
Cantika makan siang sendirian,sambil makan siang Cantika telfon ke Fatir untuk menanyakan sudah makan siang apa belum.
"Abang juga lagi makan siang di luar,Abang mau ketemu sama Klien,"
"Oh,,Cewek cowok klien nya,?"Fatir tersenyum.
"Kenapa tanya gitu,,?"
"Ya ngga papa,pengin tau aja,?"
"Klien nya cewek,dan masih anak kuliahan,"Cantika langsung sedikit cemberut.
"Ngga usah cemberut gitu,jadi jelek tuh,"
"Ngga,,ngapain cemberut,"
"Senyum dong kalau gitu,mau tau tentang kasusnya ngga,,?"Cantika diam ngga mau jawab,tapi Fatir menjelaskannya.
"Kasusnya cuman tindak kekerasan aja,jadi klien Abang habis kena perlakuan kasar pacarnya,dan dia mau ambil jalur hukum karena si cowoknya ini ngga mau minta maaf"
Cantika mengangguk.
"Ya sudah ya Sayang,nanti Abang telfon lagi kalau sudah di kantor,"Cantika jawab iya.telfon pun mati.
Saat Cantika masih makan siang,Atan juga mau makan siang,Atan baru bangun tidur dan Atan hanya pakai celana pendek dan kaos tanpa lengan.
"Siang Kaka ipar,,"Atan menyapa sambil duduk.Cantika jawab siang juga.
Atan mengambil piring dan langsung mengisinya dengan nasi juga lauk.
Atan melihat di piring Cantika tidak ada sayur nya,"Kenapa ngga makan sayur,sayur itu sehat loh buat tubuh,"
"Saya ngga suka sayur itu,ada bau baunya gitu,"
"Tapi ini sayur toge,sayur ini bisa bikin subur,"Cantika masih mendengarkan nya.
"Kak Fatir juga harus banyak makan sayur ini,biar kalian sama sama subur,,"Atan berkata lagi.
__ADS_1
Cantika masih diam tapi mendengarkan,Atan habis bicara langsung makan karena lapar.
Sore harinya Cantika menunggu kepulangan Fatir sambil menyirami bunga di halaman depan.
Tadi Fatir bilang kalau sudah mau pulang,makanya Cantika menunggu nya.
Atan di telfon rumah sakit katanya ada pasien yang kritis,dan Atan langsung bersiap.
Atan jalan cukup cepat menuju mobilnya,tapi Atan tidak sengaja menginjak lantai yang basah dan akhirnya.
Bukkk...
"Aaawww,,,ssiittt,,,"Atan kesakitan sambil kesal.
Cantika menengok saat mendengar suara kesakitan,"Atan,,,"Cantika meletakan selang air,lalu mendekat ke Atan.
"Kamu ngga papa,,?"
"Ngga papa gimana,,ini Aku sakit banget,,bantu Aku bangun,,ini pasti gara gara kamu siram tanaman kena lantai ,jadi Aku jatuh,"Cantika yang merasa ngga enak lalu membantu Atan.
Tangan Atan di ukur kan ,lalu tangan Cantika menariknya,karena Atan berat Cantika bukanya menarik Atan,tapi Cantika yang ketarik Atan ,dan akhirnya Cantika yang tersungkur ke arah Atan.
Atan hanya diam saat Cantika jatuh di badanya karena Atan juga kaget,untuk berapa detik keduanya saling tindih,Cantika pun tersadar dan buru buru mau bangun.
"Cantika,,,Atan,,,kalian ngapain,,!?,"Cantika dan Atan menengok ke sumber suara dan ternyata Fatir.
"A,,Abang,,"Cantika lalu mendekati Fatir setelah bangun.
Atan sambil menahan sakit bangun dari duduknya yang sedikit tiduran.
Fatir menatap tajam ke Cantika,seakan sangat marah.
"Bang,,Tika akan jelaskan,"sedikit takut bicaranya karena tatapan mata Fatir sangat tajam.
"Iya harus kamu jelaskan !"suara Fatir cukup kencang.
Cantika merasa gugup karena baru mendengar suara Fatir yang keras dan marah seperti itu.
__ADS_1
"Kak,tadi Aku,,"
"Aku ngga butuh penjelasan kamu,biar Tika yang jelaskan,"Atan belum selesai bicara Fatir sudah memotongnya.
"Tadi Atan jatuh terpleset Bang,,Tika cuman mau batu untuk bangun ,tapi karena Atan berat Tika ngga kuat dan akhirnya jatuh ke badan Atan,"Cantika bicaranya sambil menunduk takut.
Fatir tanpa menjawab langsung masuk ke dalam rumah, Cantika yang melihat Fatir seperti itu langsung mengejarnya.
"Kak,,tunggu,, Kaka jangan marah sama Kaka ipar,yang di katakan nya itu benar,Aku terpleset dan jatuh,Kaka ipar tadi mau bantu Aku bangun Kak,"Atan mengejar Fatir juga untuk menjelaskan,tapi Fatir tetap diam dan terus masuk.
"Atan,,sudah,,kamu pergilah,biar nanti saya yang jelaskan sama Abang,"Cantika menahan Atan untuk tidak mengejar Fatir lagi,dan Atan melihat jam tanganya sudah terlambat ,jadi Atan pun pergi.
"Maafin Aku kak,semoga kak Fatir ngga marah sama Kaka,"Cantika hanya mengangguk.
Cantika menyusul Fatir di kamar,saat buka pintu kamar Fatir sedang melepaskan kancing kemejanya.
"Abang,,,"kata Cantika pelan dan Fatir tetap diam.
"Abang,,Tika minta maaf kalau Tika salah ,Tika sudah jelaskan semuanya tentang kejadian tadi,Tika ngga bohong Bang,,"suara Tika sudah berbeda seperti menahan tangis.
Fatir tetap diam dan Fatir justru pergi ke kamar mandi. Cantika duduk di pinggir kasur dan air matanya mengalir.
Cantika benar benar takut melihat Fatir marah,"Kenapa Abang ngga percaya padaku,,"kata Cantika dalam hatinya.
Atan di mobil menyetir sambil terus kepikiran Fatir yang marah pada dirinya dan Cantika.
"Aduh,,kenapa jadi gini sih,gimana nanti kalau Kaka marah sama Ai,, kasihan Ai,,kamu sih Tan,,bego bego,,jalan ngga hati hati pake jatuh segala,"Atan merasa kesal dengan dirinya.
Cantika duduk sambil menunduk dan menangis,Fatir keluar dari kamar mandi melihat Cantika yang sedang mengusap air matanya.
"Kenapa nangis,,Abang sudah pernah bilang ngga suka kalau lihat kamu nangis,jangan menangis untuk menarik simpatik ,kamu tetap salah di mata Abang,"Cantika buru buru mengusap air matanya,dan mencoba untuk berhenti menangis.
Mata Cantika merah dan hidungnya juga,terlihat Cantika masih takut.
Fatir lalu membuka lemari baju untuk mengambil bajunya.
Saat sedang memilih baju Cantika dari belakang memeluk Fatir.
__ADS_1
"Abang,,maafin Tika,,"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...