
Hahahaha aku dan Rangga tertawa mengingat suasana waktu itu...
Di saat kami sedang asik tertawa, sepintas aku melihat seseorang melintas di depan pintu kelasku, ya dia Arief tapi sepertinya dia tak sendiri dia bersama Manda, seketika itu juga perasaan ini berubah drastis, baru juga beberapa saat aku merasa sebagai pemenang, kini aku merasa sebagai pecundang lagi seperti biasanya, dasar gadis labil ...
Jika menyangkut tentang Arief entah kenapa perasaan ku selalu mellow apa lagi saat melihatnya bersama gadis lain, rasa yg sangat aneh ini berkecamuk di dada, rasa tak suka rasa marah, rasa benci kenapa dia lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman OSIS nya itu dari pada dengan ku, seperti sebelumya.
Walaupun aku juga belakangan ini lebih dekat dengan Rangga dari pada Arief tapi sungguh perasaan ku pada Arief dan Rangga itu jauh berbeda, aku menyukai Arief lebih dari sebagai sahabat. sedangkan Rangga hanya sebagai teman saja, teman biasa, teman yg baru beberapa saat ini menganggap ku teman.
"Heii... heiii... heiii.. kenapa melamun tik?" Rangga mengibas-ngibaskan tangan nya di depan mataku..
"tidak, tidak aku tidak melamun"
Akhirnya bel masuk sekolah pun berbunyi, suasana gaduh tadi saat anak-anak menggunjing ku, hilang seketika, tergantikan suasana hening saat guru menerangkan pelajaran. tak terasa setelah 2 kali berganti mata pelajaran waktu istirahat pun tiba..
"Ayo ke kantin bareng !" ajak Rangga padaku ,
"Ayo.." Sepanjang perjalanan aku mendengar mereka sedang membicarakan ku, saat aku lewat di depan mereka mereka terdiam hanya menatap sinis dengan kedua mata mereka..
"Cantik apa tidak sebaiknya kamu mengatakan pada mereka kak Rama itu kakak mu!"
"Jagan sekarang ga, kita tunggu nanti waktu yg tepat, biarkan saja sekarang mereka bersenang-senang dulu"
Aku hanya membeli beberapa jajanan kecil, lalu berniat ke kelas lagi, sedangkan Rangga entah langsung kemana, sungguh aku tak sanggup berada di luar ini lama-lama, bukan karena nyinyiran orang, tapi aku takut jika harus melihat Arief bersama Manda lagi.. lebih baik aku menghindar..
Saat akan kembali ke kelas, aku melihat beberapa anak SMA keluar dari ruangan OSIS , dan salah satunya adalah kakak ku kak Rama ,,,
"Cantik...!" kak Rama melambaikan tangannya memanggilku..
Aku menghampirinya.
"Kenapa kakak ada di sini?"
"Ada urusan dengan anggota OSIS yg baru. kamu bawa apa?"
kakak memegang plastik jajanan yg aku bawa, aku jajan lebih banyak hari ini karena mempunyai uang lebih yg diberikan oleh bos nya ayah kemarin..
"ini makanan kak, mau?"
"mau lah"
Aku menarik tangan kak Rama menuju kursi di bawah pohon rindang yg terdapat di samping lapangan olah raga..
Kak Rama membuka bungkusan itu dan memakan beberapa jajanan milikku,
"Kak kebetulan sekali kakak kesini"
"memangnya kenapa?"
"Saat ini aku sangat terkenal kak di sekolah ini, semua orang membicarakan aku"
"kenapa bisa begitu?" kak Rama keheranan..
__ADS_1
"Gara-gara kakak."
"hah, kenapa gara-gara aku?" kak Rama memicingkan matanya..
"ingat tidak kemarin saat kakak merangkul aku dan tadi saat kakak memegang tanganku di angkot?"
"iya memang kenapa?"
"tau tidak kak, sekarang mereka menggosipkan aku katanya aku mesum di angkot dengan anak SMA."
"hah? oh jadi yg mereka maksud itu kita? tadi di ruangan OSIS juga ada beberapa anak perempuan yg bilang seperti itu, tapi aku tak tau yg mereka maksud itu kita"
"apa mereka tak tau kalau aku ini adalah kakakmu"
"sepertinya tidak" aku menggelengkan kepalaku.
"kenapa tidak diberi tau?"
"biarkan dulu saja, aku senang melihat mereka kepanasan seperti itu" hahaha aku dan kakak tertawa bersama,
"Dasar kamu.."
Kak Rama mengacak-ngacak rambutku lagi, lalu merangkul ku lagi, Kebiasaan baru kakak saat ini seperti itu, aku sangat senang kakak memperlakukan aku dengan manis, padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukan nya padaku..
Tak sengaja anak-anak yg kemarin itu, melihat kebersamaan kami lagi, mereka sepertinya semakin menjadi...
Dengan sengaja mereka lewat di depan kami, dan menyindir kami..
Mendengar mereka berkata seperti itu aku dan kak Rama bukannya marah justru kami malah tertawa geli mendengarnya..
"Sadis sekali mereka ya??"
"iya" aku mengangguk,
bukan nya melepas rangkulan tangan nya kakak malah mempererat nya, sepertinya dia mulai menikmati jalannya permainan yg aku mainkan ini....
Aku dan kakak melanjut kan makan bersama, orang orang semakin melihat aku dengan tatapan tak suka...
Tiba-tiba seseorang menghampiri kami,,
"Cantik, kamu di panggil guru BP, dan kak Rama juga"
"apa kabar kak rama?" Rangga menyapa kakak ku.
"Baik ga" jawab kak Rama,
Sepertinya kak Rama dan Rangga saling mengenal.
"dia sih kak, sudah saya suruh jelasin kepada mereka kalau kak Rama kakaknya, tapi dia tak mau, jadinya seperti ini kan.."
" Kamu tau ga, aku kakaknya?"
__ADS_1
"tau lah"
Kami bertiga menuju ruangan bp, yg letaknya di tengah-tengah ruang OSIS dan ruang guru...
aku dan kakak masuk sementara Rangga menunggu di luar.
Secara otomatis Anak-anak OSIS dan juga anak-anak SMA teman kak Rama berhamburan melihat kami berdua yg di gelandang menuju ruangan pesakitan itu..
Kami berdua menghadap guru BP,
"Jadi kamu Rama orangnya, ibu kira siapa.?"
"memangnya saya kenapa bu?" jawab kak Rama pura-pura tak tahu.
"iya memang ada apa kami di panggil kesini" timpalku..
"Harus nya ibu yg tanya, Jelaskan kepada ibu, apa yg terjadi pada kalian berdua? kenapa sampai ada gossip ini?"
"Saya rasa saya dan kak Rama tidak harus menjelaskan apa-apa, sepertinya ibu harus memanggil anak-anak penyebar gossip itu untuk menjelaskan" ucapan ku sepertinya di pertimbangkan olehnya..
"Baiklah, siapa saja anak-anak yg pertama kali melihat perbuatan kamu di angkot itu"
Aku menyebutkan ke empat nama itu, lalu ibu menyuruh Rangga yg dari tadi mengintip di luar untuk memanggil mereka berempat
...
Ke empat anak itu masuk dengan ekspresi wajah yg berbeda beda..
"Duduk kalian semua !, apa benar kalian yg menyebarkan berita ini..."
"Tidak bu bukan kami, kami tidak tahu-menahu tentang semua ini"
ucap salah satu dari mereka
"iya Bu benar" timpal yg lainnya.
"mereka berbohong bu, hanya mereka berempat yg berada di sana, jadi pasti mereka yg pertama kali menyebarkan isu yg tidak benar ini" jawabku meluruskan kebohongan mereka.
"sudah sudah, silahkan kalian jelaskan apa yg kalian lihat di angkot itu..!"
Salah seorang dari mereka menjelaskan visual yg mereka lihat kemarin...
"mereka berdua bermesraan di depan kami Bu, merangkul, memeluk, mengusap-kepala, bermanjaan satu sama lain, tadi pagi juga begitu Bu di angkot yg bahkan banyak orang, mereka berpegangan mesra seperti itu, bukankah itu mesum namanya bu"
"Benarkah itu? cantik, Rama, silahkan jelaskan menurut versi kalian...?
"Apa salah, ketika saya merangkul dan memeluk, atau memegang tangan nya seperti ini Bu, apa yg seperti ini mesum?" jawab kak Rama mempraktekkan kan adegan kemarin di depan semuanya.
"Lihat Bu, di depan ibu saja mereka berani melakukan nya, apa lagi di belakang Bu, mungkin sebentar lagi si itik itu akan hamil di luar nikah..."
tiba-tiba...
__ADS_1
plakk.....