
Fatir di kamarnya sedang bersiap,Fatir akan pergi ke rumah orang tua Anita di temani orang tuanya.
Mamih Vivi juga di kamar sedang bersiap,setelah Mamih selesai,Mamih ke kamar Fatir untuk memanggilnya.
"Sayang,,,sudah siap belum,,Mamih sudah siap nih,,"
"Iya Mih,,Kaka dah siap,,"Fatir buka pintu dan keluar.
"Ya Tuhan,,anak Mamih tampan sekali sih,,"
"Emang dari dulu Kaka ngga Tampan ya Mih,?"
"Tampan sih,tapi aura kamu berbeda sekarang loh sayang,sekarang kamu tuh terlihat Fresh dan susah lah di ungkapkan dengan kata kata,,"
"Ah mamih ada ada aja,dari dulu Kaka ya gini aja ngga ada yang berubah,,"
"Ya ngga ada yang berubah dari Kaka,tapi kalau lihat Kaka terlihat gimana gitu,ya udah ah ayo kita berangkat,Mamih jadi bingung gini sih,,"Fatir hanya tersenyum.
Saat di bawah Atan melihat Mamih sama Fatir yang sudah siap mau pergi lalu bertanya.
"Mamih sama Kaka mau ke mana,,?"
"Mamih sama Kaka mau ke rumah orang tua Anita sayang,,ya yah kita pergi dulu,"
"Iya Mih,,Kak mana oleh olehnya,,"
"Iya gampang itu,nanti kan bisa,ayo Nih kita berangkat,"
Mamih dan Fatir pun berangkat ,mereka mau ke kantor Papih dulu,karena mau menjemputnya,Fatir yang belum berani menyetir ,jadi di antar pak supir.
__ADS_1
Sampai di kantor Papih,ternyata Papih sudah menunggu di bawah,Papih langsung masuk ke mobil saat mobil berhenti di depanya.
"Kaka sudah telfon kan ke orang tua Anita kalau kita mau datang,?"
"Sudah Pih,,"
"Mereka sudah tau kedatangan kita mau apa,,?"
"Sepertinya belum Pih,,"
"Apa Mungkin Anita belum bilang yah,"kata Mamih.
"Ngga tau deh Mih,"
"Tenang aja Kak,masih banyak kok di luar wanita yang lebih cantik dan baik yang mau menerima kekurangan Kaka,kaki Kaka itu juga bisa sembuh kok,pasti Kaka bisa berjalan Lanjar lagi nanti,dan akan dapat ganti wanita yang lebih baik lagi dari Anita,kalau Anita menolak kamu gara gara kamu pincang,dia wanita bego,,"
"Papih,,bicaranya yang baik ah,,"
Fatir hanya diam,Fatir juga sebenarnya masih tidak percaya dengan keputusan Anita,tapi Fatir masih mengucap syukur karena di perlihatkan siapa Anita sebelum mereka menikah,Fatir juga tidak merasa sedih karena Fatir sudah ada Cantika,wanita cantik,lemah lembut dan penuh kasih sayang padanya yang akan dia peristri.
Sampai di rumah Anita,ketiganya turun dan menuju pintu,orang tua Anita sudah menunggunya,saat buka pintu langsung menyuruh masuk.
"Ayo silakan masuk,,maaf rumahnya berantakan,ngga seperti rumah Jeng Vivi,"kata Mamah Anita.
"Ngga kok jeng,,rumah kita sama aja,"sambil masuk ke dalam.
Papah Anita lalu menyalami Papih dan Fatir,juga ke Mamih,setelah itu semuanya duduk.
Tidak lama Mba satang dengan membawakan makanan dan teh hangat untuk di sajikan.
__ADS_1
"Silakan di cicipi teh dan cemilanya ,"
"Iya jeng terimakasih,,jadi merepotkan,"
"Ngga merepotkan kok,hanya ala kadarnya,"Papih dan Mamih meminum tehnya,juga Fatir.
"Fatir sudah sembuh,,maaf yah kemarin kita ngga sempat jenguk,saat kita mau jenguk kamu sudah di bawa keluar negri untuk berobat,"
"Sudah Tante,Fatir sudah sembuh,iya ngga papa Tante,"
"Jadi gini Ibu Bapak,saya mewakili anak saya Fatir ingin bicara tentang hubungan anak kita,antara Fatir dan Anita,"kata Papih yang memulai pembicaraan.
"Iya Pak silakan,,"
"Jadi kemarin Fatir berobat ke luar negri agar kakinya yang retak bisa kembali normal,dan di sana Fatir cukup lama kurang lebih mau dua bulan, Syukur nya kaki Fatir sudah sembuh,ya walau belum normal tapi Fatir sudah bisa jalan,saat Fatir merasa sudah sembuh Fatir pergi ke Belanda untuk menemui Anita,karena Kanada Belanda kan tidak begitu jauh,jadi Fatir ingin menemui calon istirnya,dan Fatir pun bertemu Anita di Belanda,tapi ternyata di Belanda saat bertemu Anita,mereka ada masalah,masalahnya apa biar Fatir yang ceritakan ke Bapak dan ibu,"papah Akbar lalu menyuruh Fatir bicara.
"Fatir minta maaf dulu sebelumnya Om,,Tante,kalau nanti ada salah kata,Fatir menemui Anita di Belanda,dan Fatir juga tinggal selama 3 hari di sana,padahal niat Fatir di Belanda mau 5 hari,tapi ternyata tidak karena ada sesuatu hal,Anita melihat Fatir yang datang menemuinya dengan kaki pincang ,dan Anita ternyata tidak suka,yang lebih menyakitkan Anita memutuskan pertunangan kita gara gara kaki Fatir yang pincang dan Cacat,katanya Anita ngga mau dan malu punya suami yang cacat dan pincang Om, Tante,,jadi kedatangan Fatir kesini untuk memberi tau kalau Fatir dan Anita sudah putus,dan kita tidak lagi berhubungan sebagai tunangan lagi,"Orang tua Anita saling tatap karena merasa tidak percaya.
"Apa kamu serius Fatir,kenapa Anita tidak pernah bilang ke kita kalau sudah berpisah dengan kamu,"
"Fatir tidak tau Om,kalau Om tidak percaya silakan telfon Anita,dan tanyakan kebenaranya,saya juga punya buktinya kok Om ,Tante,,"Fatir mengambil hpnya,dan menyalakan rekaman saat Anita memutuskan Fatir,ternyata Cantika yang merekamnya,dan mengirimkan ke Fatir,itu untuk bukti kalau Anita lah yang memutuskan dirinya.
Orang tua Anita yang mendengarnya langsung lemas,karena memang perkataan Anita yang sangat menyakitkan dan Anita juga yang memutuskan pertunangan itu .
Setelah jelas semuanya,Fatir dan orang tuanya pamit,Fatir juga minta maaf kalau ada salah selama ini.
Setelah keluarga Fatir pulang, Papah Anita menelfon Anita dengan merasa marah.
sedang Anita membiarkan telfonya berbunyi,karena Anita sedang tidur pulas di dalam pelukan laki laki di apartemen nya.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...