Janji

Janji
Kopi Yang Nikmat


__ADS_3

Setelah Atan pergi Fatir menutup pintunya lagi. Cantika di kamar mandi diam karena merasa malu."Ya Tuhan. Aku malu banget ini,kenapa Abang buka pintu nya lebar gitu sih,"Cantika bicara pelan sambil mengusap dadanya.


Fatir merasa Cantika sudah lama di kamar mandi ngga keluar juga ,lalu Fatir mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang. kamu lama banget,lagi ngapain.?"


"I,,iiya Bang ini Tika sudah selesai,"Tika lalu membuka pintu kamar mandi.


Fatir tersenyum karena Cantika hanya pakai handuk saja.


"Ayo keluar."


Cantika lalu keluar dari kamar mandi. Fatir membuka celananya lagi karena tadi saat Atan datang Fatir memakai celananya lagi.


Sekarang Fatir sudah polos lagi. Cantika tidak berani melihat Fatir. walau sudah lama nikah tapi Cantika masih merasa malu. Cantika menundukkan kepalanya.


Fatir berjalan mendekat ke Cantika. Fatir mengangkat dagu Cantika agar mendongak."Kenapa menunduk hemm,,?"Cantika mengelengkan kepala pelan sambil tersenyum malu.


"Kamu masih malu.?"


"Iih sudah jangan tanya gitu. Tika jadi malu Bang,"Fatir tersenyum dan merasa gemas melihat wajah Cantika yang merah.


Tangan satu Fatir memeluk pinggang Cantika. sedang tangan satunya mengusap pipi Cantika.


Tangan Fatir setelah mengusap pipi Cantika,turun ke bawah dan dengan pelan menarik handuk yang Cantika pakai.


Handuk pun terlepas.saat ini keduanya sama sama polos. Fatir menggendong Cantika ke kasur. setelah itu Cantika di tidurkan di kasur.mereka lalu menikmati malam yang penuh dengan kenikmatan.


Lisna di rumahnya masih belum bisa tidur karena masih memikirkan perkataan Fatir. Lisna tadi sudah telfon suaminya untuk pulang ke rumah,tapi suaminya bilang kalau malam ini mau tidur di rumah istri pertamanya.


"Ya Tuhan,Aku harus gimana ini. Aku juga mencintai Mas Elang,tapi kenapa Mas Elang ngga pernah bisa adil. Aku ingin mundur dan menyerah Tuhan,"sambil tiduran di kasur Lisna bicara sendiri.


Lisna sudah dua tahun menikah dengan suaminya,tapi Lisna belum hamil. begitu juga dengan istri pertamanya yang sudah menikah 10 tahun belum punya anak.


Suami Lisna menikahi Lisna memang ingin memiliki keturunan,tapi sudah dua taun Lisna belum hamil juga. membuat istri pertamanya menginginkan Lisna di ceraikan.tapi si Suami tidak mau menceraikan Lisna karena si suami mencintai Lisna. makanya istri pertama selalu mencari masalah pada Lisna agar Lisna ngga kuat dan meminta cerai.


"Ya Tuhan kalau Mas Elang memang jodohku,Aku mohon berilah Aku dan Mas Elang keturunan. agar pernikahan kita makin kuat. dan istri pertama Mas Elang tidak membuat masalah terus,"Lisna merasa hari harinya kesepian. di rumah besar hanya ada dirinya dan satu mba saja. si suami hanya pulang seminggu 3 kali dan 4 harinya pulang ke rumah istri pertamanya.


Mata Lisna di paksakan terpejam karena kepalanya merasa pusing.sepertinya Lisna kurang tidur dan banyak pikiran,jadi kepala sakit dan pusing.


Baru saja Lisna tertidur ,tiba tiba Lisna merasa tubuhnya ada yang memeluknya. Lisna juga mencium bau minyak wangi yang tidak asing.


"Mas,, kenapa Aku merasa kamu memelukku.dan bau wangi mu sangat membuatku nyaman. Apa karena Aku merindukanmu membuat mimpiku terasa nyata."


Lisna bicara sambil matanya terpejam. Liana merasa mimpi Suaminya memeluknya.

__ADS_1


"Mas pulang Sayang. kamu ngga mimpi,"Sambil mencium kening Lisna.


Lisna dengan pelan membuka matanya dan ada tangan yang memeluk erat di perutnya. Lisan lalu berbalik.


"Mas,,kamu pulang. Aku ngga mimpi kan.?"


"Ngga sayang.kamu ngga mimpi. Mas pulang,"Lisna yang senang langsung memeluk suaminya.


"Mas,,Aku merindukan Mas."


"Iya sayang.ini sudah malam,kita tidur aja yah,"Lisna mengangguk.Keduanya tidur saling berpelukan.


Di lain tempat,Fatir dan Cantika masih lanjut ronde kedua. padahal jam sudah menujukan pukul 12 malam. Fatir yang katanya minta satu ronde ternyata minta nambah.


"Bang,, Tika sudah ngga kuat,"Fatir masih saja bergerak di atas badan Cantika yang sudah terkulai lemas.


"Iya sayang.tunggu sebentar lagi yah."


Fatir lalu bergerak dengan cepat.kaki Cantika di letakannya di atas pundaknya. saat Fatir mengerjakan pinggangnya dengan cepat,Cantika yang lemas hanya bisa mengeluarkan suara kenikmatan dari mulutnya dengan pelan.


"Bang,,,oohh,,,eeemmm,,"


"Iya sayang,,,Abang akan sampai,,,"


Dan tidak lama akhirnya Fatir melakukan pelepasan. "Aaaaaggggghhhhh........"


Cantika yang sudah lelah dan mengantuk akhirnya tertidur setelah Fatir bangun dari atas badanya.


Fatir membersihkan inti tubuh Cantika dengan tisu karena Cantika sudah tertidur.selesai Fatir membersihkan inti tubuh Cantika,Fatir ke kamar mandi untuk bersih bersih.


Selesai bersih bersih, Fatir lanjut tidur sambil memeluk Cantika.


Pagi harinya Cantika bangun duluan. Cantika bangun pukul setengah tujuh. Cantika kesiangan karena semalam tidur cukup malam.


Setelah dari kamar mandi,Cantika keluar dari kamar nya mau ke dapur ambil minum.


Saat buka pintu kamar,ternyata Atan juga keluar dari kamarnya. keduanya sama sama keluar dari kamar dan saling tatap.


Cantika dan Atan sama sama merasa ngga enak gara gara semalam. Cantika yang merasa malu lalu menunduk dan langsung turun ke bawah dengan cepat cepat.


Atan yang mau turun menunggu Cantika turun duluan. setelah Cantika sudah turun baru Atan turun ke bawah.


Mamah masih menjaga Papah di rumah sakit.keadaan Papah sudah lebih baik tapi lukanya masih belum kering.


Atan ke dapur dan meminta mba buatkan kopi. "Iya Den,Mba buatkan dulu."

__ADS_1


Cantika juga sedang membuat kopi."Non sedang buat kopi ,?"tanya Mba.


"Iya Mba. kenapa.?"


"Mba juga mau buat kopi buat Den Atan,tapi Mba lagi goreng ayam takut gosong."


"Ya udah biar Saya yang buatkan sekalian kopinya ya Mba. Mba goreng ayamnya aja."


"Apa ngga papa Non?nanti jadi merepotkan lagi."


"Ngga kok Mba.kan ini sekalian."


"Iya Om makasih."


Cantika buat kopi dua cangkir. satu buat Fatir, satunya lagi buat Atan.


Setelah jadi dua cangkir kopi,Cantika memanggil Mba untuk memberikan kopinya ke Atan.


Cantika pergi dulu untuk ke kamarnya dengan membawa satu cangkir kopi untuk suaminya. saat melewati Atan,Cantika tidak menyapa atau melihat Atan. Cantika lanjut jalan saja.


"Den ini kopinya,"Mba meletakan cangkir kopi di depan Atan.


"Makasih Mba."


Atan meminum kopinya dengan pelan karena panas. sekali meminum kopinya,dua kali dan sampai ketiga kalinya Atan langsung panggil Mba.


"Mba,,sinih bentar deh."


"Iya Den ada apa,?"


"Ini kopinya siapa yang buat,?"


"Me,,memangnya kenapa Den? apa ngga enak.?"


"Ini bukan buatan Mba yah,?"Mba takut untuk jawab ,lalu mba mengangguk.


"Siapa yang buat.?"


"Itu kopinya yang buat Non Tika Den,"Mba menjawab pelan karena takut.


"Oh ya sudah. Mba boleh pergi,"Mba langsung pergi karena takut Atan marah karena kopinya rasanya beda.


"Kopinya enak juga. coba tiap hari ada yang buatin kopi gini,pasti hidup terasa enak ,"Sambil meminum kopinya lagi.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita teman ku ya kak..mksh...



__ADS_2