
Itu benar, walaupun ingatannya rusak, tapi kontak batin terhadap anaknya masih terjalin erat, walaupun dia sendiri tak tau menahu tentang keberadaan darah dagingnya itu.
Arief bingung ada apa dengan dirinya. ada yang salah dengan dirinya itu, tiba-tiba saja terbersit di pikirannya untuk kembali ke Indonesia, ya saat ini yang dia inginkan hanya kembali ke Indonesia dan melanjutkan kuliah dan karier di sana.
Seperti nya ikatan batin antara Arief dan Kay itu sangat kuat.
Dalam ketidak sadaran Kay, Dia seolah bermimpi bahwa Ayahnya pulang.
"Kay, bangun Kay Papi pulang, papi bawa mainan yang banyak buat kamu Kay Ayo bangun." Ucap seorang laki-laki pada Kay dalam mimpi anak berusia hampir 4 tahun itu.
Sepersekian detik Kay terbangun dilihatnya Ada mami nya yang memegang erat tangan Kay.
"Mami, Papi mana? Tadi papi bilang papi bawa mainan yang banyak buat aku." Ucap anak laki-laki tampan dengan suara lemahnya.
"Kay, Papi Kay belum pulang nak" Cantik menangis bahagia akhirnya setelah menunggu berjam-jam akhirnya anaknya itu tersadar.
Kay telah melewati masa kritis, operasi yang dia jalani sudah selesai beberapa jam yang lalu.
Ibu segera memanggil dokter, dan memberi tahu Keluarga nya yang menunggu di luar, bahwa Kay sudah sadar.
Mereka masuk untuk melihat keadaan Kay, tak terkecuali Arga.
Arga kini telah berganti pakaian, Karena seragam yang ia pakai tadi penuh dengan noda darah dari Kay.
Mata Kay memindai ke semua orang yang masuk ruang rawat VIP itu.
"Papi pulang hole.." Kay tersenyum lebar melihat Arga memasuki ruangan. Kay merentangkan tangannya berharap Arga mau memeluknya.
Tentu saja Arga bingung, kenapa dirinya di panggil Papi oleh anak itu.
"Kay dengerin mami, papi Kay masih di surga, dia belum pulang, om itu bukan papi Kay." ucap Cantik menenangkan Kay yang mulai merengek ingin Arga memeluk Kay.
"Dia Papi aku mami, tadi papi bilang papi pulang, itu papi aku" Dengan ejaan yang masih belum benar, Kay masih bersikukuh bahwa Arga adalah papinya yang telah pulang dari surga.
Arga mendekati Kay dan menggenggam tangan Kay.
"Ini om Arga little boy, kamu cepet sembuh ya, nanti om beliin mainan tank dan mobil-mobilan buat Kay, Kay mau mainan apa lagi nanti om beliin yang banyak"
"Tuh mi, Papi mau beliin mainan buat aku" Kay masih keukeuh bahwa Arga itu adalah ayah nya.
__ADS_1
Walau dia mempunyai Rama dan dewa, tapi tetap saja, Kay sangat merindukan sosok ayah kandung nya.
"Maafkan anak saya pa Arga, maaf! Kay pikir bapak adalah ayahnya" ucap cantik pada Arga.
Karena Arga seorang tentara, Cantik memanggil nya dengan sebutan bapak, padahal usianya lebih muda 1 tahun dari cantik.
"Santai saja" Ucap Arga juga dengan nada santai.
Kalau jadi papi beneran juga boleh. batin Arga.
Selama beberapa hari Kay dirawat di sana, selama itu juga Arga menyempatkan diri untuk menemui anak yang selalu memanggilnya dengan sebutan papi itu, Arga tak berkeberatan sama sekali dengan hal itu.
Wajah Kay sangat sumringah saat Arga datang menjenguknya, apalagi saat Arga membawakan banyak mainan dan jajanan untuk Kay.
Cantik dan keluarganya sangat merasa tidak enak kepada Arga, setiap kali Arga datang, saat itu juga Cantik selalu meminta maaf atas ke salah pahaman anaknya terhadap Arga.
Setelah 7 Hari dirawat, Kay diperbolehkan pulang.
"Alhamdulillah Kay sudah boleh pulang sayang, ayo siap-siap dulu, nanti kay bisa bobo di kamar kita lagi sayang" ucap Cantik.
"Hole mi, apa papi juga atan tidul dengan Kay, kan Doni juga tidulnya sama ayahnya mi" ucap Kay polos.
'Kamu lihat Rif anak kamu, dia begitu merindukan sosok ayah, apa kamu tak ingin melihat nya sekali saja? batinnya.
Karena kejadian itu Hubungan Arga dan Cantik menjadi dekat, Jika ada waktu luang Arga selalu datang ke rumah Cantik untuk sekedar bermain dengan Kay.
Terlebih Cantik tahu bahwa Arga adalah Adik dari dokter Nadine. dokter yang sangat baik padanya itu.
Saat itu Cantik dan Kay sedang bertamu ke apartemen milik Nadine,
Nadine hari ini berulang tahun.
"Hai little boy, lagi apa kamu sayang?" Ucap Arga setelah melihat Orang yang dikenalnya itu ada di apartemen milik kakak nya itu. Arga lantas menggendong tubuh anak kecil yang berlari bahagia ke arahnya.
"Aku lagi main ini om papi" Setelah di jelaskan berulang kali akhirnya Kay mau memanggil Arga dengan sebutan om, tapi tetap di belakang om masih ada kata papi yang mengekor.
Nadine heran melihat kedekatan Arga dan anak yang sudah ia anggap sebagai keponakannya itu.
"Kalian saling kenal?"
__ADS_1
"Aku orang yang sudah nabrak Kay kak" Arga masih menciumi pipi gembul Kay yang terus bermanja pada dirinya.
"Oh jadi kamu, papi nya Kay itu ga?" Nadine tersenyum ke Arah Cantik, seketika rona merah terpancar di pipi Ibu satu anak itu.
"Bukan kak Nadine, Kay cuma salah paham saja, setelah aku bujuk akhirnya Kay mau panggil mas Arga om, ya walaupun tetap kalau orangnya ada dia akan panggil om papi" jelasnya pada dokter yang sudah ia anggap saudara sendiri itu.
Cantik tak heran kenapa Arga sebaik itu padanya dan Kay, toh Dokter Nadine juga sama baiknya dengan Arga padanya dan juga Kay.
Setelah hampir 1 jam mereka berbincang suara bel berbunyi.
"Ada tamu kak, biar aku buka" Cantik menawarkan diri untuk membantu membuka pintu apartemen mewah yang terletak di pusat kota Bandung itu.
"Aku saja Cantik, kamu juga tamu duduklah..!" Nadine beranjak dari kursi dan segera membuka pintu.
"Surprise ...."
Seseorang pria bertubuh tinggi, dan berwajah bule serta rambut pirang yang disisir rapi datang dengan membawa buket bunga berukuran besar.
"Sayang" Nadine segera berhambur memeluk pria itu "Kapan kamu kembali? kenapa tak memberitahu dulu?"
"Bukan kejutan namanya kalau beri tahu dulu" Ucap Mike suami dari Nadine yang menetap di Australia, ya Mike adalah Prie bule berkebangsaan Australia, mereka menikah semenjak 2 tahun yang lalu, tapi karena keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing mereka memutuskan untuk menjalani LDR.
Mike terus saja memeluk dan mencium wanita baik hati itu, dia tak tahu jika di apartemen Nadine sedang ada orang lain.
Cantik yang melihat adegan romantis itu wajahnya memerah, ia merasa malu melihatnya mungkin ia harus segera pulang.
"Lepas dulu sayang, ada adikku di dalam"
"Arga?"
Nadine mengangguk dan mempersilahkan suaminya itu masuk.
"Hai Mister, how are you?" Ucap Arga pada kakak iparnya itu sambil menepuk bahu mike.
Arga dan Mike sangat dekat bahkan Nadine mengenal Mike dari Arga.
"Ga, kemajuan kamu bawa cewe, biasanya bawa Hendrik terus" ucap Mike sambil terkekeh.
"Apaan sih" Arga mengerenyit kan dahinya.
__ADS_1