
Plakk..
"Kak Rama...." Aku sangat kaget melihat kak Rama menampar wajah Mila ,
"Jaga mulut Kamu..! kalau bicara jangan sembarangan, udah tukang fitnah, tukang gossip pula, lain kali pastikan dulu kebenaran nya apa,"
Baru kali ini aku melihat kak Rama se marah itu pada seseorang,
"Kalian tak usah berfikir terlalu jauh tentang kami,, kalian semua tau saya ini siapa nya Cantik..? Saya kakak kandung nya, mau saya meluk dia atau apapun, itu wajar karena dia adik saya,, camkan itu baik-baik, puas kalian semua..?" Kak Rama menunjuk kan tangannya secara bergiliran kepada ke empat anak itu,,,
"Apa? jadi mereka kakak adik...?"
Mereka tampak terkejut mendengar pernyataan kak Rama.
Seketika anak-anak yg ada diluar pun menyoraki mereka semua..
"Huuuh dasar biang gossip,,"
"Tampar lagi yang lain nya ram..!"
"Arak keliling sekolah bu...!"
Anak-anak OSIS dan Teman-teman kak Rama juga menyoraki Mila cs...
" Sudah sudah, diam kalian semuanya? jadi dia adik kamu Rama ?" Bu guru memastikan
Kak Rama mengangguk..
"iya , dia adik saya.."
"Sudah di pastikan ini semua kesalahpahaman, kalian semua minta maaf kepada Cantik dan kakak nya,, ayo..!"
"tidak seharusnya kalian menyebarkan berita yg belum tentu benar, seharusnya kalian konfirmasi dulu baru kalian menyimpulkan" Bu guru dengan panjang lebar menasihati mereka semua
__ADS_1
Awalnya mereka berempat tampak enggan untuk meminta maaf, walau pada akhirnya tangan mereka terulur dengan terpaksa .
" maaf kan kami Cantik..! maafkan kami juga kak.!"
Semuanya hanya berakhir dengan kata maaf, sebanyak apapun kesalahan orang lain, akan terhapus kan dengan maaf dan memaafkan, walaupun akan ada sesuatu yg berbekas di sini, di hati tapi memaafkan akan lebih indah dari pada mendendam......
Gossip tentangku pun perlahan memudar,, jika di bayangkan aku lebih baik tidak terlihat dari pada di lihat dengan cara seperti itu, aku berjanji pada diriku sendiri aku tak akan membuat masalah lagi seperti ini lagi...
Hari berganti hari...
Semakin membentang jarak antara aku dan Arief, jangankan untuk menghabiskan waktu bersama, untuk melihat wajahnya saja sulit..
kalau boleh jujur aku sangat merindukan kamu Rif, sungguh sangat....
Sudah beberapa hari Dia tak pernah menyapa ku, dia seolah-melupakan aku begitu saja, setelah menabur benih cinta di hatiku, lalu memupuk nya dengan perhatian, kini ia biarkan begitu saja tanpa mau memetiknya.... haduh puitis sekali kamu Cantik..
Dasar Cantik bucin....
Banyak sekali anak perempuan yg mendapatkan coklat dari lawan jenisnya, begitu pun sebaliknya, saling berkirim surat satu sama lain, sungguh normal sekali mereka itu, berbeda dengan ku yg abnormal..
Sebenarnya aku juga ingin seperti mereka, tapi hanya pada Arief aku ingin melakukan nya, sayangnya hubungan pertemanan kami belakangan ini agak memburuk, tak sedekat dulu lagi...
Aku sudah menyiapkan sebuah coklat kecil berbentuk bola basket, aku tau Arief sangat suka basket makanya aku berinisiatif memberikan ini padanya..
Tapi melihat kenyataan nya sepertinya aku harus mengurungkan niat ku ini...
Saat jam istirahat aku sengaja menghampiri kelas Arief untuk menemuinya, tapi belum juga sampai aku di kejutkan dengan pemandangan yg membuat hati dan kaki ku bergetar hebat..
Aku lihat dia bersama Manda, lagi lagi Manda, Sepertinya ada hubungan istimewa diantara mereka, mereka terlihat mesra, mereka duduk berdua di bangku taman..
Melihat kebersamaan mereka tubuhku terasa kaku, kaki ku mendadak lemas, rasanya air mata sudah penuh di pelupuk mata ku, kalau tak ku tahan mungkin akan tumpah dengan sendirinya..
Mungkin ini yg namanya cemburu, haha dasar bodoh kamu cantik, cemburu dengan orang yg bukan milik mu ..
__ADS_1
Rasanya baru beberapa hari kemarin aku berkata bahwa aku akan jadi strong girl , tapi hari ini kekuatan super itu telah goyah lagi, si lemah yg suka menangis di pojok kelas itu akan kembali lagi seperti sedia kala..
"Dasar bodoh kamu Cantik, kamu itu seperti debu yg sama sekali tidak berarti, kenapa kamu mengharapkan nya yg seorang bintang, anak no 1 di kelas 2... dasar tidak tahu diri..."
Aku kembali ke kelasku dengan hati hancur berkeping keping, sungguh si bucin ini sedang patah hati,,,,
Seperti biasa aku menelungkup kan wajahku di meja, tapi sebisa mungkin air mataku aku tahan untuk tidak jatuh , sungguh memalukan aku menangis karena cemburu, apa lagi pada orang yg tidak menganggap ku ada..
Hari ini Untung saja Rangga tak ada, dia tak masuk sekolah karena sakit, kalau dia ada pasti dia akan berkata seperti ini...
"Cantik kenapa nangis??" Rangga selalu berkata seperti itu, saat aku menelungkup kan wajahku di meja, walaupun aku sedang tidak menangis tapi dia selalu berkata seperti itu,,,
Dulu saat masih sekelas dengan Arief, dia yg selalu berkata seperti itu, dia yg akan menenangkan aku saat aku bersedih, tapi hari ini aku bersedih karenanya, dan aku yakin dia tak akan peduli lagi padaku, dia sudah punya Manda yg cantik, dia sudah tak butuh aku lagi si itik buruk rupa ini..
Dia terlalu sibuk dengan urusan OSIS, atau dengan wakil ketua OSIS, entah lah aku tak tahu , yg aku tahu hanya 1 dia sudah tak mau tahu lagi tentang aku, bahkan saat kemarin-kemarin aku tersandung gossip, dia tak pernah menghiraukan ku..
Tanpa terasa anak- anak di kelasku sudah meninggalkan kelas satu persatu , tinggal aku saja..
Ya ampun, kemana uang ku? aku mencari di semua saku tak ada, di tas tak ada, di mana-mana tak ada sepertinya hilang, aduh bagaimana ini, aku tak punya uang untuk ongkos pulang, hari ini Rangga tak ada, kalau harus minta tolong pada Arief juga tak mungkin, apa lagi pada anak lain itu lebih tak mungkin lagi,, iya sepertinya aku akan jalan kaki saja untuk pulang, anggap saja olah raga..
Aku menunggu sampai suasana lengang, jadi tak terlalu memalukan saat aku pulang jalan kaki, cukup jauh sih jalannya, tapi tak apalah...
setelah menunggu beberapa waktu, aku segera meninggalkan kelas, dan menuju ke jalanan, suasana sudah lengang, aku mulai berjalan perlahan-lahan seorang diri, meninggalkan beberapa anak yg masih ada di sana, sungguh memalukan harus pulang jalan kaki, tapi akan lebih memalukan lagi jika aku meminjam uang pada orang lain...
Selangkah 2 langkah, rasanya tidak terlalu buruk,, sampai hampir sepertiga perjalanan aku masih menikmati perjalanan ini, lalu tiba-tiba hujan turun, awalnya hanya gerimis, kalau hanya gerimis tak apa lah aku bisa melanjutkan nya, tapi lama kelamaan hujan semakin besar disertai petir..
Aku mencari tempat berteduh, aku sangat takut, tempatnya cukup sepi karena hujan sangat besar tak ada seorang pun di daerah itu, aku hanya terduduk menahan rasa dingin dan rasa takut,
tiba-tiba seseorang menepuk bahuku,
"Boleh aku ikut berteduh di sini..?"
hah aku menoleh kearah suara yg sangat aku kenal itu
__ADS_1