Janji

Janji
Atan Kelihatan Marah


__ADS_3

Fatir kaget saat Atan bilang ke Mamih kalau Atan mau kalau di jodohkan dengan Cantika.


"Jangan Mih,,ngga boleh,,orang kekasih Kaka itu Cantika kok,,"


"Apa,,,,!!"Papih,Mamih dan Atan bersamaan berkata,dan mereka tidak menyangka.


"Kaka Serius,,?"tanya Mamih.


"Iya Mih serius,,Kaka mau bilang ke Mamih sama Papih tapi belum ada waktu yang tepat,karena kemarin kemarin kan Mamih pulangnya malam terus,"


"Ya Tuhan Kak,,kenapa nasib Adek gini amat,Adek padahal juga sudah ingin bilang ke Mamih Papih untuk jodohin Adek sama si jutek,kenapa justru Kaka yang dapatin dia,Nasib Adek gini amat ya,,"Atan langsung terlihat lemas.


"Adek,,,kan di luar masih banyak wanita yang lebih cantik dan baik juga ,ngga usah sedih gitu,pasti banyak wanita yang mau sama Adek,,"Mamih sambil mengusap pundak Atan.


"Iya Mih,,mungkin Si jutek bukan jodoh Adek,tapi Adek memang suka sama dia,anaknya bikin Adek penasaran,"


"Sekarang jangan suka sama Cantika, Cantika punya ku,,"


"Helehh...selama janur kuning belum melengkung Aku masih ada kesempatan Kak,Kaka aja sama Anita yang kelihatan udah cinta mati putus,,"Fatir lalu melempar bantal sofa ke Atan.


"Jangan mimpi,,ngga akan ada kesempatan buat kamu,Cantika itu takdir dan jodoh yang Tuhan kirim untuk ku,"


"Suutt sudah-sudah,,kok jadi debat gini,,Adek sudah yah,,Mamih ingin tau cerita Kaka kok bisa pacaran sama Cantika,"Atan langsung diam dan bersidakep tangan.


"Jadi gimana ceritanya Kaka bisa pacaran sama Cantika,ayo ceritain Mamih sama Papih mau dengar,"


"Ya karena kemarin selama Kaka di rumah Om Frengki,Cantika yang menemani dan mengurus Kaka,jadi lama lama rasa cinta dan nyaman pun hadir,"


"Apa Cantika tau kalau Kaka suka padanya,?"


"Ya tau lah Mih,,kita kan udah rencana untuk nikah,"Atan yang dengar hanya bisa geleng geleng kepala kok bisa kakanya secepat itu pindah ke lain hati.


"Apa Om Frengki dan Tante Jihan tau hubungan kalian,?"tanya Papih.


"Tau Pih,, Kaka sudah minta izin pada mereka,dan mereka mengizinkan asal Kaka janji ngga boleh sakiti Cantika,"


"Tapi apa Kaka benar benar mencintai Cantika,bukan untuk pelarian kan,,?"

__ADS_1


"Ngga Pih,,Kaka benar benar mencintai Cantika,bukan pelarian,,Kaka bisa merasa kan cinta Cantika untuk Kaka benar benar tulus,dan Cantika bisa membuat hati Kaka lebih tenang dan nyaman,"


"Trus Kaka pengin nikah nya kapan,,?"tanya Mamih.


"Satu bulan lagi Mih,,"


"Kaka serius,,?"


"Serius Mih,,hal yang baik lebih baik di percepat kan Mih,,"


"Iya sih benar,,takutnya nanti kaya yang udah udah,,"Fatir mengangguk.


"Trus kapan mau lamarannya,?"


"Ngga tau nih Pih,enaknya gimana,?"


"Ya udah nanti Papih akan bicarakan dengan Om Frengki,baiknya mau gimana,"


"Iya Pih,,makasih buat Mamih sama Papih karena sudah selalu dukung Kaka,,"


"Iya sayang,,"jawab Mamih sambil tersenyum.


"Ayo kita makan,,ini sudah malam,,"Ajak Mamih, Papih dan Fatir lalu bangun dari duduknya , ikut Mamih ke meja makan.


Saat makan Atan terlihat diam saja,dan Atan juga buru buru menyelesaikan makanya.


Atan pamit ke kamar duluan karena sudah selesai makan, Mamih dan Papih paham kalau Atan sedang kesal.


Selesai makan Fatir masuk ke kamar,karena ingin menelfon Cantika untuk memberi tau kalau sudah bilang ke orang tuanya tentang hubungan mereka.


Hp Fatir tadi sedang di isi baterai saat sedang makan,dan di lihat ternyata Cantika sudah kirim pesan.


"Maaf Bang,,tadi Saya sedang kasih pelajaran tambahan,jadi ngga angkat telfon Abang,"isi pesan Cantika,Fatir yang membacanya tersenyum karena Cantika rupanya ngga marah.


Mamih dan Papih di kamar,keduanya mengobrol dulu sebelum tidur.


"Sayang,,Adek kayanya kesal,,"

__ADS_1


"Iya Pih,,Mamih tau,,"


"Atan itu gimana sih Mih di rumah sakit,"


"Gimana apanya Pih,"


"Ya gimana pergaulannya dengan wanita,apa ngga ada cewek yang mau sama Adek,,"Mamih tersenyum.


"Pih,,di rumah sakit sebenarnya ya banyak suster, bidan bahkan Dokter yang suka sama Adek,tapi Adek kalau di deketin cewek Adek justru menghindar,Adek tuh tipenya kayanya harus dirinya yang suka duluan,dan cewe itu juga ngga gampang di dekati,ya contohnya si Cantika,,ibaratnya ceweknya yang jual mahal gitu lah,"


"Oh gitu,,susah itu mah Mih,"


"Ya biar lah Pih,Adek kan cowok ini,Kaka juga blm nikah kan,"


"Iya sih,,ya sudah yuk kita tidur,"Papih dan Mamih naik ke kasur dan bersiap tidur.


Fatir di kamarnya sedang mengobrol dengan Cantika,Fatir bilang kalau dirinya sudah bilang ke orang tuanya tentang hubungan mereka,Cantika tersenyum senang dan sudah merasa lega.


"Nanti Papih yang akan menelfon papah kamu untuk membicarakan pernikahan kita,"


"Iya Bang,,"


"Apa kamu senang,,?"


"Hemm,,sangat senang,"


"Ya udah yah ini sudah malam,besok Abang ada kerjaan pagi,jadi harus ke kantor lebih cepat,"


"Iya Bang,saya juga mau lanjut mengajar,"telfon lalu mati,Cantika tersenyum penuh bahagia.


Sekitar jam 11 malam,hp Papih terus berbunyi tanda telfonan dan hp Mamih juga sama.


Papih akhirnya mendengar hpnya yang terus berbunyi,Papih lalu mengambil hpnya,"Mamah,,"ternyata Mamah Dinda yang telfon.


"Halo Mah,,"


"Halo Bang,,,Bang,,Papah,,,Papah Bang,,,Papah masuk ruang ICU ,, Papah kritis,,,"

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2