Janji

Janji
Cantika Sudah Dapat Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

Cantika dan Mamih baru saja sampai di rumah sakit. keduanya masuk ke dalam bersama sama.


Cantika akan di periksa oleh Dokter kandungan. dan Mamih sudah membuatkan janji untuk pemeriksaan badan Cantika dan konsultasi dengan rahimnya.


Mamih mengantarkan sampai ruang Dokter kandungan. setelah bertemu Dokter nya Mamih pergi menuju ruang kerjanya.


Di lain tempat. Anita dan Radit sudah siap untuk pergi ke kantor Fatir.


Keduanya turun ke bawah menuju parkiran mobil. sampai di mobil Radit membawa mobilnya meninggalkan parkiran apartemen.


"Kita sarapan dulu aja ya ."


"Iya .Aku ngikut aja,"jawab Anita. Radit mencari tempat makan untuk sarapan bersama Anita.


Di rumah sakit,Cantika sedang melakukan pemeriksaan. dan kondisi kandungan Cantika sehat dan ngga ada masalah.


"Gimana Dok hasil pemeriksaan nya,?"tanya Cantika saat sudah selesai pemeriksaan. dan sekarang sedang duduk depan Dokter.


"Semuanya ngga ada masalah. tidak ada penyakit yang bisa menghambat kehamilan,"


"Syukur lah Dok. apa Suami Saya juga harus di periksa Dok.?"


"Kalau suami Ibu mau silakan,di periksa lebih bagus."


"Tapi kalau suami Saya ngga mau gimana ya Dok.?"


"Ibu bisa pelan pelan merayunya.siapa tau nanti mau. tapi Saya mau tanya dulu sebelumnya sama Ibu,seprma bapak encer apa kental ya Bu,?"Cantika sedikit bingung karena ngga pernah perhatikan soal itu.


"Apa itu ada hubungannya Dok.?"


"Iya Bu ,Ada hubungannya. Ibu bisa lihat nanti kalau sedang berhubungan ,punya Bapak encer apa kental yah. kalau encer lebih baik Bapak harus di periksa. tapi kalau kental berarti Bapak sehat.tinggal Ibu sama Bapak tunggu saja anugrah dari Tuhan."


"Iya Dok ,nanti Saya akan coba lihat,"(maaf kl salah.ini.hanya cerita)

__ADS_1


Cantika lalu pamit karena sudah selesai pemeriksaan. Cantika tidak langsung pulang,tapi Cantika ke ruang kerja Mamih dulu.


"Pagi Mih.."


"Eh sayang sudah selesai pemeriksaanya.?"


"Sudah Mih,"Cantika lalu duduk di bangku depan meja Mamih.


"Gimana hasilnya.?"


"Semua bagus Mih,ngga ada masalah."


"Syukur lah. jadi sudah ngga penasaran lagi kan. Mamih aja dulu nikah ngga langsung hamil. Mamih nunggu sekitar dua tahunan loh baru di kasih hamil sama Tuhan. Tika yang sabar dan banyak berdoa sama Tuhan yah, semoga secepatnya di kasih keturunan."


"Iya Mih. Mih Tika mau pamit pergi dulu yah,Tika mau ke kantor Abang."


"Iya sayang. di antar Pak supir yah jangan naik taxsi."


"Iya Mih."


Sedang Anita dan Radit sudah sampai di parkiran kantor Fatir. keduanya sudah punya rencana.


Keduanya turun dari mobil dan masuk ke kantor Fatir. banyak orang yang mengenal Anita di kantor Fatir. karena dulu Anita sering main ke kantor Fatir.


Sampai di depan ruangan Fatir,Radit dan Anita langsung masuk ke dalam dan melewati sekertaris Fatir.


"Selamat siang Pak pengacara,"Fatir yang sedang melihat ke komputer langsung menengok ke sumber suara.


"Kalian. ada apa kesini,!?"


"Kita mau main aja,ngga ganggu kan,?"Radit dan Anita langsung duduk di bangku depan meja Fatir tanpa di suruh.


Fatir terlihat tidak suka kepada keduanya yang datang tiba tiba tanpa memberi tau. dari dulu Fatir dan Radit walau berteman tapi memang tidak lah dekat ,hanya biasa saja.

__ADS_1


"Maaf . Aku sedang sibuk. Aku sedang menyelesaikan kasus perselingkuhan."


"Baiklah kalau Kamu sedang sibuk. Aku hanya mau minta tolong padamu."


"Aku tidak bisa menolong kamu. kamu cari orang saja yang bisa membantu,"Fatir langsung memotong pembicaraan Radit.


Anita tersenyum tipis ke Fatir karena sekarang Fatir terlihat berbeda.


"Mas,,,kita cuman minta tolong sama kamu untuk jadi saksi pernikahan kita dari pihak Mas Radit,itu saja kok,"Anita bicara sambil di buat buat.


"Iya betul Fatir,cuman itu saja kok. masa kamu ngga bisa bantu teman sih."


"Baiklah nanti Aku pikirkan. sudah selsai kan urusan kalian,kalau begitu silakan keluar,"


"Ya Baiklah,ayo sayang kita pergi,"ajak Radit.


"Ya Mas."


"Eh tunggu,tapi Aku mau ke toilet dulu bentar. boleh numpang toilet kamu kan Tir,dah kebelet nih."


Fatir belum juga menjawab,Radit sudah masuk toilet,dan itu sudah di rencanakan.


Saat Radit masuk kamar mandi,Anita berjalan pelan mendekat ke Fatir. "Mau apa kamu,jangan mendekat."


"Kamu kenapa jadi berubah gini sih Mas. perkataan mu sangat kasar dan jutek. kamu masih marah yah sama Aku,hemmm."


"Kembali ke bangku kamu,atau silakan keluar,Aku tidak mau melihat kamu lagi,awas,,!"Fatir sampai bangun dari duduknya karena Anita terus mendekat ke Fatir.


Fatir takut kalau Anita berbuat yang tidak tidak,saat Anita terus berjalan mendekat ke Fatir ,Fatir terus mundur dan saat keduanya cukup dekat,dengan pelan pintu kamar mandi terbuka sedikit. Radi rupanya memfoto Anita yang sedang dekat dengan Fatir.


Foto itu nanti akan di edit agar terlihat keduanya berdiri saling hadap .Anita yang tau ini sudah di rencanakan terus saja tersenyum agar saat di foto nanti terlihat wajah bahagia.


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....

__ADS_1


Hai Kaka semuanya,,jangan lupa mampir ke cerita teman ku yah..trimakasih..



__ADS_2