
Fatir dan Cantika keduanya pergi ke Mal. Fatir menuruti semua keinginan Cantika. Cantika belanja barang kebutuhannya,Fatir dengan setia menemaninya. Cantika membeli kosmetik,baju,tas dan masih banyak lagi.
"Bang,,maaf yah kalau Tika menghabiskan banyak uang Abang,"Cantika Merasa ngga enak karena Cantika belanja banyak dan barang barang bermerek.juga.
Cantika membeli itu semua karena Fatir yang menyuruhnya.karena Fatir membawa Cantika memasuki setiap toko dan menyuruh Cantika beli.ada juga Fatir yang memilihkan barang untuk Cantika.
Fatir hanya tersenyum tipis mendengar Cantika minta maaf."Abang kerja uangnya ya untuk kamu,,kalau kamu ngga habiskan lalu siapa yang akan menghabiskan nya,"
Keduanya saat ini sedang duduk di cafe yang ada di dalam Mal,keduanya istirahat setelah tadi keluar masuk toko untuk belanja.
"Makasih ya Bang,,buat semuanya. Abang sudah mau menemani Tika ke Mal dan ngajak belanja,"
"Iya Sayang,,besok setiap Minggu kita akan pergi untuk belanja dan jalan jalan lagi,maaf yah kemarin Abang ngga mikirin kamu ,Abang selalu sibuk kerja,"
"Ngga papa Bang, Tika ngerti kok.Abang kan kerja cari uang buat masadepan kita ,"
"Makasih ya Sayang atas semua pengertiannya,"
"Iya Bang sama sama,"
Sekitar jam 6 malam Fatir dan Cantika sudah pulang,Mamih telfon dan menyuruh untuk makan malam di rumah saja.
Fatir dan Cantika turun dari mobil,tangan Fatir satunya menggandeng tangan Cantika dan satunya menenteng barang belanjaan.
Keduanya masuk kedalam dan langsung menuju tempat makan.
"Malam semua,,"Fatir menyapa Mamih,Papih dan Atan yang sedang makan malam.
"Malam,,ayo duduk kita makan malam,"
"Iya Mih,,"
Fatir meletakan belanjaan di atas bangku yang kosong. Cantika lalu seperti biasa mengambilkan makanan buat Fatir.
"Sayang,,belanja apa aja itu,?"tanya Mamih.
"Banyak Mih,Abang yang banyak pilihan,"
"Wah senangnya bisa belanja bareng suami,pasti seneng ya Sayang,"Mamih rupanya menyindir Papih.
"Iya Mih seneng banget,apa lagi pilihan Abang yang merek dan harganya ngga kaleng kaleng,"
"Kapan Mamih ngerasain kaya kamu ya sayang,"
"Hemm,,ada yang nyindir halus ini kayanya,"Papih langsung peka.
"Eh ada yang sadar,,,yang namanya istri juga perlu Pih sekali kali di ajak belanja,"
"Ya kan Mamih juga sibuk terus,"
"Kan minggu Mamih di rumah,tapi Papih ngga pernah ajak Mamih pergi belanja,"
"Ya sudah besok Papih ajak belanja kalau Mamih libur,"
"Nah gitu dong,,Mamih makin cinta deh,"
"Aduh,, Adek jadi pusing ini,drama rumah tangga,,untung Adek masih sendiri,jadi bebas"
__ADS_1
"Makanya Dek cepat cari pacar,lalu nikah,,"kata Papih.
"Pih,,kalau cari wanita itu sebenarnya gampang,tapi yang masuk kriteria Adek susah,Adek tuh pengin nya wanita mandiri dan keibuan,seperti Mamih dan,,"Fatir sudah menatap Atan,dan Atan tau kalau Fatir pasti menunggu perkataan selanjutnya.
"Dan Nenek Dinda,"Fatir lalu melanjutkan makanya saat Atan mengucapkan nama Nenek Dinda.
Atan tersenyum tipis,kakanya sekarang ternyata cemburuan.
Selesai makan Atan berangkat ke rumah sakit,Fatir dan Cantika yang capek langsung ke kamar,sedang Papih dan Mamih duduk di ruang keluarga untuk mengobrol dan bersantai dulu sebelum tidur.
Hari berlalu,Cantika sudah dua hari ini ikut Fatir ke kantor. Cantika membantu Fatir karena sekertaris Fatir sedang cuti.
"Sayang,,kalau capek istirahat yah,,"
"Iya Bang,,nanti Tika istirahat kalau capek,"
Cantika membantu Fatir di dalam ruang kerja Fatir,Cantika duduk di sofa sambil memangku laptop.
Sekitar jam 11 Cantika sudah merasa pegal,lalu laptop di letakannya di meja."Bang,,Tika istirahat dulu yah,tangan Tika pegel,"Sambil mendekati Fatir.
"Iya Sayang kamu istirahat aja kalau capek,"Fatir menarik Cantika agar duduk di pangkuannya.
Cantika mengalungkan tanganya di leher Fatir setelah duduk di pangkuan Fatir.
"Sayang,,datang bulan kamu sudah selesai belum,,?"Cantika tersenyum.
"Sudah,,"jawab Cantika lirih di telinga Fatir.
"Kenapa ngga bilang,,kapan selesai,,?"
"Berarti sekarang sudah boleh dong,?"Cantika mengangguk sambil menggigit bibirnya.
Fatir tersenyum senang. Fatir lalu menggendong Cantika di depan ,kedua kaki Cantika melingkar di pinggang Fatir sedang dua tangan dikalungkan di leher.
"Bang,,nanti jatuh,turunkan,"
"Sudah diam dan pegangan yang kencang,Abang mau kasih hukuman yang akan buat kamu teriak keenakan, karena dari pagi ngga bilang kalau sudah selesai datang bulanya,"
"Bang,,ini di kantor,jangan macam macam ah,ayo turunin,nanti di rumah aja bisa kan,?"
"Ngga bisa,,Abang sudah ngga tahan,sudah terlalu lama Abang puasa,"
Fatir akan membawa Cantika ke ruangan kecil yang ada di dalam ruangannya,itu adalah ruang untuk Fatir istirahat ,tapi baru berjalan dua langkah pintu ruangan kerja Fatir ada yang buka.
Ceklek...
Pintu terbuka dan ternyata yang masuk itu adalah Papih. Papih melihat anaknya yang sedang mengendong Cantika hanya menggeleng.
"Papih,,ada apa Pih,,?"tanya Fatir. dan Cantika yang melihat mertuanya datang langsung minta turun.
"Bang,,turunin,,"katanya Cantika dengan pelan.
"Sudah diam lah,,"Cantika melotot.tapi Fatir tidak mempedulikannya.
"Kalian di kantor bukanya kerja malah main gendong gendongan sih,"
"Ya Papih kaya ngga tau pengantin baru aja,Kaka udah lama libur nih Pah,kemarin ada palang merah,"Papih hanya menggeleng kepala dengar jawaban Fatir.
__ADS_1
"Iya tapi jangan di kantor juga kali kak,,turunin itu Tika nya,,Papih mau bicara bentar,nanti kamu bisa lanjutin lagi kalau Papih sudah selesai bicara,"
Fatir menurut dan menurunkan Cantika, Tika sangat malu kepada Papih,Tika lalu masuk ke dalam ruangan kecil itu.tapi sebelum pergi Tika pamit dulu.
"Pih,,Bang,,Tika ke dalam situ dulu yah,"
"Iya sayang,,tungguin Abang yah,"Cantika melototi Fatir.
"Kunci pintunya,takut ada kucing garong masuk nanti Tik,"kata Papih.
"Eett,,ngga ada kucing garong yah di sini Pih,adanya kucing yang lagi lapar,"
Cantika buru buru pergi,karena lama lama di situ makin malu nanti,karena Fatir bicaranya terus aja ngawur.
Cantika masuk ke dalam ,karena memang merasa lelah Cantika langsung tiduran.
Papih rupanya mau minta bantuan Fatir untuk mencari informasi tentang pembunuhan seorang anak pengusaha.
"Pih,,sepertinya pembunuhnya bukan orang sembarangan,karena Fatir lihat dari kasusnya si pembunuh sangat rapi melakukanya,"
"Iya,,pembunuh itu membuat seakan akan si korban bunuh diri,"
Papih dan Fatir mengobrol cukup lama,keduanya sampai tidak terasa sudah satu jam lamanya mengobrol berdua.
"Ya sudah Papih pergi dulu,nanti kita di rumah bicarakan lagi,"
"Iya Pih,,"keduanya bangun dari duduknya.
Saat Papih sudah buka pintu,Papih berbalik lagi,"Kalau mau buka puasa jangan di sini,lebih baik pulang apa ke hotel aja,"Fatir hanya tersenyum dan Faruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya Pih,,"jawabnya.
Setelah Papih pergi,Fatir menyusul Cantika,saat pintu di buka Fatir melihat Cantika yang sudah tidur dengan pulas.
"Yah tidur,,"kata Fatir pelan.
Fatir lalu keluar lagi,karena ngga mau ganggu Cantika ,Fatir melihat jam dan ternyata jam 12.
"Aku akan selesaikan ini dulu,setelah itu Aku akan ajak Cantika ke Hotel,"rupanya Fatir teringat dengan perkataan Papih nya.
Jam satu Cantika bangun karena perutnya terasa lapar,"Ya Tuhan Aku tertidur,"Cantika ke kamar mandi dulu, setelah itu baru ke luar.
"Bang,,maaf Tika tertidur,,"
"Ngga papa,,sudah ngga ngantuk kan,?"Tika menggeleng.
"Tapi Tika lapar,,"
"Ya udah kita pergi sekarang,kita akan makan siang di Hotel,sekalian Abang mau buka puasa,"
"Tapi Bang,,"
"Ngga usah tapi tapian,,ayo pergi,,"
Fatir dan Cantika lalu turun ke bawah dan menuju parkiran mobil.Fatir membawa mobilnya menuju Hotel. Cantika hanya menurut karena Cantika juga sudah menginginkannya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1