Janji

Janji
Sore Yang Indah


__ADS_3

Cantika sudah beres beres semua baju bajunya,dan Cantika memisahkan baju yang kotor juga,kamar sudah rapih sekarang,Cantika mengganti Seprai dan sarung bantalnya,sekarang kamar sudah di kuasai oleh Cantika,jadi tatanan kamar juga sudah berubah.


Cantika juga izin Fatir,tadi saat Cantika mau mengubah tatanan kamar,Cantika Vc dengan Fatir,"Itu sekarang kamar kamu sayang, ubahlah kamar sesuka kamu,Abang pasti akan tetap suka,asal kamu ada di situ,"kata Fatir.


Cantika merasa haus karena dari tadi terus mengubah kamar,Cantika menggerai rambutnya lagi saat turun.


Cantika menuju dapur mau buat minuman dingin,Cantika sudah mandi dan pakai baju rumahan.


"Mba,,ada sirup ngga,,?"tanya Cantika.


"Ada Non,, Non mau buat es sirup,,?"


"Iya Mba,,bantuin ya Mba,,"


"Iya Non,,"


Mba mengambilkan es batu juga sirup,Cantika memgambil gelas dan di isi Ari minum.


"Mba mau ngga,,?"


"Ngga Non,,Mba kalau minum gituan suka pilek,,"


"Masa sih Mba,,"Mba jawab iya.


Setelah es sirup jadi Mba mau ke belakang ,Cantika di dapur sendiri sambil menikmati es sirupnya.


Atan bangun tidur merasa haus,Atan ke dapur untuk ambil minum.


"Wah kayanya seger nih ,ada lagi ngga,,?"


"Kamu mau,,nanti saya bikinkan,,"


"Serius nih,,wah Kaka ipar ternyata baik banget yah,,boleh deh,,"Cantika lalu membuatkannya,Atan dari tadi terus melihatnya.


"Kenapa Aku melihat kamu sekarang beda yah,,"


"Apanya yang beda,,?"Cantika bicara tapi tidak melihat ke arah wajah Atan.Cantika rupanya teringat saat pagi,pasti Atan melihat lehernya yang merah.


"Ngga tau berubahnya di mana,,tapi kamu sekarang justru terlihat makin cantik,"Cantika tidak menjawabnya.


"Apa mungkin efek pengantin baru,kamu jadi lebih beda,?"


"Mungkin,,"Jawabnya Cantika sambil memberikan es sirup.


Cantika tidak mau banyak bicara sama Atan,karena tidak akan baik,Cantika lalu pergi setelah meletakan gelas yang berisi sirup di depan Atan.


Atan hanya diam saat Cantika pergi,Atan tersenyum tipis sambil meminum Es sirupnya.

__ADS_1


"Gila,,kenapa Aku malah Malkin penasaran sama dia,,ingat Fatir dia Kaka ipar kamu,jadi setop untuk berfikir yang tidak tidak,"Atan bicara dalam hatinya.


Cantika masuk ke kamar,Cantika lalu menuju kaca, Cantika rupanya penasaran dengan perkataan Atan yang bilang kalau dirinya ada yang berubah.


"Apanya yang berubah sih,kayanya biasa aja,,apa mungkin dia tuh cuman ngerjain Aku,"kata Cantika pelan .


Cantika yang sudah merasa lelah memutuskan untuk tidur siang,karena jam sudah menujukan pukul dua.


Sore harinya Mamih pulang duluan,Mamih ke dapur untuk menyuruh Mba memasak ikan mas yang baru di belinya tadi.


"Mba,,ini nanti ikan mas nya di goreng yah,Trus buat sambal,dan sama tumis kangkung aja,"


"Baik Bu,,"


"Ya sudah saya ke kamar dulu,"baru jalan dua langkah Mamih bertanya lagi.


"Tika seharian ini gimana Mba,terlihat bete ngga,?"


"Ngga Bu,, Non Tika hari ini merapikan kamar nya,semua di ubah tata letaknya,"


"Emang bisa,,apa kuat angkat angkat,?"


"Kalau berat Saya sama Pak Pono bantu angkatin Bu,"


"Oh gitu,,ya udah kalau gitu,"


"Ya Tuhan Aku kesorean,,"Cantika lalu bangun dan ke kamar mandi langsung,Cantika mau mandi sekalian.


Cantika mandi ngga lama,selesai mandi Cantika langsung pakai baju dan buru buru menyisir rambut.


Setelah rapi Cantika turun ke bawah,saat mau masuk ke dapur ternyata ada Atan yang sedang duduk menikmati kopi di bangku meja makan.


Cantika lewat dan tersenyum tipis untuk menyapa Atan,Atan hanya menganggukan kepalanya pelan.


Atan baru bangun tidur juga,karena mau kerja malam jadi biar segar minum kopi.


Cantika di dapur membantu Mba memasak,"Ngga usah Non,biar saya aja yang masak,"


"Ngga papa Mba,biar saya bantu,,"


"Tapi nanti mba di marahin Ibu sama Den Fatir kalau tau Non bantu masak,"


"Ngga Mba,,nanti saya yang bilang kalau saya yang ingin bantu,,"


Cantika pun membantu Mba memasak,Cantika dan Mba sambil mengobrol,Atan yang masih duduk sambil minum kopi rupanya mendengarkan Cantika dan Mba mengobrol,Atan tidak bermaksud menguping,tapi Atan dengar mereka mengobrol.


Atan tersenyum saat Cantika bicara Inggris dan Mba kebingungan karena tidak tau artinya,Cantika bicara Indonesia bisa tapi tidak semuanya ada yang lupa.

__ADS_1


Jam 5 lewat Atan pergi karena mau bersiap untuk mandi.saat Atan baru pergi,Fatir pulang bersama Papih.


Cantika dengar suara Fatir yang sedang bicara dengan Papih,Cantika lalu datang mendekatinya.


"Abang sudah pulang,,"Cantika cium tangan Fatir,lalu gantian ke Papih.


"Iya,,kamu dari dapur habis ngapain Yang,,?"


"Tika bantuin Mba masak Bang,"


"Wah menantu Papih rajin amat,,masak apa buat makan malam nanti,,?"


"Tika cuman bantu Mba kok Pih,, Mba masak ikan mas goreng sama tumis sayur,,"


"Oh gitu,,ya udah Papih ke kamar dulu yah,sampai ketemu nanti kita makan malam,"


"Iya Pih,,"


Papih pun pergi,Fatir mengambil tangan Cantika untuk melihat ada yang terluka ngga.


"Tangan Kamu ngga ada yang luka kan Yang,?"


"Ngga Bang,orang Tika cuman bantuin Mba kok,"


"Ya udah yuk kita ke kamar,Abang pengin lihat kamar kita setelah kamu bereskan,"Cantika jawab iya,Fatir langsung merangkul pinggang Cantika.


Sampai di kamar Fatir terlihat suka,karena kamarnya sekarang terlihat cerah dan lebih berwarna.


"Abang suka,,kamarnya jadi sangat indah,"Cantika tersenyum senang.


Fatir langsung menarik Cantika ke pelukanya,"Abang sangat merindukanmu sayang,,ayo kita main satu ronde dulu ,"


"Abang,,tapi Tika udah mandi,,nanti malam aja yah,,"


"Ngga ada penolakan,"Fatir langsung mengendong Cantika dan menidurkannya di kasur.


Keduanya menikmati sore yang sangat indah,tapi ternyata ada yang terganggu dengan suara suara kenikmatan mereka,ternyata sebelah kamar Fatir itu kamar Atan,posisi jendela kamar keduanya belum di tutup.


Padahal kamar itu kedap suara,tapi karena jendela kedua kamar sama sama masih di buka,Atan yang baru selesai mandi jadi kesal sendiri.


"Ya Tuhan,,,kenapa mereka ngga tau jam sih,bisa kan mereka tuh melakukanya nanti malam hari,"Atan sangat kesal.


Atan berjalan ke jendela lalu menutupnya dengan cukup kencang,Cantika dan Fatir dengar ada suara kencang,tapi karena Fatir nanggung dan sudah di ujung,membuat keduanya tidak peduli.


"Makasih sayang,,"Fatir sambil mencium kening Cantika ,lalu menjatuhkan badanya ke samping .


Nafas keduanya masih memburu,Fatir menarik Cantika agar kepalanya di letakan di tanganya.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2