
Cantika dan Mamah Jihan sudah ada di dalam mobil Atan yang sedang melaju ke rumah sakit.
Di dalam mobil Cantika terus saja diam,beda dengan mamah yang dari tadi mengobrol dengan Atan.
"Tan,,di Kanada lagi musim apa sekarang,?"
"Di Kanada lagi musim dingin,,"
"Wah pasti dingin banget ya Tan,,"
"Musim dingin ya dingin gimana sih,"kata Cantika pelan tapi Atan dengar.
"Oh ada yang bicara Tan,siapa yah,,"Mamah hanya tersenyum,Cantika lalu menghadap ke kaca untuk lihat ke luar.
Atan melihat Cantika dari kaca spion yang ada di atas kepalanya.
"Tan,,anak Tante jutek banget sih,,saya jadi takut ,"Cantika yang dengar lalu melirik Atan.
"Ngga jutek kok kalau sudah kenal,makanya kenalan dong biar kenal,,"
"Gimana mau kenalan Tan,,orang baru deketin aja matanya sudah melirik tajem,,,tuh lihat aja Tan,,"Mamah hanya tersenyum lagi,karena Cantika memang begitu kalau belum kenal.
"Apa an sih,,Aii ngga mau temenan sama Kamu,,"
"Jangan gitu Aii,,nanti kamu malah suka sama Aku lagi,,"
"Ihh apa sih,,nama Aii Cantika tau,,"
"Oh Cantika yah namanya,,nama yang cantik kaya orangnya ,,"dasar Cantika di puji pun sama aja jutek,dan bodo amat.
Akhirnya mobil sampai di rumah sakit,ketiganya turun dari mobil,Atan tadinya jalan di samping Cantika,tapi Cantika langsung menatap Atan dengan tajam.
"Ya Tuhan Tante,,anaknya kenapa beda banget sih sama Tante,,ya Ok saya di depan,,"
"Maaf ya Nak Atan,,nanti kalau sudah kenal juga ngga gini kok,,sayang,,jangan gitu ah,,ngga boleh,,"
"Iya Mah,,dia emang nyebelin,,"
Atan tersenyum sambil jalan di depan,sampai di ruangan Fatir Atan buka pintu .
"Siang Mah,,Om,,"
"Siang,,"jawab Om Frengki dan mamah Vivi yang sedang ada di ruang rawat Fatir.
Mamah dan Cantika pun masuk ke dalam,Mamah Jihan dan Mamah Vivi berpelukan,sedang Cantika matanya langsung menatap ke Fatir yang masih tiduran di ranjang .
Mamah Jihan mengusap pundak Cantika agar Salim ke Tante Vivi.
__ADS_1
"Tante,,,"
"Iya sayang,,"
Karena di kamar tidak baik banyak orang,Mamah Vivi mengajak Papah Jihan dan mamah Jihan untuk ke ruangannya.
Di ruang rawat Fatir tinggal ada Atan dan Cantika,Cantika mendekat ke Fatir.
Tatapan mata Cantika terlihat sedih,dan duduk di sebelah Fatir.
"Abang,,Abang kenapa jadi gini,,bangun Bang,,Abang pasti kuat,,kasihan om sama Tante pasti mereka sedih kalau Abang ngga bangun bangun,,"Atan yang duduk di sofa mendengar Cantika bicara dan tatapannya Cantika ke Fatir yang berbeda juga Atan lihat.
"Itu anak bisa ngomong lembut juga,,kenapa dia kelihatan sedih gitu,"dalam hati Atan bicara.
Fatir sebenarnya sudah sadar dari tadi subuh,dan sekarang Fatir sedang tidur,Fatir jadi terbangun saat dengar suara Cantika.
"Saya sudah ngga papa,saya tuh cuman lagi tidur,kamu malah buat saya jadi kebangun,"Cantika langsung kaget dan malu saat Fatir bicara.
"Hahaaa,,Kak,,dia kira Kaka belum sadar yah,,"Fatir tertawa dan membuat Cantika makin malu,Cantika berdiri dan menunduk lalu berlari ke luar karena benar benar malu.
"Dek kamu apa-apaan sih malah tertawa gitu,tuh lihat Cantika malu dan pergi,,kejar dia,,dia ngga tau rumah sakit ini,nanti nyasar lagi,,"Atan sadar dan langsung keluar untuk mengejar Cantika.
Cantika berjalan terus dan sedikit cepat,Atan mengejarnya sambil berlari,"Cantika,,tunggu,,"
Cantika rupanya ngga dengar dan terus saja berjalan,sampai akhirnya Cantika merasa lelah dan berhenti berjalan,Cantika lalu sadar dan menengok kanan kiri.
Hosss,,,hosss,,,,
"Ya Tuhan,,kamu jalan nya cepat banget sih,Aku panggilan kamu ngga mau berhenti juga,"dengan nafas yang belum teratur.
Cantika hanya meliriknya,"Aku minta maaf yah,,tadi Aku reflek,,kamu jangan marah,,ayo kita balik ke ruang Kaka ku,,"Cantika tidak menjawab hanya diam.
Cantika melihat kursi lalu berjalan ke arah nya,Cantika juga merasa lelah,Atan yang mengira Cantika mau pergi lagi menarik tangan Cantika.
"Udah dong marahnya,,Aku capek nih ngejar kamu,Aku kan udah minta maaf,,"Cantika menarik tangan Atan yang memegang tanganya.
"Apa sih,, orang Aii mau duduk,,"Atan langsung tersenyum.
"Oh mau duduk,,ya udah duduklah,,Aku juga mau duduk,capek,,"keduanya duduk,tapi mereka duduk kaya musuhan ,satu ujung kanan satu ujung kiri.
Atan merasa haus,ada OB lewat Atan menyuruh si OB membelikan minuman,Si OB sudah tau siapa Atan,jadi langsung menurut.
"Kamu udah ngga marah kan,,maafin Aku yah,"Cantika hanya mengangguk, Cantika juga merasa Atan minta maafnya tulus karena mau mengejarnya dan masih mau menemaninya.
OB datang dengan membawa dua botol air mineral,setelah ob pergi Atan memberikan satu botol ke Cantika.
"Ini minum dulu,kamu pasti haus kan,,"Cantika yang memang merasa haus lalu mengambilnya dan meminumnya.
__ADS_1
"Kita balik yuk,takut kamu di cariin orang tua kamu,,"Cantika jawab iya.
Sekarang keduanya sudah jalan beriringan,sesekali Atan mengajak Cantika bicara.
"Kamu kenapa sih ke Aku cuek,,tapi Aku lihat kalau ke kaka ku kamu ngga cuek,malah terlihat lembutnya,"
"Ngga,,Aii biasa aja,,"
"Ngga ah,,kamu tuh beda kalau ke Aku,,kamu mau ngga kalau kita jadi teman, biar kamu ke aku ngga jutek lagi,,"
"Aii ngga jutek,,Aii biasa aja,,ya sudah kalau kamu mau jadi teman,dari kemarin juga kita sudah kenal kan,,"
"Ya Sih,tapi kan kamu ke Aku beda,, kalau sekarang kita teman jangan jutek lagi dong,, ayo kita salaman,,"Atan menghentikan Cantika untuk bersalaman,Cantika hanya menurut saja.
"Yes,,kita teman,,siapa tau dari teman kita bisa lanjut kencan,,lalu lanjut pacar deh,,iya ngga,,"
"Ngga,,"jawab Cantika cepat dan padat,sambil jalan.
"Ya Tuhan,,susah juga kamu yah,,Aku emang ngga masuk sama level cowok kamu ,,?"
"Aii,,lagi ngga mikirin cowok,,kamu bisa diam kan,,Aii pusing dari tadi kamu ngomong aja,,"Atan memang sangat Aktif dari gerak badan dan mulut,beda sama Fatir yang cool dan ngga banyak bicara yang ngga jelas.
Keduanya masuk keruang rawat Fatir,dan ada orang tua Cantika juga orang tua Fatir.
"Dek,,kamu di cari dokter Edi,,"
"Oh iya mah,,Adek pergi sekarang,,"Atan pun pergi.
Kedua orang tua rupanya mau pergi makan ,Cantika mau di ajak,tapi Cantika menolak,dan kita di bungkus aja.
"Ya sudah kalau gitu Cantika sekalian temani Fatir yah,,"kata Tante Vivi.
"I,,iya Tante,,"
Semuanya pergi,sekarang tinggal Cantika dan Fatir,Cantika yang masih malu tidak mau mendekat ke Fatir dan duduknya pun di Sofa.
Fatir yang melihatnya jadi ngga enak,"Apa dia masih marah karena yang tadi yah,kok dia diam saja,duduknya di sofa lagi,,"
"Tika,,"Cantika diam karena ngga dengar.
"Tika,,Cantika,,,"Baru Cantika dengar.
"I,,iya Bang,, ada apa,,apa Abang Butuh sesuatu,,?"
"Kemarilah,,duduk di sini,di dekatku,,"Cantika mengangguk.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1