
Cantika dan Fatir sudah sampai di Kanada. keduanya naik taksi langsung menuju rumah sakit di mana Mamah Jihan di rawat.
Cantika yang sudah merasa lelah ,di taksi menyandarkan kepalanya di dada Fatir.
"Tidur aja dulu,nanti kalau sudah sampai Abang bangunin."
"Tika ngga ngantuk Bang. Tika cuman rasanya lelah.badan rasanya ngga enak."
"Nanti Abang pijitin kalau sudah sampai."
Setelah sampai di rumah sakit ,keduanya turun dari taxsi dan masuk rumah sakit.
Tika dan Fatir yang sudah tau di mana ruangan Mamah ,langsung menuju ke ruang rawat tanpa bertanya ke suster.
Sampai di ruang rawat Mamah,keduanya masuk.di dalam ada Papah yang sedang menyuapi Mamah.
"Mamah."
"Sayang."
Cantika sedikit berlari ke Mamah,Cantika memeluknya dengan erat.
"Tika kangen Mah."
"Mamah juga kangen Sayang. kok mau datang ngga kasih tau Mamah."
Saat Cantika dan Mamah masih pelukan,Fatir juga berpelukan singkat dengan Papah. dan saling menanyakan kabar.
Cantika dan Mamah sudah melepaskan pelukannya. Cantika lalu duduk di dekat Mamah. Fatir lalu cium tangan ke Mamah.
"Kalian pasti capek dan lapar. Papah belikan makanan dulu yah buat kalian."
"Iya Pah."
Papah keluar dari ruang rawat,Cantika dan Mamah mengobrol.sedang Fatir yang capek tiduran di sofa.
__ADS_1
Papah datang membawa makanan juga minuman. Papah menyuruh Cantika dan Fatir makan dulu.
"Pah. Mamah pulang aja yah. Mamah sudah sembuh kok."
"Jangan dulu Mah. Mamah harus banyak istirahat."
"Mamah di rumah juga istirahat.sekarang kan ada Tika. Mamah ada temen."
"Ya sudah, nanti Papah akan urus administrasi nya,"Mamah langsung senyum.
Fatir dan Cantika dengar obrolan Papah dan mamah,padahal keduanya sedang makan.
Papah pergi lagi untuk mengurus administrasi. Cantika yang sudah selesai makan,lanjut membereskan barang barang Mamah yang mau di bawa pulang. Mamah sudah di rawat dua hari di rumah sakit. Mamah sakit gejala tipes,karena Mamah sering telat makan gara gara kangen sama Cantika.
Papah sudah selesai mengurus administrasi.setelah itu Mamah di bawa pulang.sampai di rumah Mamah di suruh istirahat,tapi Mamah ngga mau. Mamah mau masak buat anak dan menantunya yang baru datang.
"Mah.Mamah kan baru pulang dari rumah sakit.ngga usah masak dulu,besok aja lagi masaknya. Sekarang Mamah istirahat aja.soal makanan nanti kita beli saja,"kata Cantika.
"Benar kata Tika Mah.sudah ayo masuk kamar.ngga usah mikirin soal makanan."
Setelah Mamah masuk kamar dan istirahat,Cantika juga masuk kamarnya.Fatir sudah bersih bersih dan tiduran di kasur.Cantika melihat sekeliling kamarnya yang sudah lama dia tinggalkan.
Kamar masih sama dan tidak ada yang berubah.Fatir menyuruhnya untuk mendekat.
"Kemari sayang,kita tiduran."
"Tika mau bersih bersih dulu Bang. Badan rasanya sudah ngga enak."
"Ya sudah sanah.jangan lama lama yah,"Cantika jawab iya.
Setelah Cantika bersih bersih, Cantika naik ke kasur untuk tiduran.Fatir langsung memeluknya.
"Besok Abang pulang ke jakarta yah,"Cantika langsung mendongakkan kepala.
"Kok besok."
__ADS_1
"Abang banyak kerjaan Sayang.besok kalau kerjaan Abang sudah selesai,Abang akan ke sini lagi."
"Kira kira berapa lama.?"
"Dua mingguan."
Cantika terlihat sedih.Fatir bisa melihatnya,tapi gimana lagi karena memang harus tanggung jawab sama kerjaan.
"Jangan sedih.kamu di sini kan sama Papah dan Mamah.dua Minggu nanti pasti terasa sebentar."sambil tangan Fatir mengusap pipi Cantika.
"Abang nanti di rumah jangan telat makan yah,dan ngga boleh macam macam.kalau sampai macam macam burung Abang akan Tika potong,"Fatir tersenyum.
"Ngga Sayang. Abang ngga akan macam macam,"Fatir lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Cantika.keduanya berciuman.
Di Kanada saat ini sedang dingin.dan suasananya sangat nikmat untuk bercinta.ciuman Fatir makin menuntut dan tangannya sudah jalan jalan.
"Eeemmm,,,,"suara mulut keduanya saat saling menikmati ciuman.
Tangan Fatir sudah bertemu dengan daging kenyal dan langsung memainkannya.
"Kamu capek ngga sayang,?"Fatir berbisik di telinga Cantika sambil menciuminya.
Cantika menggeleng pelan.katena sudah dapat jawaban, Fatir tidak menyia nyiakannya.
Dengan cepat Fatir melepaskan baju Cantika,keduanya sudah polos di dalam selimut.walau sudah ada penghangat ruangan, tetap saja mereka masih merasa dingin.
Satu ronde untuk mencari keringat mereka lalui dengan sama sama puas dan penuh sayang. Fatir menembakan bibit kecebong ke dalam rahim Cantika dengan begitu banyaknya.
Keduanya sudah terkapar lemas,badan pun penuh keringat.untung saja mereka sudah selesai.karena baru saja Cantika mau ke kamar mandi, Papah mengetuk pintu untuk turun kebawah.
"Iya Pah. Tika sama Abang nanti turun."dari dalam kamar Tika bicara,karena kalau buka pintu Cantika malu takut ketahuan habis main.
Rasa lelah tidak membuat keduanya tidak menikmati permainan.justru keduanya sangat bergairah.
Jangan lupa like komentar dan vote nya, terimakasih...
__ADS_1