saat dia membalas perasaan bodohku ini.. ha ha ha tapi itu tidak mungkin ..


Haha sungguh aku terlalu bucin rasanya.


membayang kan perasaan ku itu membuatku sadar diri dan aku pergi mematut wajahku di depan cermin, aku meraba kulit wajahku, lalu memencet jerawat yg belakangan ini tumbuh di wajahku, aw... sakit rasanya memiliki wajah yg berjerawat seperti ini,, sepertinya jerawat ini tumbuh karena aku memendam perasaan ini dalam hati, iya itu aku tahu dari ibuku, katanya jerawat itu tumbuh karena aku beger kata ibuku, haha ingin aku tertawa mendengar ibuku berkata seperti itu,, tapi aku juga malu, wajahku jadi memerah, karena sungguh saat ini aku sedang beger (kasmaran).


iya memang saat ini aku sedang jatuh cinta, tapi aku rasa jerawat ini tumbuh karena aku tidak mempunyai sabun wajah, dan tidak merawat wajahku, ya mulai sekarang aku akan menyisihkan uang jajanku untuk membeli sabun wajah.


jujur saja aku ingin terlihat cantik di mata Arief aku ingin seperti gadis lain, agar Arief tertarik padaku. tapi.. aku sadar diri, seberapa keras pun aku bersolek, aku hanyalah si itik buruk rupa, yg tidak cantik.


Sekolah memberikan waktu 2 Minggu untuk masa libur kenaikan kelas... mungkin selama 2 Minggu ini aku tidak akan bertemu dengan Arief.


Selama masa libur, aku hanya diam di rumah untuk belajar atau mengikuti orang tuaku ke ladang, kadang kak Dewa juga ikut ke ladang, tapi kak Rama tidak dia masih sibuk mengurus ini dan itu untuk masuk SMA. kak Rama masuk ke SMA yg sama dengan kak Dewa.


Aku yakin ayah harus bekerja ekstra keras, untuk membiayai sekolah kami, 2 anak SMA dan satu SMP , apa lagi pemerintah saat itu hanya mengadakan program wajib belajar 9 tahun, jadi hanya SMP yg mendapatkan bantuan operasional, untuk SMA masih menggunakan biaya sendiri..


Setiap hari aku selalu mengekor pada ibu pergi ke kebun, ayah selalu melarang ku, tapi aku tak memperdulikan nya, sebisa mungkin aku akan membantu pekerjaan ibu di ladang..


Sekarang aku tahu bagai mana beratnya menjadi ibu, di kebun banyak sekali pekerjaan yg menyita tenaga ibu, keringat pun mengucur di dahinya..setelah pulang ke rumah pun ia tetap bekerja sebagai ibu rumah tangga, tak peduli seberapa lelah, ibu akan terus berusaha menjadi ibu terbaik bagi kami anak-anak nya..


Tapi mulai sekarang aku akan membantunya sebisaku, apapun akan aku lakukan demi ayah dan ibu, aku berfikir dari pada aku terus-terusan bersedih meratapi nasibku, lebih baik aku mengalihkan nya dengan bekerja dan belajar tentunya...

__ADS_1


"Cantik kalau capek ke saung aja dulu, jangan memaksakan, ini panas nak, nanti sakit.."


" Aku tidak capek yah, aku masih kuat"


Selalu saja ayah melarang ku membantu mereka, tapi aku tak mau, apa lagi melihat kak dewa yg memandangiku seperti itu, sungguh nyali ku ciut saat itu juga..


"Cantik, buatkan kopi untuk ayah dan ibu...!"


" baik Bu..."


aKu juga melihat ke arah kak Dewa, dan bertanya padanya...


" Apa kakak juga mau kopi??"


" iya" jawabnya


Aku lihat ayah memanggil kakak dia memberikan beberapa lembar uang, sepertinya ayah menyuruh kakak membeli makanan.


Dan benar saja tak berselang lama kakak membawa beberapa roti dan kue kering.


Mereka semua menikmati waktu istirahat dengan meminum kopi buatan ku...


" Kopi nya mantap nak, sama seperti buatan ibumu.." ayah memuji kopi buatan ku itu.


" iya ayah kan ibu yg mengajariku takaran kopi ya,,"


" Berterima kasihlah kalian pada ibu,,," sahut ibu sambil tertawa

__ADS_1


" iya, iya ibu berkat ibu aku bisa membuat kopi seenak ini,," Aku pun memeluk tubuh ibuku.


aku juga melihat dan mendengar kak dewa ikut tertawa bersama kami, senang rasanya melihatnya seperti itu.


******


Hari-hari pun berlalu, jujur saja aku sangat merindukan kehadiran Arief , sudah hampir 2 Minggu aku tidak bertemu dengannya. kami tidak berkomunikasi sama sekali, karena aku tidak mempunya hp.


Besok adalah hari yg sangat aku tunggu, hari pertama masuk sekolah sebagai kelas 2..


sebelumnya ibu sudah membeli buku dan alat tulis baru untukku, aku merapikan dan memberi nama di setiap buku itu, aku juga menyetrika seragamku, menyiapkan sepatu dan yg lainnya, setelah di rasa selesai aku membaringkan tubuhku di ranjang yg berukuran single ini, kasurnya hanya terbuat dari kapuk, tapi aku rasa ini kasur ternyaman di dunia....


Aku memejamkan mataku perlahan, tapi tak bisa, aku berguling ke kiri , ke kanan, tengkurap pun aku coba, tapi tetap saja tak bisa, aku tak bisa tidur, aku terlalu memikirkan hari esok, memikirkan bertemu dengan Arief salah satunya...


Aku tak tahu aku akan di tempatkan di kelas mana, apakah aku akan satu kelas lagi dengan Arief atau tidak, tapi aku sangat berharap bisa satu kelas lagi dengannya.


tanpa terasa adzan subuh sudah berkumandang, rasanya mata ku enggan untuk terbuka, aku masih mengantuk, rasanya baru sebentar aku tidur, sekarang sudah pagi,,


aku bergegas mandi, dan sholat, lalu aku ke dapur membantu ibu, ibu melarang ku untuk membantu, karena ini hari pertama masuk jadi harus lebih awal berangkat sekolah .


Rasanya mataku ini masih enggan di ajak kompromi, jujur aku masih mengantuk, bahkan sesekali aku menguap,


Ibu menyiapkan nasi goreng terenak di seluruh dunia untuk sarapan kami sekeluarga, bukan nasi goreng spesial seperti yg di jual di pinggir jalan, tapi hanya nasi goreng polos tanpa kecap dan hanya di beri bawang dan rawit goreng saja serta bumbunya hanya garam dan micin , tapi untuk ku, nasi goreng buatan ibu terasa sangat enak. lauknya hanya telur ceplok saja, telur yg di ambil dari ayam peliharaan ayah...


setelah kami selesai sarapan, kami bertiga berangkat bersama, ini hari pertama aku dan kedua kakakku berangkat bersama, sebelumnya mana mau mereka berangkat bersama ku..


Tanpa aku duga.....

__ADS_1


__ADS_2