Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 34 End


__ADS_3

Aku menulis kalimat itu lalu aku hapus lagi, aku menulisnya lagi lalu aku coret lagi, aku menulisnya lagi lalu aku robek kertas itu dan sekalian aku buang ke tempat sampah.


Begitu seterusnya, sungguh sangat sulit, ya sudah lah bagaimana nanti saja, aku serahkan pada Tuhan, semoga Tuhan mau membantu aku yang tidak tahu malu ini.


'Ya Tuhan Maafkan aku ini!'


Setelah aku memberi tahu orang tua ku, aku akan membawa cantik memeriksakan kandungan nya kepada kakak ku, kak Nadine, dia dokter kandungan yang hebat, usianya masih muda 25 tahun tapi dia sudah berhasil menyabet gelar dokter kandungan terbaik se-provinsi.


Sore ini aku akan berangkat ke Jakarta menemui papa yang kebetulan sedang ada di sana, tadinya papa dan mama akan kemari, tapi tak jadi karena papa ada urusan di Jakarta.


Sebelum berangkat aku harus meminta Cantik mendoakan ku, ya aku akan kirim pesan saja...


"Yang doakan aku ya...!"


Pesan berhasil terkirim, dan sudah terbaca tapi kenapa dia belum membalas, apa dia masih marah kepadaku?, ya sudah aku telpon saja.

__ADS_1


'Maaf pulsa yang anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini, silahkan isi ulang pulsa anda'.


Sampai lupa isi ulang pulsa, dan pantas saja dia tak membalas pesan dari ku, mungkin pulsanya juga sudah habis, karena aku lupa menafkahinya pulsa.


Arief... Arief...


Karena hari sudah sore aku takut kemalaman sampai di Jakarta, aku segera pergi saja, tadinya aku akan pergi dengan mobil tapi rasanya akan lebih cepat menggunakan motor, terlebih sekarang usiaku sudah cukup untuk mempunyai SIM jadi aman lah tak akan ada yang malak nanti di jalan karena tak ada SIM.


Si merah ini motor sport kesayangan ku, motor yang aku beli dengan uang ku sendiri. Sampai kapanpun dia akan terus menemani ku, kemana pun dia akan aku bawa, ya walau kadang-kadang aku juga suka meminjam moge milik papa sih, rasanya nyaman juga, sayangnya aku belum mampu membeli motor semahal itu, kalaupun ada uang tak akan aku belikan motor seperti itu, lebih baik aku beli rumah untuk Aku Cantik dan anakku kelak.


Aku melajukan motorku pelan-pelan, pikiranku sungguh tidak fokus begitu banyak kata-kata yang menumpuk di kepalaku yang belum aku susun menjadi sebuah kalimat yang pas yang nantinya akan aku sampaikan pada papa.


Kata-kata itu bertebaran di otak ku dan mengganggu konsentrasi ku menyetir.


tapi Alhamdulillah sudah sampai Jakarta sebentar lagi akan sampai di komplek rumah ku...

__ADS_1


Eh ....


POV Arief end guys....


'Kenapa end atuh, pan belum jelas kenapa Arief meninggalkan cantik begitu saja kenapa harus end Arief. Kasihan kan si cantik sendirian menghadapi semuanya.


Terus kamu kemana coba kenapa kamu pergi tanpa pamit? kenapa kamu menghilang?


Apa karena papa tak merestui kamu? atau karena papa benar-benar mencincang kamu? atau juga menembak kamu dengan pistol milik nya?


Atau kamu malah memiliki kekasih lagi? sebenernya kamu itu kemana sih rif? author bingung ini, mencari alasan yang menarik kenapa kamu meninggalkan Cantik.


Selanjutnya Novel Jangan panggil aku Cantik! akan menggunakan POV Author jadi semua pertanyaan akan mudah di jawab, dan semua kisah dari Arief atau pun cantik akan tersedia lengkap di bab selanjutnya...


Sampai jumpa di bab selanjutnya ...

__ADS_1


__ADS_2