Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Baba 48 Om Bohong


__ADS_3

"Pegangan Cantik..!" Ucap Arga sembari mempercepat laju motornya.


Tentu saja Cantik tak menggubris perkataan Arga, dia merasa risih jika harus memegang tubuh Arga, apa lagi harus memeluk nya.


Tiba-tiba....


Cekiiit....


Motor yang Arga kendarai berhenti mendadak saat seekor kucing menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri.


"Tuh kan Mas, jangan mngebut-ngebut!, untung kita tidak menabrak kucing itu" Ucap Cantik seraya memukul pundak pria yang kini menjadi kekasihnya itu.


"Iya Maaf!" Arga kembali melajukan motornya, kali ini dalam kecepatan normal saja, sepertinya siasatnya itu sia-sia. dia harus ekstra bersabar jika ingin menaklukan hati wanita cintai itu.


Walau usia nya satu tahun lebih muda dari Cantik tapi wajah dan sikapnya tentu lebih dewasa dari ibu satu anak itu, Mungkin karena dia anggota militer atau mungkin juga karena kepribadian Arga yang cool dan berwibawa.


Arga selalu bersikap dingin kepada semua orang, tapi tidak pada Cantik dan anaknya Kay, dia sungguh jatuh cinta pada mereka berdua, Arga merasa ada ikatan batin dengan Kay, apa lagi dari segi wajah ada sedikit mirip-miripnya.


Ya, tentu saja Ada ikatan batin antara Arga dan Kay, karena Kay adalah keponakannya, jika wajah mereka nampak sedikit mirip, tentu saja itu karena Wajah Arga dan Arief juga sangat mirip.


Tapi Cantik tidak menyadarinya, wajah Arief dan Arga sangat mirip, bahkan nama mereka saja mirip.


Arief Putra Wijaya dan Arganata Putra Wijaya.


Jika di kalkulasi, terlalu banyak clue yang ada untuk dapat menemukan jejak Arief, tapi entah kenapa sangat sulit ia mendapatkan titik temu.


Sejak jaman dulu, Ayah Arief pak Adrian Wijaya adalah pemilik tanah yang ayah nya kelola. Tapi Cantik tak menyadari jika beliau itu ayah dari Arief.


Lalu Dokter Nadine, sejak mengandung sampai saat ini dia dan dokter Nadine begitu Akrab, bahkan Nadine menganggap Cantik sebagai adiknya sendiri.


Kemudian perusahaan tempat dia dan Rama bekerja saat ini pemiliknya adalah ibu dari pria yang selama ini ia cari, tapi lagi-lagi jalan yang sudah sedikit terang itu menjadi gelap lagi.


Bahkan yang sekarang ia tidak ketahui adalah, Bosnya saat ini, Adalah Arief Putra Wijaya, Pria yang sangat ia cintai, pria yang sangat ia rindukan, pria yang telah tega meninggalkannya dan Kay tanpa ada kabar sedikitpun.


Jika di tanya, kenapa sulit sekali Cantik untuk menemukan Arief, tentu saja jawabannya karena Tuhan belum mengizinkan mereka bertemu.


Eh atau mungkin Author nya kali ya yang belum mengizinkan. 🤭


***


Arga memarkirkan motornya di halaman depan rumah sederhana yang sudah di renovasi oleh Rama itu.

__ADS_1


Rumah yang dulu nya biasa saja itu, sekarang terlihat indah karena direnovasi bernuansa etnik Sunda, sesuai keinginan Ayahnya, Halaman yang indah dikelilingi bunga dan tanaman hias lainnya, serta dekorasi rumah yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu dan bambu.


Mendengar ada suara mesin motor yang tidak dikenal berhenti di depan rumah, tentu saja membuat ibu dan Kay yang kebetulan sedang ada di rumah berhambur keluar.


Melihat Kay berlari ke arah nya, sontak cantik berjongkok dan merentangkan tangannya menyambut Kay.


"Hole.. Mami pulang sama Papi.." Kay keceplosan, Kay menutup mulutnya untuk yang kesekian kalinya. "Om Alga maksudnya mi"


Cantik hanya tersenyum, kali ini dia tak marah jika Kay memanggil Arga dengan Papi, toh saat ini mereka telah resmi menjalin sebuah hubungan, siapa tau, suatu hari ia bisa menerima Arga sebagai Papi yang sesungguhnya untuk Kay.


Arga ikut berjongkok, sementara Kay melepaskan pelukan dari ibunya dan lebih memilih memeluk Arga.


"Om" Kay mengangkat kedua tangan nya ke arah Arga. Arga yang sudah tau kebiasaan anaknya itu, eh maksudnya calon anaknya itu segera memangku Kay.


"Anak ganteng, sudah makan belum?" Ucap Arga.


"Tadi siang sudah om, tapi sekarang belum"


"Lihat Mami bawa apa buat Kay!" Arga menunjuk bungkusan yang di pegang Cantik.


"Apa ya? Coba Kay tebak, cium dulu wanginya"


Cantik menyodorkan Bungkusan itu ke depan wajah Kay, lalu Kay mencium aroma nya.


Di Sudut pintu Enin nya Kay tersenyum haru melihat interaksi mereka bertiga, dia sangat bahagia melihat keakraban yang terjalin antara mereka bertiga.


Ada terselip harapan dan doa kepada mereka, Andai saja Cantik dan Arga bersatu pasti Kay akan merasa bahagia.


Ya Tuhan persatukan lah mereka bertiga, bukalah pintu hati anakku untuk Arga. batin wanita paruh baya itu.


"Ayo om masuk!, aku mau ayam goeng, aku lapal"


Mereka bertiga masuk sebelumnya mereka mengucapkan salam dan mencium tangan ibu dengan takzim.


"Ayah mana bu, kak Dewa dan kak Diana kemana?" Cantik melihat ke sekeliling ruangan, nampak lengang tak ada seorangpun di sana.


"Ayah, Dewa dan Diana pergi mengecek tanah yang akan mereka beli"


"Kak Dewa mau beli tanah bu?"


"Ia, Mereka akan membangun rumah"

__ADS_1


"Dimana bu?"


"Itu di belokan sana, dekat mushola" Ibu menjelaskan semuanya pada Cantik.


"Silahkan duduk nak Arga! Kamu buatkan minum untuk Arga, Neng!"


Cantik segera melangkahkan kakinya menuju dapur, dia membuatkan teh tawar, sesuai keinginan kekasihnya itu.


Cantik membawa 3 Cangkir teh ke meja.


"Silahkan diminum!" Ucap nya.


Arga segera meminum teh itu, "Emm Manis.."


Ucap Arga.


Manis dari mananya orang itu teh tawar. batin cantik.


"Aku mau om." Mendengar Arga mengucapkan manis, tentu saja Kay ingin mencobanya.


Arga memberikan teh milik nya kepada Kay, Lalu diseruput nya teh yang masih panas itu perlahan.


"Ini pait om" Kay menatap ke arah Arga.


"Coba Kay minumnya sambil lihat senyum Mami, pasti tehnya manis, haha"


Dasar anak kecil dia menurut saja apa kata papi palsunya itu.


"Masih pait om, om bohong" Bibir Kay mengerucut.


Mereka semua tergelak melihat ekspresi wajah Kay yang nampak kesal.


Beberapa tahun yang lalu, masih teringat jelas di benak Cantik, Arief pernah melakukan hal yang mirip seperti tadi Arga lakukan, menggombali nya. Betapa hatinya saat itu merasa terbang jauh ke awan.


"Kay minum ini saja, ini di jamin manis" Melihat Kay yang masih merajuk, Cantik memberikan minuman yang tadi di belikan oleh Arga.


"Iya mi, ini manis, seperti senyum mami"


Cantik mengacak-ngacak gemas kepala anak ganteng nya itu.


"Aduh, anak mami udah pinter Gombal, siapa yang ajarin sih?"

__ADS_1


"Yang ajalin, om Alga mi" Kay melihat ke arah pria itu. sementara dia hanya tertawa saja mendengar celotehan anak itu.


Ibu hanya tersenyum bahagia melihat nya...


__ADS_2