Janji

Janji
Di Tinggal Pergi


__ADS_3

Jam setengah 8 acara tahlailan di mulai,banyak tetangga yang hadir untuk mendoakan Kakek Agung,keluarga juga masih semuanya berkumpul.


Rumah Kakek Agung memang besar,jadi bisa menampung semua keluarganya.


Sekitar jam 10 tahlilan selesai,para tetangga sudah pada pulang.


Para laki laki membereskan tempat yang tadi di pake tahlil.perempuan membereskan piring kotor juga menyapu.


Mba Siti dan Mba Lis sudah pada tua ,jadi semuanya saling bantu.


"Sudah non biar Bibi aja yang beresin,non istirahat aja ,"kata Bibi Siti ke Cantika yang masih bantu mencuci piring.


"Ngga papa Bi,,Saya ingin bantu kok,,udah Bibi kerjain yang lain aja,"


"Tapi bibi ngga enak sama Den Fatir ,"


"Ngga papa Bi,nanti biar saya yang bilang Abang,sudah Bi ngga papa,"Bibi lalu mengerjakan lainya karena Cantika kekeh mau bantu cuci piring.


Nenek Dinda di kamarnya sedang di temani anak Tante Iza dan Tante Tiya,karena Nenek masih merasa sedih, jadi biar ada yang menghiburnya.


Hari pun berlalu,sudah 5 hari Kakek Agung di panggil Tuhan. Papah Frengki dan Mamah Jihan hari ini sudah harus pulang ke Kanada,sedang Cantika tetap tinggal di Indonesia karena harus ikut Suami.


Papah Frengki dan Mamah Jihan sudah pamit kepada keluarga Papih Akbar. Fatir dan Cantika yang akan mengantar ke Bandara.


Ke empatnya sudah masuk mobil,Papah duduk di depan bersama Fatir,sedang Cantika duduk di belakang sama Mamah.


Cantika terlihat sedih karena orang tuanya akan pulang ke Kanada,Cantika dari tadi menyandarkan kepalanya di pundak Mamah terus.


"Mah,,nanti kita tiap hari Vc yah,,"


"Iya sayang,,kita akan Vc,Mamah pasti akan kangen banget sama kamu,"


"Iya Mah,,Cantika juga pasti akan kangen banget sama Mamah dan Papah nanti,"


"Sayang,,kamu sekarang sudah menikah dan jadi seorang istri,kamu harus lebih dewasa dan ngga boleh bikin susah suami ,harus nurut dan ngga boleh membantah apa kata suami,kalau suami bilang ngga ya kamu harus turuti,,kamu ngerti kan sayang,,"kata Mamah sambil mengusapi kepala Cantika.


"Iya Mah,,Cantika akan ingat nasehat Mamah,"


"Satu lagi,,jadi lah menantu yang baik ,biar mertua sayang sama kamu,"


"Siap Mah,,tapi nanti kalau Cantika ngga bisa pulang ke Kanada lama,Mamah dan Papah yang usahakan pulang ke Jakarta yah,"

__ADS_1


"Iya,,nanti juga kalau kamu langsung hamil trus melahirkan,Mamah sama Papah pasti akan datang ke Jakarta untuk lihat cucu,"Perkataan Mamah langsung membuat Cantika malu sendiri,karena selama lima hari menikah Cantika dan Fatir belum melakukanya,ya karena keluarga masih merasa berduka.


Dan Fatir yang sedang menyetir melihat ke spion atas kepalanya untuk melihat Cantika,mata keduanya pun bertemu.


Fatir tersenyum dan Cantika langsung melihat ke lainya karena merasa malu.


"Fatir,,Papah titip Cantika yah,sayangi dan cintai Cantika dengan sepenuh hati,kamu tau kan kalau Cantika adalah harta Papah paling berharga,"


"Iya Pah,,Fatir janji akan selalu menyayangi dan mencintai Cantika dengan sepenuh hati Fatir,"


"Papah percaya,dan ingat yang Papah kemarin bilang,kalau sampai papah tau Cantika menangis dan di buat sakit hati sama kamu, Papah akan langsung bawa Cantika pulang ke Kanada,"


"Iya Pah,,Fatir ngga akan buat Cantika menangis,Fatir ngga mau sampai Cantika pergi ninggalin Fatir,"


Sampai di Bandara Fatir mendorong koper nya,sedang Cantika menggandeng Papah dan Mamah nya.


Fatir tau Cantika pasti sedih karena harus pisah sama orang tuanya,karena Cantika memang ngga pernah tinggal terpisah dengan orang tuanya.


Saat Papah dan Mamah mau masuk ke dalam karena panggilan pesawat yang akan dinaiki Papah dan Mamah sudah di umumkan,Cantika memeluk kedua orang tuanya,air mata pun mengalir dari mata Cantika.


"Jangan nangis,,jangan bikin Mamah juga ikut sedih,,kamu pasti akan bahagia di sini bersama Fatir,,"sambil mengusap air matanya Cantika, Mamah berkata.


"Iya,,"


Setelah saling peluk,Mamah dan Papah masuk ke dalam. Cantika terus melihatnya sampai Mamah dan Papah tidak terlihat lagi,dan air mata tetap ngga mau berhenti mengalir dari mata Cantika.


"Sudah jangan menangi,besok kalau Abang cuti kita akan pergi ke Kanada yah,"Fatir sambil memeluk Cantika.


"Sudah yuk kita pulang,,"Fatir melepaskan pelukan Cantika,dan membantu mengusap air matanya juga.


"Iya Bang,,maaf yah jadi bikin malu Abang,"karena banyak orang yang melihat ke arah mereka.


"Ngga kok,,Abang ngga malu,udah yuk kita pulang,"Sambil mengulurkan tanganya untuk di gandeng,Cantika mengangguk lalu menggandeng tangan Fatir.


Keduanya keluar dari Bandara ,dan mereka langsung menuju parkiran mobil.


Sampai di mobil keduanya langsung masuk,Fatir membawa mobilnya meninggalkan parkiran Bandara.


Cantika yang masih sedih di tinggal orang tuanya,menyandarkan kepalanya di pundak Fatir.


Fatir sesekali menciumi rambut Cantika,"Sayang,mau beli sesuatu ngga,?mumpung kita masih di luar."

__ADS_1


"Ngga deh Bang,,kita langsung pulang saja."


"Bener nih ngga pengin beli sesuatu,"Cantika menggeleng.


"Ya sudah kalau gitu kita pulang,"


Setelah menempuh pelajaran satu jam,mobil Fatir sampai di rumah.


Sampai di rumah, keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam.


Fatir langsung masuk ke kamar,sedang Cantika ikut gabung bersama Mah Vivi yang sedang membuat makanan untuk acara tahlilan nanti malam. Mamah Vivi di batu Bibi dan Tante.


Besok harinya Tante Tiya bersama suami dan anak anaknya pulang ke Surabaya duluan,karena ada urusan .


Sedang keluarga Papih Akbar baru besok pulang ke Surabaya nya, menunggu selesai satu malam lagi acara tahlilan tujuh harian kakek Agung.


Acara tahlilan 7 hari malam ini banyak yang datang,karena hari ini hari terakhir.


Pukul 10 acara tahlil sudah selesai,Papih menemui Nenek Dinda.


"Mah,,besok Abang sama Vivi dan anak anak mau pulang ke Surabaya,apa Mamah mau ikut Abang ke Surabaya,?"


"Mamah di sini aja,kalian kalau mau pulang ,pulang aja, Mamah ngga papa kok,kan ada Adek yang temani Mamah,"Tante Iza bersama suami dan anak-anak nya memang tinggal bersama Mamah dari dulu.


"Ya udah kalau gitu,tapi kalau Mamah mau ke Surabaya bilang Abang yah,biar Abang jemput,"


"Iya,,ya sudah Mamah mau istirahat dulu,"Mamah bangun dari duduknya ,lalu Mamih membantu Mamah berjalan ke kamar.


Pagi harinya Papih dan Mamih sudah beres beres,begitu juga dengan Atan , Cantika dan Fatir,Nenek Dinda sebenarnya merasa sedih karena anak dan cucunya pada pulang ke Surabaya,tapi Nenek tidak menunjukan nya. Nenek tau kalau Anak dan cucu cucunya punya tanggung jawab dengan pekerjaan ,jadi Nenek tidak mau menghalanginya.


Lagian nanti Nenek Dinda bisa main ke Surabaya ,untuk ke rumah Tante Tiya dan Papih Akbar kalau Nenek kangen.


Tapi Nenek tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat semua sudah mau naik mobil,air mata Nenek pun mengalir .


"Sudah Mah jangan sedih gitu,nanti kita bisa ke Surabaya ketemu mereka lagi kok,"kata Tante Iza,dan Nenek mengangguk.


Mobil yang akan mengantar Keluarga Papih ke Bandara dengan pelan meninggalkan rumah,Nenek masih terus menatap mobil itu sambil sesekali mengusap air matanya.


Tadi pagi Papih Akbar dan semuanya termasuk Nenek sudah ke makam Kakek untuk berpamitan.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2