
Tamu itu mengelus kepala ku,
Entahlah kenapa beliau melakukan itu kepadaku..
"Kamu sudah pulang nak?"
tanya ayah,
"Sudah Yah," jawabku singkat..
Aku pun segera masuk ke kamarku dan mengganti baju seragam ku,,,
setelah selesai, aku sengaja menempelkan telingaku di pintu kamar, tujuannya apa lagi kalau bukan untuk menguping pembicaraan mereka..
Aku penasaran kenapa ada seorang tentara yg datang ke rumahku, setelah beberapa waktu mencuri dengar apa yg mereka bicarakan, akhirnya aku tau siapa beliau itu, dia adalah pemilik tanah yg ayah garap untuk berkebun, bapak itu mengecek pembayaran pajak tanah miliknya apakah sudah lunas atau belum, untunglah ayah ku adalah orang yg sangat bertanggung jawab, beliau tidak pernah lalai dalam menjalankan kewajiban nya membayar pajak tanah yg di garap nya itu.
Dari percakapan itu juga nampaknya bapak tentara itu akan memperluas tanahnya, dia menyuruh ayah untuk mencari tanah lain yg berdekatan dengan lokasi ladang ayah tersebut.. dan beliau juga akan memberikan komisi pada ayah jika berhasil mencari tanah yg di inginkan bapak itu..
itu artinya Alhamdulillah tandanya pintu rejeki ayah akan segera terbuka, semoga ayah bisa segera mendapatkan rezeki itu..
Rasanya aku pernah melihat bapak itu, tapi dimana ya? aku lupa sepertinya...
Tak lama setelah itu terdengar suara mesin mobil yg menyala, itu artinya tamu ayah sudah pulang, aku membuka pintu kamarku, dan di sambut ibu dan ayah..
"Cantik, ini buat kamu."
Ayah memberikan selembar uang senilai 100 ribu,
" Kenapa banyak sekali yah? uang dari mana?" aku bingung.
"ini untuk kamu, dari pak Rian , untuk jajan katanya.. untuk kakak mu juga ada.."
"Baik sekali dia yah, memberikan uang sebanyak ini"
"iya, doakan ya, semoga ayah cepat dapat rejeki lagi, nanti kita bisa membeli motor, untuk kalian sekolah"
Aku menganggukkan kepalaku...
Tak lama kak Dewa pulang, di susul dengan kak Rama, mereka berdua juga sangat senang mendapatkan uang itu..
.....
Kami berlima duduk di meja makan untuk menikmati sajian makan malam, walaupun dengan menu yg sederhana tapi rasanya sungguh sangat nikmat masakan buatan ibu itu...
"Bu aku ambil 50 ribu saja, sisanya buat ibu saja, buat beli lauk" kak Dewa memberikan uang 50 ribu kepada ibu,
__ADS_1
Aku dan kak Rama juga melakukan hal yg sama, ibu berusaha menolak pemberian anak-anaknya tapi kami bertiga memaksa ibu, toh uang itu juga pada ujung-ujungnya akan di makan juga oleh kami bertiga, jadi ibu mau menerimanya..
Uang segitu untukku sangat besar, bayangkan bekal sekolahku saja saat ini hanya 5ribu, iya dulu sebelum tarif angkot naik, bekalku malahan hanya 3rb...
………
Matahari pun menyingsing, Kami bertiga berangkat sekolah bersama seperti biasa.
saat di jalan sebelum naik angkot..
aku berbisik kepada kak Rama.
"kak, nanti kalau di angkot aku memberikan isyarat seperti ini(aku mengedipkan mataku beberapa kali), kakak tolong pegang tanganku seperti ini
(aku mempraktekan gaya pegangan romantis khas sepasang kekasih )"
"untuk apa?" kak Rama keheranan mendengar permintaan ku.
"Sudah kak, jangan banyak tanya lakukan saja, nanti kakak jangan banyak bicara cukup tersenyum saja padaku, nanti aku jelaskan alasannya pulang sekolah" titah ku pada kak Rama ..
Semoga saja pagi ini aku satu angkot lagi dengan anak-anak julid kemarin itu, dan jika benar maka akan memuluskan rencana ku untuk mengerjai mereka...
Kak Dewa berangkat duluan karena bertemu dengan temannya yg mengunakan motor, sedangkan aku dan kak Rama menunggu datangnya angkot.
"Emangnya kenapa? kamu tiba-tiba manja seperti itu?" kak Rama masih nampak kebingungan..
"Kakak lihat kan anak-anak perempuan yg duduk di depanku kemarin,?"
"Tidak, kakak tidak melihatnya"
"itu alasan nya kak, karena mereka aku melakukannya,,"
"ya sudah itu angkotnya sudah datang" ajak kak Rama kepadaku...
Dan beruntung sekali aku ini, salah dua dari anak-anak yg kemarin sudah duduk manis di ujung sana..
Aku segera melancarkan misi rahasia ku itu..
Seperti mendapatkan lampu hijau dari kak Rama, dia melakukan apa yg aku perintahkan tadi, dia berbisik kepadaku..
"apa orangnya ada?" aku mengangguk.
"aku mengerti maksud kamu apa cantik"
Kak Rama memegang tanganku, aku pun membalasnya, sesekali dia juga melayangkan senyum manisnya kepadaku, haha lihatlah, wajah-wajah penuh ke-nyinyiran itu, seperti menahan sesuatu yg akan meledak...
__ADS_1
Aku berhasil melancarkan misi ku itu, kita lihat nanti apa yg terjadi di sekolah, aku sudah tak sabar menunggu kabar miring tentangku...
Saat memasuki kelas, aku di sambut dengan sindiran sindiran anak-anak perempuan itu, ya salah satu dari anak yg kemarin itu adalah teman sekelas ku, namanya Mila.. dengan sangat lihai Mila menyebarkan berita tentang ku dan kak Rama,
"Heh gak malu apa ya dia mesum di angkot, pegangan tangan peluk-pelukan, mesra-mesraan di angkot pula"
Apa mesum? aku mesum di angkot gila saja anak-anak ltu kalau mengghibah tidak kira-kira..
lalu anak-anak yg lainya juga ikut bergosip tentang ku.
"iya di angkot saja, sudah begitu, jangan-jangan di luaran malah udah ******* kali tuh anak"
"kok mau ya? anak SMA itu sama si jelek itu, padahal wajahnya tampan"
"iya, udah gitu deketin si Arief pula , sok kecantikan"
mereka terus saja bergunjing tentang aku, aku hanya tersenyum saja mendengar mereka membicarakan aku,,
Jika Cantik yg dulu akan menangis jika di bully seperti itu, cantik yg sekarang justru malah ngahajakeun... haha
Rangga baru saja datang, dia langsung menghampiri ku,
"Cantik, di luaran sana, orang-orang sedang membicarakan kamu, memangnya benar kamu mesum di angkot?"
"tentu saja tidak benar, ga" jawabku santai
"kemarin aku hanya memeluk anak SMA itu, dan tadi pagi kami hanya pegangan tangan, mesum dari mananya coba?"
"memangnya dia pacar kamu?"
"bukan Rangga, dia kakak aku, kak Rama"
"oh kak Rama, iya aku kenal dia, mantan kelas 3 c kan? jadi dia kakak kamu?
"kenapa kamu tidak menjelaskan kepada mereka kebenarannya ?"
" tidak perlu, aku tak mau bersusah payah menjelaskan pada orang-orang yg membenciku, mau benar atau salah, di mata mereka aku akan tetap salah dan aku akan tetap di salah kan walaupun aku benar, jadi biarkan saja mereka bergunjing sampai mulut mereka berbusa, aku tak peduli, biarkan waktu yg menjawab, nanti mereka juga malu sendiri, jika mengetahui kenyataan nya seperti apa"
"oh iia Rangga jangan bilang- bilang pada mereka ya kalau kak Rama kakak ku..!" aku memohon kepada Rangga..
"iya, tapi kalau ada guru yg mendengar, kamu bisa kena masalah, nanti kamu masuk lagi ruang BP"
"tak apa, aku sangat menyukai suasana di ruangan itu, mencekam..."
hahahaha aku dan Rangga tertawa mengingat bagai mana suasana waktu itu,
__ADS_1