Janji

Janji
Di Tusuk Pisau Oleh Orang Ngga di Kenal


__ADS_3

Pagi harinya Cantika akan ikut Fatir ke kantor .bukan nya Cantika ngga percaya kalau nanti Fatir mau nemuin Lisna lagi.tapi Cantika ingin membantu Fatir agar tidak banyak jalan nanti di kantornya.


Fatir sudah menyuruh sekertaris nya untuk menyerahkan berkas kasus Lisna ke Papih.


Sekertaris Fatir menelfon Lisna untuk memberi tau kalau kasusnya di limpahkan ke kantor Papih Akbar.


"Maaf Pak kenapa pak Fatir melimpahkan kasus Saya ke Pak Akbar,?"Lisna bertanya ke Sekertaris Fatir.


"Saya tidak tau alasan pastinya,tapi Pak Fatir kemarin baru saja mengalami kecelakaan ,mungkin itu alasan Pak Fatir melimpahkan kasus Ibu ke Papahnya,"


"Oh jadi Pak Akbar itu orang tua Pak Fatir,"


"Iya Bu,,nanti Saya kasih no telfon Pak Akbar biar Ibu bisa menghubungi nya langsung,"


"Iya Pak ,"


Telfon pun mati dan Anton sekretaris Fatir mengirim no telfon Papih Akbar.


Jam makan siang Fatir mengajak Cantika makan di luar,tapi Cantika tidak mau karena kaki Fatir yang belum boleh banyak jalan. Cantika sangat posesif sekarang,karena Cantika takut Fatir seperti dulu lagi jalanya pincang.


"Kita makan di sini aja,Abang mau pesan apa biar di pesankan,"


"Tapi Abang pengin makan di tempat nya Yang,biar rasanya enak karena hangat,"


"Emang Abang pengin apa sih,?"


"Abang pengin rawon sama sate di dekat lampu merah depan situ,ngga jauh kan,ayo kita makan di sana aja,"


"Ya sudah kalau gitu kita makan di sana,"Fatir tersenyum.


Anton juga ikut agar Anton yang menyetir mobilnya.


Sampai di tempat makan Fatir memesan sate kambing dua porsi sama rawonnya,itu buat berdua dengan Cantika. Anton hanya makan rawon dan nasi aja tanpa pesan sate.


Ketiganya makan bersama di satu meja,saat sedang makan ada yang memangil Fatir.


"Fatir,,"Fatir melihat ke sumber suara.


"Eh Dimas,,wah lama kita ngga ketemu,"keduanya saling peluk pertemanan. Fatir rupanya bertemu teman kuliahnya.


"Kamu mau makan,,"


"Iya,ini Aku baru pesen,Aku habis menjemput Anak ku sekolah Trus mampir kesini mau makan siang dulu,"


"Oh gitu,mana anakmu,,"


"Itu,,"Dimas Menujuk anak kecil yang sedang duduk sendirian.


"Kalian berdua saja,?"


"Iya,kita cuman berdua,"


"Gabung aja kesini, biar kita makan bareng,"


"Emangnya ngga papa ikut gabung nih,?"

__ADS_1


"Ya ngga papa lah,gabung aja sih,"


"Kamu makan sama siapa,?"


"Oh iya kenalkan ini istriku namanya Cantika,sayang kenalkan ini teman Abang,"Cantika lalu berjabat tangan dengan Dimas dan saling lempar senyum.Anton juga berjabat tangan dengan Dimas.


"Ajak anakmu kesini,biar kita makan bareng,"


"Iya,,baiklah,"Dimas lalu mendekat ke anaknya dan mengajak untuk pindah.


"Ayo sayang kita pindah duduknya yah,"si anak hanya menurut dan berjalan mengandeng tangan si Dimas.


"Ini anak kamu,?"


"Iya,, namanya Kenzo,,sayang ayo Salim ini Om Fatir dan ini Tante Cantika,dan yang ini Om Anton,"Kenzo yang sudah 6 tahun langsung cium tangan ke semua.


Cantika merasa tangan Kenzo hangat,dan Kenzo terlihat demam.


Kenzo dan Dimas lalu duduk,pesanan makanan Dimas pun datang.


Semua makan bersama,Dimas sambil menyuapi anaknya dengan telaten.


"Kenzo kelas berapa sayang,?"tanya Cantika.


"TK B Tante,"


"Oh sudah TK B yah,,"Kenzo mengangguk.


"Istrimu ngga ikut jemput Dim,?"Dimas ngga langsung jawab tapi tersenyum tipis.


"Maaf Dim Aku ngga tau,,"


"Iya ngga papa,,Aku sudah ikhlas kok,"


"Kalau boleh tau kecelakaan apa,?"


"Kecelakaan mobil saat mau jemput Kenzo pulang sekolah,"


Setelah itu Fatir tidak banyak tanya lagi,karena Fatir tidak mau Dimas dan anaknya jadi sedih.


Ke limanya makan bersama,selesai makan Fatir dan Dimas bicara tentang kerjaan. tapi Kenzo sedikit rewel karena badanya sedikit anget.


"Kenzo sama Tante dulu yah,biar Ayah ngobrol dulu sama Om,mau kan sayang,,"Cantika memangku Kenzo lalu mengusapi kepalanya dengan sayang.


"Kenzo pusing yah,?"Kenzo hanya mengangguk.


"Ya sudah Kenzo bobo aja yah,"


Kenzo menyandarkan kepalanya di dada Cantika,dan lama lama tidur.


"Mas maaf ini Kenzo kayanya demam deh,badanya hangat,"Dinas yang dengar kata Cantika langsung bangun dari duduknya,lalu mendekat ke Kenzo dan memegang keningnya.


"Ya Tuhan sayang kamu demam,Tir Aku pulang yah,kasihan Kenzo besok kita ngobrol lagi,kamu sudah simpan no telfon ku kan,"


"Iya sudah Aku simpan,ya Sanah bawa pulang anakmu,"Fatir memegang kening Kenzo dan benar keningnya hangat.

__ADS_1


Dimas dan anaknya pulang,Cantika melihat Kenzo merasa kasihan.


"Kenzo kasihan ya Bang,masih kecil sudah di tinggal Mamahnya,"


"Iya Sayang,tapi ini sudah takdir dari Tuhan kan,ya sudah ayo kita juga balik ke kantor,Ton bayar dulu makanannya,"


"Baik Pak,,"Anton menuju kasir.


Cantika membantu Fatir untuk jalan,keduanya lalu ke mobil. Fatir sebenarnya sudah bisa jalan tapi dasar Cantika saja yang kuatir.


Anton membawa mobilnya menuju kantor,saat mobil sedang jalan hp Fatir bunyi.


"Halo,,ada apa,?"


"Kaka di mana,,?"


"Lagi di jalan mau balik ke kantor,,"


"Cepat Kaka ke rumah sakit sekarang juga,Papih butuh darah Kaka,,"


"Apa maksud kamu Dek,!!?"Fatir cukup kaget dengarnya.


"Papih di tusuk pisau perutnya oleh seseorang,dan kehabisan darah banyak,cepat lah Kaka datang ke rumah sakit,"telfon langsung di matikan.


"Ton ke rumah sakit sekarang juga,cepat,,"


"Baik Pak,,"


"Bang ada apa,,?"


"Papih,,,ada yang menusuk Papih dengan pisau,,"Cantika langsung kaget.


"Ya Tuhan Papih,,"Cantika yang memang orangnya penakut sampai menangis.


"Sudah jangan menangis,kita berdoa saja semoga Papih baik baik saja,"Cantika hanya mengangguk.


Fatir lalu menelfon sekertaris Papih."Apa yang terjadi,!kenapa Papih sampai tertusuk pisau ,!?"


"Kita baru saja bertemu klien di tempat makan,setelah selesai kita akan balik ke kantor,tapi saat kita mau naik mobil tiba tiba ada orang yang pakai topeng dengan cepat menusuk Pak Akbar,"


"Ya Tuhan!! sekarang balik ke restoran,cari CCTVv di restoran itu,kita harus cari tau siapa yang melakukanya,tidak akan Saya biarkan orang itu bebas begitu saja,"


"Baik Pak,,"telfon mati.


Mobil Fatir sudah sampai di rumah sakit.ketiganya langsung turun dari mobil setelah terparkir. Fatir sedikit lari dan Fatir tidak mempedulikan kakinya yang masih sakit.


Mamih Vivi bersama tim Dokter masih melakukan operasi di dalam ruangan. Atan sengaja di luar menunggu Fatir datang.


"Gimana Papih,,?"


"Papih ada di ruang operasi,ayo Kak kita harus ambil darah Kaka,Papih sedang membutuhkan nya,"


"Iya,,kamu ambil lah darah sebanyak banyaknya di badan ku ini,"Fatir dan Atan pergi ke ruang pengambilan darah.


Cantika rupanya ikut,walau tidak di ambil darahnya,tapi Cantika tau Fatir yang baru sembuh pasti nanti Fatir akan merasa lemas dan akan membutuhkannya.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2