Janji

Janji
Lisna Telfon Lagi


__ADS_3

Esok harinya Fatir sudah di bolehkan pulang ke rumah. Fatir jalan dengan pincang juga pelan saat masuk ke rumah sambil di gandeng Cantika.


Semalam Fatir sudah menjelaskan siapa Lisna ke Cantika ,tapi Cantika merasa kesal karena Lisna menelfon ke Fatir seperti curhat dan cari perhatian.


Kesalnya Cantika berlanjut sampai pulang ke rumah. Cantika dari tadi lebih banyak diam.tapi kalau Fatir memanggil nya dan butuh sesuatu Cantika akan membantunya.


"Sayang,,tolong bantu Abang ganti baju dong,"saat sampai di kamar Fatir yang merasa gerah minta di bantu ganti baju.


Cantika mengambil baju di lemari.lalu Cantika membantu Fatir ganti baju."Yang,,udah dong jangan marah terus,kan Abang sudah jelasin siapa Lisna,"tapi Cantika diam saja.


"Abang ngga mau di diemin sama kamu Yang. sudah yah jangan marah,Abang akan kasih kasus Lisna ke Papih ,sudah yah jangan marah lagi,"Fatir mengambil tangan Cantika biar ngga pergi.


"Abang serius kan mau kasih itu kasus ke Papih,!?"


"Iya Sayang,,Abang akan kasih ke Papih,biar Papih yang menangani kasus Lisna,"


"Bisa ngga itu nama jangan di sebut terus,bikin mual perut Tika tau ngga Bang,"Fatir hanya mengangguk.


"Ya Tuhan istriku kenapa serem banget sih kalau lagi marah sama cemburu,"dalam hati Fatir berkata.


"Yang namanya Klyen itu ngga harus menghubungi Abang langsung,bisa kan lewat sekretaris Abang,kenapa dia malah telfonya ke Abang langsung.telfonya kaya cari perhatian gitu lagi,"Cantika bicara sambil beres beres kamar.


Fatir hanya bisa diam karena takut lihat Cantika ngambek.Fatir lebih baik diam dan mendengarkan Cantika mengoceh.


Siang hari Fatir tidur.hpnya berbunyi tanda panggilan .Cantika melihat ke hpnya Fatir yang ada di meja.dan ternyata nama Lisna yang menelfon.


Cantika yang tidak suka Lisna telfon suaminya langsung menekan tombol merah dan telfon pun mati.


"Ngga akan Aku biarkan kamu mendekati suamiku,,"lalu Cantika menghapus tanda telfon masuk.


Cantika meletakan hpnya kembali di meja. Cantika lalu ikut tidur di samping Fatir.


Lisna ternyata di rumahnya sedang di kurung di dalam kamar oleh suaminya. karena Lisna dari tadi terus saja ingin pergi.membuat Suaminya marah dan mengurungnya di kamar.


"Mas kenapa sih kamu sekarang jahat banget ke Aku,kamu selalu belain istri pertama kamu terus,tapi ke Aku kamu selalu jahat,"


"Aku ngga akan jahat ke kamu kalau kamu menurut.sudah Aku bilang diam di rumah jangan pergi pergi. Aku ngga mau kamu bertemu temanku apa lagi ketemu si pengacara itu,,kalau kamu terap menemui mereka akan Aku buat mereka mati,ingat itu,"setelah itu suami Lisna pergi dari kamar dan mengurung Lisna.


Setelah suaminya pergi Lisna berniat telfon Fatir. tapi saat telfon Fatir ternyata tidak di angkat justru di matikan telfonya.

__ADS_1


"Tumben pak Fatir mematikan telfonya,apa dia sedang sibuk. Aku harus cari bantuan ke siapa lagi ini,kenapa di saat Aku sedang ke susahan ngga ada sodara apa teman yang menolongku.apa karena sebelumnya Aku terlalu sombong dan ngga peduli sama mereka,dan ini balasan dari perbuatan ku sendiri ya Tuhan,"Lisna menangis di atas kasur.


Malam harinya Fatir dan Cantika mau makan malam. Cantika menggandeng Fatir untuk turun ke bawah.


Fatir jalan dengan pelan,karena kakinya terasa sakit.sampai di tempat makan keduanya duduk.


"Gimana lukanya,sudah kering belum sayang,?"tanya Mamih.


"Sudah Mih,tapi buat jalan masih terasa sakit,"


"Nanti juga sembuh,tapi harus sabar dan jangan banyak jalan dulu,"


"Iya Mih,, Adek mana kok ngga ada,?"


"Adek udah pergi tadi sore,ada operasi mendadak katanya,sudah ayo kita makan,"


Cantika sudah menyiapkan nasi buat Fatir,dan ke empatnya lalu makan bersama.


Selesai makan Fatir dan Papih mengobrol tentang kasus perceraian Lisna.


"Kasus Lisna Papih yang pegang aja ya,"


"Bukan takut karena suami Lisna mafia Pih,masalah itu kalau Kaka suruh duel berantem dengan suami Lisna berani aja.tapi Kaka ngga berani sama dia kalau lagi cemburu,"Fatir matanya mengarahkan ke Cantika dan bicaranya pelan. Cantika lagi jalan ke dapur untuk mengambil gelas. Papih dan Mamih yang tau maksud Fatir hanya tersenyum.


"Memangnya Tika cemburu karena apa,?"


"Lisna suka telfon Kaka Mih,dan Tika cemburu banget,"Mamih dan Papih makin lebar senyumnya dengar Cantika yang cemburu banget.


"Papih sudah cari tau mobil yang ingin menabrak kamu,tapi mobi itu sepertinya langsung di amankan.dan plat mobil yang di pakai juga itu seperti no buatan sendiri,benar benar yang ingin mencelakakan kamu sudah merencanakan dengan baik,"


"Kaka sekarang harus lebih hati hati,kalau berangkat ke kantor lebih baik sama Papih aja ,"Mamih merasa khuatir.


"Bener Bang,ikut Papih aja kalau mau ke kantor,Tika juga kuatir,"


"Udah jangan di buat takut gitu,mereka nanti malah merasa senang,kita harus biasa saja,"


Fatir yang harus minum obat dan ganti perban di lukanya ,selesai ngobrol langsung ke kamar bersama Cantika.


Di kamar Cantika yang Menganti perban dan memberikan salep di lukanya Fatir. Cantika benar benar sangat telaten.

__ADS_1


"Bang,,Abang harus lebih hati hati.Tika benar benar takut. takut Abang kenapa kenapa,"Fatir mendengar perkataan Cantika tersenyum. Fatir tau kalau Cantika memang sangat khuatir. Cantika bicara sambil mengikat perbannya.


"Iya Sayang,Abang akan baik baik aja,kamu tenang aja yah,"


Setelah perban selesai Fatir minum obatnya. Cantika lalu pergi ke kamar mandi untuk ganti baju tidur.


Fatir sudah tiduran di kasur. Cantika yang sudah selesai ganti baju ikut tiduran dekat Fatir.


"Yang,,kenapa kamu pakai baju seperti ini sih,"


"Loh emang kenapa sama baju ini,?"


"Lihat dada kamu yang kelihatan gitu ,adik Abang jadi bangun nih,"Fatir sambil menurunkan celananya. dan si adik Fatir kelihatan berdiri tegak.


"Ya udah Tika ganti baju aja kalau gitu,"


"Eh ngga usah Yang,"


"Nanti Adik Abang berdiri terus gimana ,?"


"Ya kamu bantuin biar dia tidur,"


"Gimana caranya Tika bisa tiduran dia Bang,?"


"Ya kamu bantu dia keluarin laharnya,"


"Caranya,,?"


"Kamu mainin sama mulut kamu,,"Cantika langsung melotot dan menggeleng.


"Ngga mau,!"dengan tegas Cantika bicara.


"Kenapa,?,kamu ngga kasihan sama Abang tersiksa gini,"


"Bukanya ngga kasihan sama Abang. Tika kapok karena Abang suka keluarin di mulut Tika,kan rasanya ngga enak Bang,bikin nek gitu,"Fatir tersenyum.


"Ya udah Abang ngga di keluarin di mulut kamu,nanti kalau sudah mau keluar Abang akan bilang,mau yah Sayang,,pliss,,,"Fatir sambi memohon.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2