
Fatir langsung pulang ke rumah dengan cepat setelah mendapatkan obatnya.sampai di rumah Fatir keluar dari mobil lalu berjalan cepat masuk ke dalam dan langsung menuju ke kamarnya.
Saat Fatir buka pintu, Cantika sedang duduk sambil bersandar di sandaran kasur.dengan mata yang masih bengkak Cantika terlihat lemas.sedang Mamih duduk di pinggir kasur.
"Dapat obatnya Kak,?"
"Dapat Mih,,ini obatnya,"sambil memberikan ke Mamih nya.
"Mih,,Tika ngga mau minum obat itu lagi. Tika nanti istirahat juga sembuh,"Cantika melihat obat yang sudah lama tidak di minumnya sekarang ada di tangan Mamih.
"Ngga papa Sayang minum obat ini,biar kamu cepat sembuh,"Cantika justru mengeluarkan air matanya lagi.rupanya Cantika sudah tau ada efek di obat itu kalau sering meminumnya.
Fatir melihat Cantika menangis mendekatinya,"Ngga papa Sayang minum obatnya,biar panasnya turun,"sambil mengusap kepala Cantika.
"Ngga Bang,,Tika ngga mau,,Tika istirahat aja juga nanti panasnya turun dan sembuh.Mih,,tunggu sampai besok pagi yah,kalau Tika panasnya ngga turun Tika baru minum obat itu,"Cantika sampai memelas.
Mamih melihat ke Fatir agar memberi keputusan."Ya udah Mih tunggu besok pagi saja,kalau pagi Tika masih panas baru minum obat itu,,"
"Ya udah kalau gitu kita lihat sampai besok pagi,ini obatnya simpan dulu,Mamih ke kamar dulu yah,kalau ada apa-apa panggil Mamih aja,"
"Iya Mih,, maaf merepotkan Mamih,"
"Ngga papa,,kalian jangan lupa makan malam yah,"
Fatir dan Cantika menjawab iya.lalu Mamih keluar dari kamar Fatir dan Mamih turun ke bawah.
"Sekarang kamu tiduran aja dulu,Abang mau ambil makan buat kita yah,kita makan di kamar aja,"Cantika mengangguk.
Setelah Cantika tiduran Fatir keluar dari kamar. Cantika lalu mengambil hpnya.Cantika mau telfon Mamahnya.
"Halo Mah,,"
"Halo Sayang,,kok suara kamu serak,,kamu nangis ,,?"
"Ngga Mah,, Tika ngga nangis, Tika lagi flu,,"Fatir rupanya dengar Cantika sedang telfon dengan Mamahnya,tadi Fatir sudah turun ke bawah,tapi Fatir balik lagi karena mau tanya Cantika mau makan pake apa.
Fatir berdiri di depan pintu dan sedikit membuka pintunya agar bisa dengar.
"Minum obat Sayang,,biar cepat sembuh,"
"Iya Mah,,Tika tadi sudah minum obat kok,tapi Tika sekarang badanya panas Mah,, Tika ngga mau minum obat yang itu,Tika harus gimana ya Mah biar panas Tika turun,"
"Berapa panasnya,,?"
"Sekarang 39 Mah,,"
__ADS_1
"Istirahat yang cukup,Trus kompres pakai air hangat ,pakai bajunya yang pendek, pikirannya yang tenang ,dan kalau masih flu nya masih besok ke Dokter yah,Kamu ngga boleh sakit lama lama,ingat yah sayang,"
"Iya Mah,,ya sudah ya Mah,,Tika mau makan dulu,"
"Iya sayang,,kamu harus sehat yah,,jangan banyak pikiran yang macam macam ,"
"Iya Mah,,"telfon lalu mati.
Fatir tidak jadi masuk untuk bertanya ke Cantika,tapi Fatir turun ke bawah lagi untuk mengambil makanan.
Fatir sangat merasa bersalah.ternyata Cantika tidak mengadu ke orang tuanya tentang masalahnya,tapi Cantika justru menutupi semuanya.
Sampai di meja makan Fatir mengambil makanan,"Mih,,Kaka mau makan di kamar aja sama Cantika yah,"
"Ya sudah ngga papa,bawa yang banyak biar Cantika cepat sembuh,"
"Cantika sakit,,?"tanya Papih.
"Iya Pih,,Tika Panas,"Mamih yang jawab.
"Kak,,Suruh minum obat dan istirahat ,"
"Iya Pih,,"
Sampai di kamar Cantika pakai celana pendek dan baju tanpa lengan,walau badanya lemas Cantika berusaha kuat agar tidak merepotkan orang lain.
"Ayo sayang kita makan dulu,"sambil meletakan makanannya di atas meja dekat kasur.
"Iya Bang,,"
"Biar Abang suapi,,"
"Ngga papa Bang,Tika bisa makan sendiri,Abang makan aja,"
"Ngga,,Abang mau suapi kamu,,sudah duduk.lah,"
Mba datang membawa minum dan baskom,Fatir lalu meminta Mba mengisi baskom dengan air hangat dan mengambil di kamar mandi.
"Baskom nya buat apa Bang,,?"Cantika bertanya sambil mengunyah makanan.
"Buat kompres kamu,,"Cantika hanya mengangguk pelan.
Sebenarnya mulut Cantika rasanya pahit,tapi Cantika memaksanya untuk makan.akhirnya Cantika bisa menghabiskan nya,Fatir memberinya minum.
"Sekarang tiduran yah,Abang kompres dulu,"Cantika mengangguk.
__ADS_1
Fatir mengompres Cantika,dan AC juga di matikan.
"Sekarang Abang makan yah,"Fatir menjawab Iya.
"Kamu tidurlah,biar besok pagi panasnya turun,"Cantika mengangguk.lalu memejamkan matanya.
Fatir mulai makan sedang Cantika langsung tidur. Cantika juga ingin cepat sembuh makanya langsung tidur.
Fatir baru makan dua suap ,tapi piring di letakan nya lagi.rupanya Fatir tidak berselera makan.
Fatir membawa piring bekas makanya keluar dari kamar,dan di letakan di lantai depan kamarnya.
Fatir masuk lagi ke kamar lalu mendekati Cantika .Fatir mengecek suhu badannya.sudah tidak panas tapi masih hangat.
Fatir lalu ikut tiduran di samping Cantika,Fatir dengan pelan menarik badan Cantika untuk di peluknya.
"Sayang,,,maafin Abang yah,ternyata Abang belum tau semuanya tentang kamu,"Fatir bicara dalam hatinya sambil memeluk Cantika.
"Abang,,,Tika minta maaf yah,,Tika ngga mau Abang marah marah lagi,Tika takut Bang,"Cantika bicara tapi mata tertutup dan memeluk Fatir dengan kencang,Cantika rupanya mengigau.
"Ya Tuhan kamu sampai mengigau Sayang,Abang janji ngga akan melakukan lagi,Abang tidak akan bicara keras dan kasar lagi pada mu Sayang,"Fatir mencium pingir kening Cantika.
Cantika yang merasakan kehangatan badan dan pelukan Fatir merasa sangat nyaman.
Pagi harinya Cantika membuka matanya,dan pertama yang di lihat seperti biasa wajah tampan sang suami.
Cantika tersenyum sambil tanganya mengusap pipi Fatir.
"Pagi sayang,,kamu sudah bangun,,apa masih sakit,?"tangan Fatir memegang kening Cantika.
"Tika sudah ngga pusing lagi Bang,, Tika sudah sembuh,,"Fatir tersenyum senang,karena kening Cantika sudah tidak panas lagi.
"Iya Sayang,,kamu sudah ngga panas lagi,,ya Tuhan terimakasih sudah menyembuhkan istri Hamba mu yah bodoh ini,,"Cantika langsung memundurkan kepalanya.
"Kok bodoh,,siapa yang bodoh,,Abang pintar kok,,buktinya jadi pengacara muda yang hebat,"
"Ngga sayang,,Abang mu ini sangat bodoh,marah marah ngga jelas,padahal kamu sudah jelaskan semuanya,tapi Abang masih saja buat kamu takut dan sedih,,Abang minta maaf yah,Abang janji ngga akan lagi seperti itu,"
"Abang janji,,"Fatir mengangguk.
"Abang janji,kalau kita ada masalah kita akan selesaikan baik baik,dan ngga ada kata kata kasar atau keras lagi,Abang ngga mau lagi istri cantik Abang sakit cuman gara gara hal sepele,,"Cantika langsung memeluk Fatir dan merasa bahagia.
Keduanya berpelukan dengan sayang.sedang Atan di rumah sakit mau pulang sedikit malas. Atan rupanya sedikit sungkan untuk bertemu Cantika ,takut Atan masih marah pada Cantika gara gara kejadian kemarin sore.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....
__ADS_1