
Jegeerrr....
Sebuah motor yang dikendarai seorang anggota TNI itu menabrak tubuh mungil Kay.
"Kay...." Cantik menjerit melihat anaknya yang terjatuh.
Kay kehilangan kesadarannya. Pengendara motor itu dengan sigap menggendong Kay, dan segera mencari kendaraan untuk membawa Kay ke rumah sakit terdekat.
Ibu dan kedua kakak cantik, segera berlari melihat kecelakaan itu, awalnya mereka tak tahu bahwa yang tertabrak itu Kay.
Mereka membawa Kay dengan mengendarai mobil milik Dewa.
Sementara si pelaku dan seorang temannya mengekor di belakangnya. Orang itu tentu saja akan bertanggung jawab atas kelalaian nya.
Setelah beberapa menit mobil berhenti di sebuah rumah sakit.
Kay segera di tangani oleh dokter di sana.
"Maaf kan saya Bu pak!, tadi saya tidak melihat ada anak yang berlari menyebrang sendirian."
"Iya, ini salah saya, saya yang lalai menjaga Anak saya, saya ibu yang buruk" Ucap cantik sambil terus menangis.
'Cantik '
Kata pertama yang terlintas di hati pria tampan yang di dada nya tertulis nama Arganta itu.
Ya sejak pertama melihat wanita itu, Arga sudah merasa sangat kagum pada paras cantik ibu dari anak yang ia tabrak barusan.
Tapi masa ia dia mengagumi istri orang, bahkan mungkin salah satu dari 2 orang yang tengah panik bersama nya itu adalah suaminya.
Dokter menjelas kan bahwa harus segera dilakukan operasi secepatnya, Kay kehilangan terlalu banyak darah, dia harus segera mendapatkan transfusi darah secepatnya juga, dan golongan darah Kay AB resus negatif, Golongan darah yang sedikit susah dicari.
Apa lagi golongan tersebut saat ini sedang kosong di PMI RS tersebut, pihak RS juga sudah menghubungi PMI lain di sekitar, dan semuanya kosong.
"Bagaimana ini Bu kak? bagaimana kita dapat donor untuk kay" Cantik terus saja menangis.
__ADS_1
"Ayah kandung Kay, Cantik, ayahnya pasti bergolongan darah yang sama dengan Kay, siapa dia? dimana dia?" ucap Dewa.
Ya benar Cantik tahu betul golongan darah Kay sama persis dengan Arief, tapi dimana Arief sekarang dia tak tau.
"Tapi aku tak tau dimana dia sekarang, aku tak tau dimana dia, bagaimana anakku kak?" Cantik duduk bersimpuh, lututnya seolah tak kuat lagi menyangga tubuhnya itu.
'Ternyata mereka berdua bukan suami wanita ini '
batin Arga, ada kelegaan tersendiri dalam hati pria gagah berseragam loreng itu mendengar bahwa ayah dari anak itu tak tau dimana.
"Ambil darah saya sebanyak yang dibutuhkan dok, golongan darah saya sama dengan anak ini" Ucap Arga pada seorang dokter yang ada bersama mereka semua.
Mereka semua mengusap dada lega, akhirnya mereka tak perlu kesusahan mencari.
"Terima kasih pak" Ucap Cantik seraya memegang tangan Arga.
Entah apa maksud dari Tuhan mempertemukan mereka berdua, yang pasti saat ini Ada aliran listrik yang menyengat hati pria yang usianya lebih muda 1 tahun dari cantik itu.
Ada getaran yang berbeda yang Arga rasakan pada Cantik, getaran yang disebut, Love at the first sight.
Sungguh sangat tidak manusiawi, disaat semua orang menangis khawatir akan keadaan anak yang ia tabrak barusan, Arga malah jatuh cinta pada ibu dari anak itu, dasar hati dia selalu tak tau waktu dan tempat.
Dokter segera mengambil darah Arga sebanyak 2 labu, Arga yang masih Lelah karena tadi telah melakukan aktifitas sebagai pengisi acara di ultah TNI itu, tentu saja merasa sedikit pusing karena banyak darah yang dia ambil.
Setelah beristirahat sejenak, dia kembali bergabung bersama keluarga yang telah menanti cemas itu.
Arga di temani Hendrik sahabatnya yang berasal dari Ambon itu.
Dokter segera melakukan tindakan pada Kay, Cantik menunggu dengan cemas, air mata tak henti mengalir di pipinya, rasa takut kehilangan anak satu-satunya itu, jauh lebih besar dari rasa sakit saat ditinggalkan ayah dari anaknya dulu.
Ingin rasa hati dia menjerit memanggil Arief untuk datang melihat anak nya yang sedang dalam kondisi kritis saat ini. tapi apa daya tangan tak sampai.
Cantik melihat pria yang telah menabrak anaknya itu, selalu melihatnya lekat, entah apa maksud dari pria yang wajahnya sedikit mirip dengan ayahnya Kay itu. Ya Wajah Arga sangat mirip dengan Arief karena sebenarnya dia adalah adik kandung Arief.
Sungguh takdir masih mempermainkan wanita itu, ia begitu dekat dengan orang-orang di sekitar Arief, tapi karena kebungkaman nya tentang siapa ayah Kay, hal yang sesungguhnya dekat itu menjadi sangat jauh.
__ADS_1
"Nama saya Arga, Bu pak, ini teman saya Hendrik" Arga memperkenalkan diri pada keluarga itu.
"Saya akan bertanggung jawab atas anak itu, saya akan membiayai semua perawatan anak itu sampai selesai, sampai dia sembuh seperti sedia kala" ucap Arga dengan yakin.
"Terima kasih pak Arga, saya Cantik ibu nya Kay, dan beliau neneknya Kay, dan itu 2 kakak saya Dewa dan Rama" Cantik memperkenalkan diri dan keluarganya pada Arga.
Sungguh dia ingin sekali marah pada pria yang telah menabrak anaknya itu, tapi dilihat dari segi manapun, dirinya yang bersalah, dia yang telah lalai menjaga Kay, sampai dia lepas dari pengawasannya dan terjadilah kecelakaan itu.
***
Disebuah apartemen elite di negara singa, Seorang pria tampan yang berwajah sedikit mirip dengan orang yang menabrak Kay, tiba-tiba menjatuhkan gelas yang sedang ia pegang.
"Sial, ada apa ini, kenapa perasaan ku jadi tak enak" Ucap Arief dalam bahasa Inggris.
Ya saat ini Arief adalah seorang yang baru, sudah bertahun tahun sejak kecelakaan itu, Arief tinggal dan menetap di Singapura bersama mamanya, Dulu sebelum Arga melanjutkan sekolah militer Arga tinggal bersama mereka. sementara Arief melanjutkan sekolah dan berkuliah di sana.
Arief Melupakan semua masa lalunya, lebih tepatnya lagi lupa dengan semua masa lalunya, Dia melupakan dirinya, orang-orang yang dikenalnya, beserta semua kenangan yang telah ia lewati sebelumya.
Tapi otaknya masih tetap jenius seperti dulu, dia menyelesaikan S1 dalam waktu yang singkat, dan sekarang dia tengah melanjutkan S2 di universitas yang sama.
Wajahnya kini berubah semakin tampan dan dewasa, perangainya juga berbanding terbalik dengan Arief yang dulu, yang hangat dan baik hati.
Kini bagaikan bumi dan langit, Arief yang sekarang menjelma menjadi pria dingin, yang acuh terhadap semuanya, bahkan mungkin jika ada orang yang jatuh di hadapannya dia tak akan sudi menolongnya, dia hanya akan mengabaikannya.
Dia hanya fokus belajar, belajar dan bekerja. Arief adalah seorang Arsitek muda berbakat di negara singa itu, walau kehilangan ingatannya tapi minatnya terhadap dunia arsitektur masih melekat kuat di dirinya.
Terlebih dukungan dari mama nya, Galuh yang juga seorang arsitek hebat di Indonesia. Selain itu dia juga seorang desain interior yang sangat terkenal di kalangan menengah ke atas.
Mama Galuh memiliki perusahaan di bidang arsitektur dan juga properti, berbagai arsitek handal bergabung dengan perusahaan yang ia dirikan sendiri itu.
Jika suami dan anak ke 3 nya memiliki profesi yang sama yakni sebagai TNI AD. Maka ia dan Anak kedua nya memiliki profesi yang sama juga sebagai arsitek handal. Sedangkan anak pertamanya memilih profesi sesuai keinginan nya sendiri, yakni sebagai dokter kandungan.
Hati Arief semakin gelisah, tak tahu mengapa tapi yang jelas saat ini dia merasa khawatir akan suatu hal dan sama sekali dia tak mengetahui nya.
Itu benar, walaupun ingatannya rusak, tapi kontak batin terhadap anaknya masih terjalin erat, walaupun dia sendiri tak tau menahu tentang keberadaan darah dagingnya itu.
__ADS_1