
Aku jadi ingat saat kami berdua berboncengan...
so sweet, hahaha...
Lamunanku terbuyar kan oleh suara klakson angkot yang berhenti tepat di hadapanku..
Hari sudah mulai mendung, mungkin sebentar lagi juga akan hujan.
Dan benar saja belum lama mobil berwarna kuning itu berjalan, hujan sudah mulai turun...
Tunggu...! tunggu...!
Aku melihat seseorang yang sangat aku kenal, sia berlari ke arah sebuah teras toko yang sudah tutup, sepertinya dia akan berteduh..
Ya dia Cantik, sedang apa dia di sana?. tanpa pikir panjang aku turun di sana..
Aku menepuk punggungnya...
''boleh aku ikut berteduh disini...?" tanyaku pada gadis itu. dia menoleh dan berkata.
"Arief, Sedang apa kamu disini?"
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, kenapa anak perempuan seperti kamu berada di tempat seperti ini? saat hujan pula.."
"Aku sedang berteduh" jawabnya ketus, kenapa sih dia itu?
"kenapa pulang berjalan kaki?" tanyaku seperti mengintrogasi.
"hanya ingin saja, kamu sendiri kenapa di sini?
"tadi di angkot aku melihat seseorang berlari kehujanan, lalu aku menghampirinya"
"kenapa menghampirinya?"
Ekspresi wajahnya semakin membuat aku penasaran, ada apa dengan makhluk PMS Itu?
"ingin saja, apa tidak boleh" jawabku.
"Tidak , terserah kamu saja, tidak ada urusannya denganku"
Ya ampun, gadis ini sungguh sangat menguji kesabaranku.
"Kamu itu kenapa sih? kenapa ketus sekali terhadapku?"
"kata siapa? aku biasa saja" jawabnya sembari memalingkan muka dari hadapanku.
Aku tahu betul siapa kamu Cantik, jangan coba-coba membohongiku.
"biasa apanya? Atau jangan-jangan yang kamu harap disini itu bukan aku? tapi si otak udang itu kan?"
"kenapa bawa-bawa rangga? tak ada hubungannya dengan rangga"
Sudah terlanjur akan aku sampaikan saja padanya unek-unekku tentang si otak udang itu...
"Aku tak suka kamu dekat-dekat dengan si Rangga terus"
__ADS_1
"Kenapa? ya wajar lah, aku dekat dengan dia, orang aku sebangku sama Rangga,"
"Iya tapi, sekarang kamu kemana-mana sama si otak udang itu,"
"Namanya Rangga bukan otak udang.."
"Tuh kan di belain terus kesayangan nya? kamu berubah cantik"
"Kamu itu kenapa sih rif? bukannya kamu yg berubah, kenapa menyalahkan aku?"
"Aku masih sama seperti Arief yg Dulu, aku tidak berubah.."
"Kamu Sekarang terlalu sibuk, ngurusin OSIS terus, atau mungkin ngurusin wakil ketua OSIS .''
Oh jadi karena itu dia sensi terus kepadaku,,,
" Jadi kamu cemburu Sama si Manda ?"
"Stop, kamu jangan sebut namanya di depan aku..!" dia menutup telinganya dengan kedua tangannya. haha hatiku bersorak mendengar dia mengatakan itu.
"Tuh kan kamu cemburu sama si manda"
"siapa yg cemburu enak saja" jawabnya...
"Tapi Aku cemburu sama si Rangga..". aku mendekat kepadanya. dan menatap tajam matanya.
"Apa maksud kamu...?"
"Aku tak suka kamu bersama Rangga terus, saat aku mendatangi kamu ke kelas, kamu selalu bersama dia, tertawa dan tertawa bersamanya, sungguh sangat romantis, apa lagi saat dia membelai rambut kamu, aku benci itu" akhirnya lepas juga semua itu dari mulutku.
"Romantis, romantis apanya? jangan mengada-ngada kamu, bukannya kamu ya yg selalu berduaan dengan wa ketos itu?? sepertinya kalian berpacaran kan?? makanya kamu terus menghindar dari aku"
"Tuh kan kamu memang cemburu sama Manda.."
"Sudah aku bilang, jangan sebut namanya..!"
Dia tetap keukeuh tidak mengakuinya.
Dengan sengaja aku menyebut nama Manda berulang kali,
"Manda , Manda, Manda, Manda.."
"Arief....." dia memukul- mukul dadaku sepertinya dia marah,
Aku menghentikan tawa dan memegang tangannya yg sedari tadi memukul ku...
"iya iya, stop Cantik itu sakit,,,!,
aku tak akan sebut namanya lagi, tapi kamu juga jangan sebut nama Rangga lagi di depan aku.."
"Kenapa??" tanyanya kepadaku, Ya ampun masih bertanya juga.
"Karena aku cemburu padanya.. sudah kamu juga mengaku saja, kalau kamu cemburu juga kan aku deket-deket sama man,, ehh wa ketos itu??"
"Kenapa harus cemburu, kamu bukan pacar aku, dan aku bukan pacar kamu kok, kenapa aku harus repot repot cemburu, sungguh sangat buang-buang waktu"
__ADS_1
dia memalingkan wajahnya, aku lihat pipinya merona merah, dan matanya berkaca-kaca, seolah ingin menumpahkan isinya..
"ya sudah kalau gitu mulai sekarang kita pacaran saja...
kan jadi ada alasan kenapa aku cemburu sama si otak udang itu, dan kamu cemburu sama si wa ketos itu.."
"Maksud kamu apa si rif? jangan main main..!"
"aku serius, aku suka sama kamu, cantik..."
Seperti nya dia tidak percaya dengan kata-katau barusan, dia mencubit tangannya sendiri, lalu mengelus-ngelus tangannya.
"aww sakit..." ucapnya.
"Kenapa di cubit ini bukan mimpi,"
Aku memegang tangan nya..
"Aku suka sama kamu cantik, maukah kamu jadi pacar aku?? nampaknya dia masih tak percaya padaku.
"Jangan bercanda Rif, itu tidak lucu"
"Aku serius Cantik, siapa yg bercanda, pokoknya mulai sekarang kita pacaran, tak ada tapi-tapian, apa lagi penolakan, aku tak bisa menerima penolakan dari kamu.."
tegas ku, aku sudah tak sabar lagi...
"apa-apaan sih Rif ?? apa kamu kira aku gadis bodoh yg akan percaya dengan ucapan mu itu, tadi saja aku lihat kamu bermesraan dengan Manda di taman, terus Manda memberikan kamu cokelat, itu kan artinya kamu dan Manda........"
Cantik kamu masih salah faham saja kepadaku,
"stop...! jadi itu yg membuat kamu marah padaku, apa ini penyebabnya??" aku menghentikan ucapannya..
Lalu aku mengambil cokelat yang tadi aku beli dari manda,
"Aku memang mendapatkan ini dari Manda, tapi ini tidak gratis aku membeli dari nya,, bahkan ini di disain khusus untuk kamu... lihat ini...!"
Aku menunjukan cokelat itu kepada nya, dia hanya terdiam melihatnya.
"Kamu pasti tak tahu kan, kalau Manda itu berjualan coklat, bahkan banyak sekali anak yg membeli darinya.
kamu salah paham padaku cantik... aku dan Manda tak ada hubungan apa-apa, tak seperti yg kamu kira, kami hanya berteman, kamu percaya kan pada ku?"
Dia mengangguk,
" Apa itu artinya, kamu menerima aku?"
dia mengangguk lagi, apa itu artinya....
"Yes, yes, yes," aku bersorak kegirangan, sungguh memalukan, tapi tak apalah aku sangat senang..
"Benarkah itu cantik, jadi sekarang kita pacaran??"
Dia tidak menjawabnya, dia hanya menundukkan kepala nya sepertinya dia malu, ya dia gadis yang sangat pemalu..
Kami menghabiskan coklat itu bersama, eh sebenarnya aku sih yang habiskan, dia hanya mencicipi sedikit saja, entah kenapa cokelat itu rasanya enak sekali, mungkin karena aku lapar, atau karena aku sedang bahagia...
__ADS_1
Hujan mulai reda, kami memutuskan untuk pulang secepatnya, sebelum hujan kembali turun..
Rasanya tak rela saat melepasnya turun terlebih dahulu..