Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 46 Membuka Hati


__ADS_3

Bukan hanya mereka berdua saja masih ada yang lainnya yang menjadi sasaran kemarahan Arief di hari pertama ia menjadi bos di sana.


****


Hari berganti hari, di tempat yang berbeda, perjuangan wanita cantik yang bernama Cantik itu tak sia-sia, lagi-lagi dia berhasil lulus dengan nilai terbaik.


Rama menyarankan kepada adiknya itu untuk melamar pekerjaan di perusahaan milik ibu dari Nadine dan Arga itu, kebetulan saat perusahaan itu sedang membutuhkan beberapa orang desain interior yang berkualitas, dan Rama yakin dengan kemampuan adiknya itu dia akan di terima dengan mudahnya.


Cantik sengaja tak memberitahukan itu pada Nadine dan Arga, tentu saja untuk menghindari bantuan dari mereka supaya masuk dengan mudah, dia hanya ingin masuk karena kemampuannya sendiri bukan bantuan orang lain.


Sebenarnya bukan tak ingin ia melamar ke perusahaan lain, tapi saat ini perusahaan itu lah yang yang paling pesat perkembangannya, dan itu akan menjadi batu loncatan yang baik bagi dirinya jika suatu saat nanti dia akan menjadi arsitek mandiri.


Setelah melalui beberapa wawancara dan beberapa tes akhirnya ia diterima sebagai Desainer interior. Beruntung nya dia bekerja di cabang Bandung bersama kak Rama, tentu saja itu akan memudahkannya.


Dia hanya bingung mengatur waktu untuk anaknya Kay. Untunglah ada Diana istri Dewa yang mau membantu mengasuh Kay bersama ibu.


Setelah beberapa bulan menikah, Dewa dan Diana memutuskan untuk tinggal di Bandung, walaupun hanya sementara, setidaknya Dewa ingin mewujudkan cita-citanya di masa lalu yaitu untuk mengembangkan sistem pertanian modern bersama ayahnya.


Dewa adalah seorang insinyur pertanian yang lulus dari institut pertanian di kota hujan. Ilmu yang didapatnya selama mengenyam pendidikan di sana tentu akan bermanfaat bagi dirinya saat ini.


Sebelumnya di kota tersebut Dewa sudah lebih dulu mengembangkan perkebunan milik mertuanya Pak Wildan, dan sekarang dia akan mencoba mengembangkan pertanian milik ayahnya.


Sistem kontemporer yang ayahnya lakukan sejak dulu, perlahan akan berubah menjadi sistem pertanian modern seperti di Jepang dan negara lainnya.


Hal itu juga di beritahukan kepada Pak Adrian selaku pemilik tanah yang ayah kelola, pak Adrian menyambut dengan baik ide tersebut, dan juga beliau bersedia menanamkan modalnya kepada Dewa.


Diana sangat bahagia tinggal di sana bersama keluarga Dewa, mereka begitu menyambut dengan baik kedatangan Diana, termasuk dengan Kay, Lagi-lagi Kay mendapatkan kasih sayang baru dari umi nya, ya Dewa dan Diana di panggil Abi dan umi.


Sungguh beruntung nasib anak itu, walau tak ada ayah kandung yang menyayanginya, Kay selalu mendapatkan kasih sayang penuh dari semua orang di sekitarnya.


***

__ADS_1


Bertahun-tahun hidup seorang diri tanpa pendamping, Cantik membesarkan anak yang bernama Kay dengan sangat baik, Kay tumbuh menjadi anak yang baik, sopan, pintar dan tentunya dia anak yang Sholeh.


Ada kebanggaan tersendiri bagi Cantik memiliki Kay.


Jika saja kamu tau Rif anak mu tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar bahkan wajahnya sangat tampan seperti mu. kamu pasti akan bangga padanya Rif, kamu pasti akan menyesal telah meninggalkan dia bersamaku.


Walau dia coba membenci Arief dengan sekuat hati, tapi rasa rindu yang dimilikinya lebih besar dari pada rasa sakit saat Arief meninggalkannya.


Aku memang wanita bodoh Rif, sejak dulu aku begitu mencintai kamu, bahkan saat kamu menyakiti ku sekalipun, aku tetap mencintai mu.


Ya Wanita itu sedari dulu memang merasa bahwa dirinya bodoh, dirinya begitu dibutakan dengan yang namanya cinta, bahkan cinta itu telah tumbuh sejak masa SMP, Cinta monyet yang berubah menjadi cinta sejati.


Semua itu benar Cantik, Cinta kamu dan Arief itu adalah cinta yang sejati, jika mungkin kecelakaan itu tak terjadi pada Arief mungkin saat ini kalian akan membesarkan Kay bersama, dengan penuh kasih sayang.


...


"Mami, tadi Umi sama Abi, bawa aku jalan-jalan" ucap anak manis itu dengan antusias.


"O ya..? jalan-jalan kemana sayang?" Cantik merangkul anak itu.


"Om Alga mami, maaf!" Kay menunduk, takut maminya marah saat mendengar Kay memanggil Arga Papi.


Cantik mencium pucuk kepala anak nya itu,


Lagi dan lagi, Kay menganggap Arga papinya, Rasa sakit itu kembali menyeruak di hati nya.


Arga memang baik pada Kay ataupun dirinya, berulang kali dia cipratkan perasaanya pada wanita satu anak itu, dia luapkan perhatian dan kasih sayang nya pada Kay dan Cantik, tapi dia belum berani mengatakan nya secara langsung, ia masih sedikit takut dengan penolakan yang akan cantik lakukan padanya.


Arga tahu pasti bagaimana keadaan cantik saat ini, dia tau wanita yang dia sayangi itu masih mengalami trauma tersendiri terhadap laki-laki yang ingin menjalin hubungan dengan nya.


Karena itu lah Arga enggan mengungkapkan nya pada Cantik, biarlah waktu dan perhatiannya saja yang akan memberitahukan perasaan yang sesungguhnya.

__ADS_1


Begitupun dengan Cantik dia tau pasti perasaan Arga terhadapnya walau Arga belum mengungkapkannya secara langsung, tapi dia yakin Arga mencintainya.


Pria bernama Arganata itu begitu menyayangi Kaede Rukawa, begitupun sebaliknya.


Cantik takut dengan perasaan Kay yang berlebihan untuk Arga, dia takut jika suatu hari nanti Arga menyatakan perasaan padanya dan dia menolaknya, tentu Arga akan marah padanya dan pasti dia akan menjauhi Kay.


Lalu terbersit di pikiran wanita yang kini tengah memulai karier nya sebagai Arsitek pemula itu.


'Apa harus aku membuka hatiku untuk mas Arga dan mulai melupakan Arief, apa aku bisa ? apa aku sanggup melupakan Arief demi Arga?'


Saat lamunan nya menerawang jauh, tiba-tiba meja kerjanya di gebrak oleh seseorang.


"Hey, jangan melamun..!"


Cantik terkejut, dia mendongakkan wajahnya ke asal suara itu.


Terlihat di sana wajah yang tak asing lagi bagi nya.


"Mas Arga kenapa ada di sini?"


"Aku sengaja kesini untuk mu, ada yang harus aku bicarakan"


Hazel berwarna biru itu terus menatapnya lekat, sepertinya Cantik mulai menerka-nerka apa yang akan Arga katakan.


" Iya, sebentar lagi jam kantor berakhir, kamu bisa nunggu aku di kantin saja mas, tak enak jika menunggu di sini, aku masih orang baru disini"


Arga menuruti keinginan wanita yang ia sayangi itu, dia melangkahkan kakinya menuju ke sebuah kantin khusus karyawan di sana.


Tentu saja banyak yang menyapanya, karena Arga adalah putra dari sang pemilik perusahan tersebut.


Tak terkecuali beberapa karyawati yang sepertinya tertarik dengan nya.

__ADS_1


"Pak Arga, sendirian saja? boleh kami bergabung?" Ucap salah satu dari mereka.


"Maaf saya sedang menunggu seseorang"


__ADS_2