
''Rif.. jangan...!" ucapnya sambil mendorong tubuhku untuk menjauh darinya.
Aku tak mempedulikan semua perkataannya, pikiranku terlalu dikuasai oleh setan, otak ku seolah mati rasa , hanya perasaan ku saja yang masih hidup, perasaan ingin memiliki seutuhnya gadis yang sangat aku cintai itu....
perasaan milik orang dewasa ini akhirnya tercurahkan sepenuhnya, aku melepaskan benih dari tubuhku untuk dirinya.
Sepersekian detik akhirnya aku tersadar dari semua nya....
"Ma maafkan aku cantik...!" aku menggenggam kedua tangan nya, berharap dia mau memaafkan kesalahan ku ini.
"Seharusnya ini tidak terjadi Rif, ini salah, kita bahkan masih berseragam abu-abu, ini salah." dia terus saja menangis, sambil memunguti pakaian nya yg berserakan di lantai tak beraturan,,,
"Maaf kan aku cantik aku menyesal, aku begitu menyayangi kamu, aku tak bisa menahannya... aku menyesal sayang" aku masih tetap mengiba meminta maaf atas kelakuan bejad ku ini.
Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, yang pasti aku sangat merasa bersalah atas apa yang aku lakukan.
Jika saja aku tak mengikuti nafsu ku, mungkin semua ini tak akan terjadi, sekarang aku adalah makhluk yang paling berdosa di dunia ini karena telah merenggut kesucian seseorang, dan itu adalah orang yang paling aku cintai di dunia ini.
Aku tak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi selanjutnya. aku serahkan semua takdir itu pada Tuhan, jika saja Tuhan mau menghukum ku, ya aku akan ikhlas menerimanya karena aku memang benar-benar salah....
Aku terus berusaha untuk meminta maaf darinya...
''Yang maafkan aku!, aku janji aku akan bertanggung jawab" Aku bersimpuh dan menggenggam erat tangannya.
"Dengan apa kamu bertanggung jawab Rif, bahkan kita masih sekolah" ucap nya.
"Aku akan menikahi kamu, jika kamu mau, kita bisa menikah secara siri, setelah lulus aku akan menikahi mu secara resmi, aku mohon maafkan aku!"
"Dengan mudahnya kamu berkata seperti itu Rif, bagai mana dengan orang tua kita? mereka pasti marah"
__ADS_1
"Kita bisa jelaskan semuanya perlahan"
"bagaimana kalau aku hamil"
"itu tak mungkin, tapi jika benar, aku mohon pertahankan itu, dia anak kita, anak hasil buah cinta kita, jangan kita sakiti" aku memohon padanya dengan segenap kesungguhan hati.
"Berjanjilah padaku Rif, kamu tak akan pernah meninggalkan aku…!"
"Iya yang, aku janji, apapun keadaannya nanti aku akan tetap berada di samping kamu"
"untuk sementara, ini rahasia kita berdua Rif, jangan kamu beritahu siapapun, aku takut."
"Apa kamu yakin yang? aku akan mengatakan nya pada orang tuaku, dan aku akan melamar kamu"
"Nanti saja, jika sesuatu terjadi baru kita pikirkan lagi, untuk saat ini biarlah seperti ini, aku tak mau ada yg tau, asal kamu tetap di sini, dan tidak meninggalkan aku"
Mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah tanggung jawabku, izinkan aku untuk menjagamu lebih dari sebelumnya.
Hari berganti hari, sesuai janjiku aku akan bertanggung jawab atas dirinya, apalagi sekarang aku tahu, dia benar-benar mengandung benih dariku.
Pernah ada orang yang menghasut kami untuk meniadakan nyawa yang ada di perut nya tapi aku tak rela aku sungguh marah mendengar orang itu berniat busuk seperti itu.
Walaupun aku harus di keluarkan dari sekolah, atau pun di coret dari kartu keluarga oleh papa karena telah membuat nya malu dengan kelakuan ku, aku bisa menerimanya, bahkan mungkin jika semua orang menentang hubungan kamu aku akan kawin lari saja dengan dia. Yang pasti aku tak akan pernah membunuh anak kami, aku akan mempertahan kan nya sampai kapanpun.
Tanpa sepengetahuan Cantik, aku terus mengisi tabungan miliknya dengan uang hasil kerjaku sendiri.
Itung-itung menabung, untuk nanti melahirkan walau tak seberapa insya Alloh cukup untuk biaya melahirkan membeli susu dan popok anak kami nanti.
Membayangkan Aku akan punya anak sangat menyenangkan, nanti akan ada anak kecil yang menyambut ku saat pulang bekerja...
__ADS_1
"Hore papi pulang,, apa papi bawa mainan untuk aku?" haha sangat menggemaskan sekali anak ku itu.
Lalu aku memangku nya, dan mencium pipi gembul nya.
"Iya kesayangan papi, papi bawa mobil-mobilan buat Ade, eh boneka"
Duh aku bingung harus bawa apa, aku tak tau jenis kelamin nya apa, tapi semoga saja kembar perempuan dan laki-laki, jadi akan sangat lebih menyenangkan....
Saat dulu di bangku SMP Aku dan cantik pernah berangan jika kelak kita menikah dan punya anak, Anak kami akan dia namai Kaede Rukawa, tokoh anime kesukaan nya,, Ya jika benar anak laki-laki aku akan mengizinkan nya dia menamai nya dengan Kaede Rukawa.
Bukan kah Rukawa sangat tampan sepertiku, dan juga sangat jago bermain basket juga sepertiku, nanti anak kami pasti akan jadi anak yang hebat sepertiku tentunya.
Jika dia anak perempuan akulah yang berhak menamainya, apa namanya ya? aku sendiri masih bingung, kita lihat saja nanti lah...
Mami sama papi nya saja pintar, pasti anak kami kelak menjadi anak yang jenius dan bisa membanggakan orang tuanya...
Sungguh aku tak sabar menanti kelahirannya, Aku akan jadi orang pertama yang mengadzani anak ku nanti, aku akan mengajaknya bermain bersama, aku akan ajarkan dia berenang supaya tidak seperti maminya yang renangnya hanya dengan gaya batu saja...
Anakku juga akan mendapatkan pendidikan terbaik, dia akan aku sekolahkan di sekolah terbaik di negeri ini, tapi tentu saja aku tak akan memaksakan kehendak ku, seperti papa yang memaksaku untuk menjadi TNI.
Aku akan membebaskan nya memilih apapun yang dia suka selama itu baik..
ngomong-ngomong soal papa, pasti dia akan mencincang ku karena telah berani menghamili anak orang, atau jangan-jangan dia akan langsung membunuhku dengan senapan milik nya. ya untuk jaga-jaga aku akan memberi tahukan semua kepada papa saat dia hanya mengenakan kaos dan celana santai saja, jangan saat dia mengenakan pakaian dinas nya, bisa-bisa sebelum anak ku lahir aku sudah pergi duluan.. amit-amit, amit-amin..
Pikiranku terlalu jauh melanglang buana sampai memikirkan akan jadi apa anakku nanti, padahal yang seharusnya aku pikirkan adalah bagai mana cara memberi tahu mana dan papa tentang semua ini.
Ya aku akan mencoba merangkai kata, sehingga menjadi kalimat yang pas untuk aku sampaikan kepada Papa dan mama.
Aku menulis kalimat itu lalu aku hapus lagi, aku menulisnya lagi lalu aku coret lagi, aku menulisnya lagi lalu aku robek kertas itu dan sekalian aku buang ke tempat sampah..
__ADS_1