
"Justru kamu harus biarkan orang baru itu masuk dan mengobati lukamu sayang, biarkan rasa sakit itu sembuh dengan cinta yang baru" ibu menimpali pembicaraan ayah dan anak itu.
"Aku masuk dulu Bu, yah" Sepertinya lelah untuknya harus menjelaskan tentang perasaannya pada kedua orang tuanya itu, jika di jelaskan sekalipun mereka mungkin tak akan mengerti bagaimana rasanya menjadi dirinya.
Ayah dan ibu pun mencoba mengerti bahwa anak perempuan satu-satunya itu belum siap untuk menjalin lagi hubungan, apa lagi hubungan serius.
Nada dering musik khas Sunda Dadali Manting pun mengalun merdu di handphone milik bapak paruh baya itu.
Dewa memanggil.....
"Assalamualaikum Wa."
"Waalaikumsallam yah, Besok akan ada beberapa orang yang mau main ke rumah kita yah, sampaikan sama ibu, ibu masak yang banyak, yang enak gak usah mewah khas Sunda aja yah!"
"Siapa yang mau datang wa?"
"Bos Dewa mau main yah, sekeluarga, mereka ingin kenal dengan orang tuaku"
"Iya, iya kira-kira berapa orang? nanti takut kurang makanan nya wa"
"7 orang sepertinya nya, ibu mana?"
"Ibu sedang ke kamar mandi, nanti ayah sampaikan semua sama ibu"
"Makasih yah, Besok Dewa hubungi lagi, Assalamualaikum ,"
"Waalaikumsallam."
Panggilan telepon dari anaknya itu terputus.
Ibu yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ayah yang sedang terbengong di teras rumahnya itu.
"Siapa yang nelpon yah?"
"Dewa Bu, dia bilang besok akan ada tamu dari sana mau main kesini Bu, mau kenal sama kita katanya"
"Siapa yah?"
"Katanya keluarga bos nya Dewa Bu, ibu suruh masak yang banyak, yang enak katanya, siang datangnya katanya"
__ADS_1
"Berarti besok Ayah jangan ke ladang dulu, biar Iyan yang ngurus semua, tak enak yah jika tak ada ayah di rumah"
Ayah mengangguk pertanda ia menyetujui keinginan istrinya itu.
Ibu memasak nasi liwet, ayam goreng, gurame bakar dan nila bakar yang di ambil langsung dari kolam milik ayah, serta berbagai lauk tambahan yang jumlahnya cukup untuk 20 orang, Cantik yang kala itu Sedang tak ada mata kuliah, hanya tugas skripsi nya saja yang belum rampung sepenuhnya, dan itu bisa dikerjakan di rumah, ikut membantu memasak.
Semua masakan sudah siap, tinggal di tata saja tatkala tamu itu datang.
Karena bau masakan menempel kuat di pakaian keduanya, ibu dan cantik segera membersihkan diri, takut tamu keburu datang.
Ibu juga menyediakan berbagai macam cemilan dan buah-buahan yang di petik langsung dari kebun buah milik pak Rian yang dikelola oleh ayah.
Hingga waktu bada Zuhur akhirnya tamu yang sudah dinanti sejak tadi datang, mereka menggunakan 3 buah mobil. Seluruhnya tamu itu ada 8 orang termasuk kak Dewa.
Mereka turun dari mobil dan di sambut oleh ayah di depan, sementara ibu menunggu di teras bersama Anak dan cucunya.
"Abi pulang...." Kay berteriak dan berlari ke arah Dewa. Dewa merentangkan tangannya menyambut Kay.
"Sayang nya Abi, sudah bisa berlari, sudah sembuh sayang?" Kay segera memangku anak laki-laki tampan itu, di gendongnya menuju kursi yang terletak di teras rumah.
Seorang Gadis memandang pemandangan yang sangat aneh itu dengan dahi yang mengkerut.
'Abi? kok Abi sih, emangnya a Dewa udah punya anak apa?" batin gadis cantik yang datang bersama dewa itu.
"Selamat datang di gubuk kami ini bapak dan ibu, silahkan di nikmati hidangan seadanya ini."
"Wah, pak Bu, ini bukan seadanya tapi segala ada." Ucap bapak-bapak paruh baya yang rambutnya sudah memutih semua itu.
Dia adalah Bapak Wildan bos sekaligus Calon mertua Dewa, beliau adalah pemilik perkebunan teh, dan juga kebun wisata stroberi yang Dewa urus.
Diana gadis yang sedari tadi berasumsi bahwa Kay adalah anaknya Dewa itu, adalah kekasih Dewa, yang baru beberapa bulan ini menjalin kasih.
Maksud dari kedatangan mereka kesini adalah untuk membicarakan hubungan Dewa dan Diana yang menjurus kearah serius.
Mendengar pernyataan pak Wildan ayah dan ibu tentunya terkejut, tak di sangka anak sulungnya itu sudah mempunyai kekasih dan berniat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
"Seharusnya, Saya pak orang tua pihak laki-laki yang mendatangi rumah pihak perempuan, tapi ini sebaliknya, gimana ini wa? bapak jadi malu sama pak Wildan."
Di Sebelah Dewa yang sedang memangku Kay, nampak wajah Diana seperti di tekuk, ingin rasa hati menanyakan siapa Kay itu, tapi ia tak berani.
__ADS_1
Kay masih saja bergelendot di pangkuan ua nya itu, Kay sangat manja bila ada Dewa dan Rama datang.
"A, aa kok gak bilang sih, kalau ada sudah punya anak." akhirnya Diana berani juga bersuara.
uhuk..
Dewa tersedak mendengar ucapan kekasihnya itu.
"Anak? maksud nya Kay?" Bukannya menjawab Dewa malah tersenyum jahil.
"Kay, Onti Diana mau tanya katanya, Kay anak nya siapa sih?" Ucap dewa pada anak manis itu.
"Kay, Anak mami, Kay juga anak Abi Dewa, sama Papa Rama, Sama om papi Arga" Ucapnya enteng.
Diana semakin bingung mendengar ucapan Kay,
Dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu.
Mami nya satu, ayahnya 3
Dewa menjelaskan kepada kekasihnya yang sepertinya salah paham terhadapnya itu,
"Dia anak adikku di, Ayah ya gak ada, jadi dia manggil aku Abi, dan Adikku Rama denga Papa"
Diana tersenyum mendengar penjelasan Dewa.
"Sayang mulai sekarang panggil Onti Diana, Umi Diana ya? haha" Ucap gadis keturunan Betawi itu sambil tertawa geli mendengar ucapannya sendiri.
"Iya Umi" ucap Kay polos.
"Abi Dewa, aku jadi umi ih, belum nikah sudah punya anak, haha" Lagi-lagi gadis yang humoris itu kembali tertawa, setelah beberapa saat tadi dia cemberut mengira bahwa dewa telah punya anak.
Setelah berbicara panjang lebar dan juga menikmati hidangan yang telah di sediakan ibu, akhirnya telah diputuskan bersama, bulan depan Akan diadakan pertunangan antara Dewa dan Diana, Acara akan di langsungkan di rumah keluarga Pak Wildan.
"Aa sayang banget sama Kay di, aa harap kamu bisa juga sayang sama anak tembem ini ya di!" Kay masih betah duduk di pangkuan Dewa yang kini telah berpindah tempat di kursi teras.
"Ia a, Aku akan sayang kepada anak ini, seperti kamu menyayanginya." Diana membelai rambut Kay dengan tulus.
Walau tak ada ayah kandung di sisi nya, Kay dikelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya.
__ADS_1
***
Satu bulan berlalu kini saat yang paling di tunggu oleh Dewa hampir tiba, hari ini dia akan mengikat gadis yang sangat dia cintai itu dengan tali pertunangan.