
Cantika dan Fatir sedang menikmati indahnya memadu kasih,Cantika yang memang sudah menunggu waktu seperti saat ini sangat menikmati dan sangat bahagia.
Orang yang dari kecil di cinta akhirnya saat ini benar benar menjadi suami seutuhnya.
Begitu juga dengan Fatir,Fatir sangat bahagia bisa menikah dengan wanita yang begitu baik dan tulus mencintainya, Cantika tidak melihat dari harta dan ketampanan nya,tapi Cantika mencintai Fatir dengan apa adanya,buktinya saat Fatir sakit dan kakinya pincang saja Cantika masih mau mencintainya dan selalu mendukungnya agar cepat sembuh.
Fatir dan Cantika sudah sama sama polos,sudah dari 20 menit mereka melakukan pemanasan,agar nanti saat olahraga tubuh tidak kaget.
Fatir tidak melewatkan sejengkal pun hidangan yang ada di depanya.
Semua di nikmati,keduanya juga sama sama menikmatinya,karena Cantika tidak diam saja, Cantika juga bisa mengimbanginya.
Hanya dengan pemanasan aja keduanya sudah merasakan suhu badanya panas dan berkeringat.
Padahal AC menyala ,tapi saat ini dinginnya AC tidak terasa,karena keduanya sedang mengembara dalam kenikmatan.
Fatir yang sudah tidak tahan , Akhirnya bersiap untuk menjebol gawang Cantika.
"Sayang,,kamu tahan yah kalau sakit,Abang akan pelan kok melakukanya,"Cantika hanya bisa mengangguk.
Cantika sudah bersiap untuk merasakan sakit, tapi sakit yang akan membuatnya ketagihan.
__ADS_1
Fatir mendorong miliknya untuk masuk,satu kali,dua kali masih meleset ,sampai Fatir memegang miliknya lalu pinggangnya menekan cukup kuat agar tidak meleset lagi.
"Aaaaaa,,,sakit,,,Banggggg,,"Cantika teriak dengan kepala terangkat ke atas,dan tangan Cantika mencengkram lengan Fatir cukup kencang saat milik Fatir berhasil menerobos masuk.
Fatir diam dulu tak bergerak,menunggu Cantika merasa nyaman.setelah Cantika tenang dan nyaman baru Fatir menggerakan pinggangnya.
"Tahan ya sayang,,nanti lama lama sakitnya juga hilang kok,"Sambil Fatir terus mengerjakan pinggangnya dengan pelan.
Cantika awalnya merasa kesakitan,tapi sekarang rasa sakitnya sudah hilang dan berganti rasa nikmat.
Fatir juga melihat darah cukup banyak di miliknya,dan sampai tercecer di seprai.
Fatir tau pasti Cantika merasa kesakitan,makanya Fatir main nya pelan pelan.
Fatir terus saja menggerakan pinggangnya,bibir Fatir sesekali mencium bibir Cantika dan juga ke Boba,membuat Cantika makin menggila.
"Sayang,,enak hemmm,,,?"Fatir berbisik di telinga Cantika sambil menciuminya.
Cantika yang malu hanya mengangguk,"Jawab sayang,,hemmm enak ngga,,?"pinggang Fatir berhenti bergerak,tapi terus menciumi leher dan telinga Cantika.
"Abangg,,,Tika malu ah,,"
__ADS_1
"Kenapa malu,,ayo jawab,biar Abang lebih semangat,,"
"Iya Bang,,enak,,,"dengan pelan.
"Abang ngga dengar sayang,,ayo yang kencang,"tangan Fatir memegang kedua pipi Cantika dan keduanya saling tatap.
"Iyaaa,,,Abanggg,,rasanya enakkk,,ayo terusss jangan berhenti,,lebih kencang lagi,"sambil menciumi bibir Fatir.
Fatir tersenyum senang,"Siap sayang,,Abang akan penuhi permintaan mu,,siap siap yah, Abang pasti akan buat kamu teriak karena keenakan,,"Cantika tersenyum dan mengangguk.
Cantika mengalungkan tanganya di leher Fatir,dan Fatir benar saja,gerakan pinggangnya tidak lagi pelan,tapi lebih cepat.
Fatir untuk sekarang,karena baru pertama tidak mengajak Cantika banyak gaya,karena takut Cantika masih kesakitan.
Fatir akhirnya melakukan penembakan bersama Cantika,keduanya sama sama merasakan kenikmatan dengan teriak kencang.
Aaaaaahhhgggg......
Fatir dan Cantika seperti terbang melayang karena baru saja merasakan kenikmatan bersama.
***Maaf kl kurang greget..aku udah dua kali di tolak...karena terlalu panas..
__ADS_1
Semoga yg ini tidak di tolak..amin..
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih***..