
Bugh...
"Apa kau tak punya mata anak kampung?"
"Maaf Bu, saya tidak sengaja" Padahal jelas-jelas Leony yang menabrak Cantik karena asik memainkan ponselnya, tapi tanpa rasa bersalah ia menyalahkan orang yang ia tabrak.
"Jika semua kesalahan cukup dengan minta maaf, maka kantor polisi akan kosong, jadi tak semudah itu kau minta maaf Cantik, Oops..." Leony menutup mulutnya lalu melanjutkan perkataannya Lagi "Oops apa kau tak malu mempunyai nama seperti itu, sedangkan penampilanmu seperti ini?" Leony menunjuk dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Cantik hanya diam mendengar hinaan dari orang yang mengaku pacar dari orang yang dulu pacarnya itu. Bagi Cantik hinaan seperti apapun ia sudah kebal, mau di bilang jelek, kampungan, bodoh, atau apapun itu, terserah mereka mau berkata apa. Tapi jika sudah menyangkut anak dan orang tuanya ia tak akan mengampuni siapapun yang menghina mereka.
"Kenapa bengong Cantik?, maksud ku jelek. Ayo ikut aku, Buatkan aku kopi sebagai hukuman bagimu karena sudah berani menabrak calon istri direktur utama" Dengan langkah percaya diri Leony mengajak Cantik menuju pantry, lalu memberitahu takaran kopi yang pas untuk dirinya. Setelah selesai Cantik diminta untuk mengantarkan kopi keruangan Leony.
Mendengar Leony mendeklarasikan dirinya sebagai calon istri Arief, tentu saja itu membuat Cantik merasa muak. Sekaligus cemburu, ya mungkin itu kata yang tepat. Tapi saat ini siapalah dia? dia bukan siapa-siapa bagi Arief, hanya sekedar karyawan yang bekerja padanya.
Sudah 2 gelas, Cantik buatkan kopi untuk Leony, ia antar ke ruangan manager marketing itu, tapi 2 kali juga di tolak karena menurut Leony tidak sesuai dengan seleranya.
Sekarang Cantik buatkan kopi yang ketiga, jika di tolak lagi entahlah apa yang akan ia lakukan, mungkin ia akan menyiram kopi itu pada wajah jutek Leony.
Tapi itu tak mungkin, Cantik adalah orang baik, yang tak akan menyakiti siapapun.
__ADS_1
"Bu Cantik, saya lihat ini cangkir ke-3 yang ibu buat, memangnya untuk siapa Bu kopinya?" Tanya Roni salah seorang OB di sana.
"Untuk Bu Leony" Jawabnya sambil tersenyum manis.
"Oh, kenapa ibu yang buat itu harusnya tugas kami sebagai OB"
"Tak apa Ron, dia yang memintaku, katanya sebagai hukuman karena aku tadi telah menabraknya"
"Apa, yang tadi di depan itu?" tanya Roni kepo.
Cantik hanya mengangguk dan tersenyum, sambil mengaduk kopi ke-3 buatannya.
"Padahal dia yang nabrak Bu Cantik tadi, kenapa ibu yang di hukum, memang Bu Leony itu orang sombong" Ucap Roni kesal. Karena saat kejadian itu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Katanya dia calon istri pak Arief Bu, Saya gak bisa bayangkan jika pak Arief yang galak dan dingin itu menikah dengan Bu Leony yang sombong dan egois seperti itu, akan jadi apa rumah tangga mereka" Roni menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan membicarakan keburukan orang lain Roni, itu tak baik"
"Maaf Bu, tapi itu benar, seharusnya orang yang dingin seperti pak Arief itu menikah dengan orang yang baik dan lembut seperti Bu Cantik, agar jika pak Arief marah ada ibu yang melunakkan hatinya pak Arief"
__ADS_1
Uhuk.. Cantik tersedak mendengar ucapan OB itu, bagaimana ia bisa berpikir seperti itu.
"Kamu ini ada-ada saja Ron, bicara jangan ngawur nanti di dengar Bu Leony bisa di adukan sama pak Arief bisa di pecat kita berdua" Cantik pergi meninggalkan Roni yang masih berbicara. Ia lalu mengetuk pintu ruangan milik Leony.
"Masuk" Ucap Leony ketus.
"Ini kopinya Bu" Cantik menaruh nampan berisi secangkir kopi di meja Leony.
"Awas ya kalau tak enak lagi! Aku laporkan kamu sama Arief, di pecat tau rasa kamu" Ancam Leony sambil menyeruput kopi itu perlahan, lalu mengecapnya pelan.
"Ini baru enak, sudah Sana pergi!, aku muak lihat wajah kamu yang sok cantik itu"
Padahal ke-3 cangkir kopi yang Cantik buat semuanya sama takarannya, 2 sendok kopi dan 1 sendok gula, tapi 2 cangkir sebelumnya Leony anggap tak enak. Mungkin itu alasan saja bagi Leony untuk mengerjai Cantik.
Dari pertama melihat Cantik menggenggam erat tangan Arief, Leony sudah tanamkan di hatinya bahwa Cantik adalah orang yang ia benci.
Cantik melangkahkan kakinya menuju ruangannya, dengan menggunakan lift khusus karyawan.
"Dari mana saja anda Bu, dari tadi ada yang mencari anda" Ucap Mira Sekertaris Arief.
__ADS_1
"Siapa yang mencari ku? pak Arief? bukankah dia belum masuk" Tanya Cantik heran.
"Bukan Pak Arief tapi..."