Janji

Janji
Fatir Terluka Dan Berdarah


__ADS_3

Cantika di rumah baru saja selesai makan siang. Cantika mau mengantarkan piring kotor ke dapur.setelah itu Cantika minum.selesai minum gelas di letakan di meja,tapi tanpa sengaja gelas itu tersenggol tangan,akhirnya jatuh dan pecah.


"Aaaa,,,,"Cantika teriak karena kaget saat gelas pecah dan berhamburan di lantai .


Mba yang melihatnya langsung mendekat,"Non jangan di pegang,biar Mba saja yang bereskan pecahannya,,"Cantika yang masih kaget diam berdiri lalu mengangguk pelan.


Mba mengambil pecahan gelas dengan pelan satu persatu dengan teliti. Cantika melihat ada potongan gelas di dekat kakinya lalu berjongkok karena mau mengambilnya.


Saat mau di ambil,jari tangan Cantika terkena pecahan gelas ,padahal sudah hati hati.


"Aaaww sakit."


"Ya Tuhan Non. jari Non jari Non berdarah,"Mba lalu menyuruh Cantika bangun dari jongkoknya dan membawanya ke kursi meja makan.


Mba mengambil kotak P3k untuk mengobati jari Cantika."Udah Mba biar saya aja yang obati.Mba lanjutkan aja mengambil pecahan gelasnya."


"Baik lah Non,,ini obatnya dan kapasnya,"Cantika mengambilnya.


Mba masuk ke dapur untuk melanjutkan membersihkan pecahan kaca. Cantika membersihkan jarinya yang berdarah.


Fatir dan Anton mendekat ke mobil yang menabrak mobilnya.saat Fatir dan Anton sudah dekat mobil tiba tiba tancap gas.


Sebelum mobil tancap gas,orang yang duduk di bangku belakang dalam mobil menyuruh supir untuk menabrak Fatir.


"Tabrak orang yang sebelah kiri,lalu tancap gasnya,"


"Baik Bos."


Fatir dan Anton melihat mobil mundur, dan tiba tiba jalan cepat ke arahnya,dengan sangat cepat mobil itu mengarah Fatir.


"Pak awas,,,"Anton teriak cukup kencang. Fatir yang tau itu mobil ke arahnya langsung mundur dan lari ke bahu jalan.


Karena mobil sangat cepat Fatir yang lari pun tetap terkejar.padahal Fatir lari di trotoar.


Mobil terus mengejar Fatir,mobil sampai menabrak bangku dan yang ada di trotoar. Anton terus ikut lari mengejar mobil agar berhenti.tapi Anton tidak bisa mengejar itu mobil. Anton tapi memfoto plat no mobilnya.


Fatir akhirnya melompat ke selokan yang ada di samping trotoar.


"Aaawww,,,,"Fatir jatuh ke selokan yang cukup dalam.


Supir mobil yang melihat Fatir menjatuhkan diri ke selokan langsung turun ke jalan dan melaju kencang untuk pergi.


Anton melihat Fatir di selokan langsung membantunya naik. Anton tidak sendiri tapi di bantu orang yang ada di situ dan melihat kejadiannya juga.


Orang orang melihat Fatir di kejar mobil,tapi semua orang tidak berani mendekat justru orang orang pada kabur dan menghindar.

__ADS_1


Fatir sudah naik ke atas,baju dan celana Fatir kotor dan bau.


Fatir kesakitan di bagian kaki yang dulu bekas kecelakaan. Anton membatu menaikan celananya dan ternyata ada luka nya yang mengeluarkan darah.


"Pak kita harus ke rumah sakit sekarang,"Anton dengan cepat berlari untuk mengambil mobil.


Sebelum pergi ke mobil Anton menitipkan Fatir ke orang yang ada di situ.


Karena celana panjang dan jasnya yang kotor ,Fatir melepasnya di bantu orang yang di situ.begitu juga dengan sepatu dan kaos kakinya.


"Biar di tinggal aja semuanya di sini pak,itu kotor dan bau,"


"Tapi sayang Pak ini barang mahal,"


"Ngga papa Pak,,"


Anton datang dengan membawa mobilnya. Fatir hanya pakai kemeja putih dan celana pendek saja masuk ke dalam mobil di bantu Bapak bapak yang tadi membantu. Anton membukakan pintu mobilnya.


Anton membawa mobilnya dengan cepat,darah di kaki Fatir terus mengalir. Fatir membersihkannya terus dengan tisu.


Samapi di rumah sakit Fatir duduk di kursi roda dan Anton yang mendorong nya. kaki Fatir sudah merasakan sakit dan susah kalau jalan.


Salah satu Suster yang paham dengan Fatir langsung ke ruangan Mamih,untuk kasih tau kalau Fatir terluka.


"Di bawa ke ruang UGD Dok,,"Mamih langsung keluar dan menuju ruang UGD.


Mamih berjalan cepat.samapi di UGD Mamih melihat Anton.


"Siang Bu,,"Anton menyapa.


"Siang,Saya mau lihat Fatir dulu,nanti kamu harus jelaskan semuanya ke Saya,,!"


"I,,Iya Bu,,"Anton sedikit takut karena suara Mamih terlihat marah.


Mamih masuk ke dalam,Fatir sedang di obati oleh Dokter."Sayang,,"


"Mih,,,Kaka baik baik aja kok,,"Fatir tau Mamih nya terlihat cemas.


Mamih melihat luka di kaki Fatir yang cukup dalam. Mamih langsung ambil alih untuk mengobati lukanya.karena Mamih ingin yang mengobati anaknya sendiri.


Dokter yang tadi masih tetap di situ untuk membantu Mamih.


"Dok,,sepertinya harus di jahit,ini lukanya cukup dalam,"


"Ngga usah di jahit,ini kita kasih obat saja,soalnya kaki Fatir sudah pernah terluka,"

__ADS_1


"Tapi akan lebih lama sembuh Dok,"


"Ngga kok,,nanti asal Fatir bisa jaga makan dan jangan banyak jalan, luka akan cepat kering,"Si Dokter pun mengikuti apa pendapat Mamih. karena Fatir anaknya dan Mamih juga pasti lebih tau yang terbaik anaknya.


(Ini hanya karangan cerita aja yah,)


Fatir tidak merasa sakit karena kakinya di suntik mati rasa.setelah di bersihkan dan di kasih salep ,lupa Fatir langsung di perban.


Fatir rupanya tertidur karena pengaruh obat,Dokter dan Suster lalu keluar dan membiarkan Fatir istirahat.


Mamih lalu mengajak Anton untuk ke ruangannya.Anton pun ikut karena Anton sudah tau pasti di suruh menjelaskan Fatir kenapa.


"Sekarang katakan,kenapa Fatir bisa terluka seperti itu,?"setelah Anton dan Mamih duduk.


Anton langsung menceritakan dari pas makan siang bersama Papih dan Atan. sampai akhirnya Fatir yang jatuh ke selokan gara gara di kejar mobil.


Mamih yang mendengar anaknya seperti sedang terancam nyawanya langsung menelfon Papih.


Papih langsung kaget dengarnya,Atan yang masih ada di kantor Papih juga ikut kaget.


"Papih sama Atan akan ke rumah sakit sekarang Mih,"


"Iya Pih,,tapi Atan suruh pulang aja jemput Cantika dan ambil baju Kaka,karena Kaka bajunya kotor,"


"Iya Mih,"


Telfon mati,Papah dan Atan turun ke bawah dan langsung masuk mobil sendiri sendiri.


Atan akan menjemput Cantika di rumah.sedang Papih langsung ke rumah sakit.


Atan sampai rumah langsung mencari Cantika.dan Cantika ternyata ada di kamarnya.


Tok...tok...


"Ai,,Ai,,,"Atan mengetuk pintu dan memangil Cantika.


Cantika lagi tidur,tapi mendengar Atan memangilnya,lalu membuka pintu.


"Ada apa,,?"


"Kak Fatir kecelakaan,tapi dia baik baik saja,hanya terluka sedikit,kamu jangan kuatir karena Mamih sudah mengobatinya,"Atan bicara sangat cepat agar Cantika tidak kuatir dan kepikiran.


Cantika diam karena kaget,"Sudah sekarang siapkan baju Kaka buat ganti,,soalnya baju Kaka kotor sama darah ,"Cantika bukanya langsung bergerak tapi malah menangis dengar baju Fatir kotor kena darah.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2