Janji

Janji
Mencabut Gugatan Cerai


__ADS_3

Cantika membangunkan Fatir karena sudah siang. Fatir yang masih mengantuk tidak langsung bangun. Cantika punya ide untuk membangunkan Fatir.


Cantika dengan pelan duduk di pinggir kasur.dengan pelan menurunkan celana Fatir.


"Sayang setop. kamu mau Abang bikin ngga bisa jalan pagi ini,"Fatir memegang tangan Cantika yang mau menurunkan celana nya.rupanya Fatir merasa saat tangan Cantika menurunkan celananya.


Cantika lalu menarik tanganya karena takut dengan ancaman Fatir.


"Makanya ayo bangun.ini sudah siang."


"Iya sayang,"Fatir mengusap matanya.


"Kopinya ambilkan dong Sayang."


Cantika mengambil kopinya di meja,lalu di berikan ke Fatir.


Cantika mengambil baju untuk Fatir pakai kerja, setelah memberikan kopi ke Fatir.


"Sayang ,nanti kamu ikut Atan ke rumah sakitnya yah. Abang ada klien jam 8,"Fatir melihat ke hp dan ada pesan masuk dari sekertaris nya.


"Tika naik taxsi aja Bang ,kalau Abang ngga bisa antar ke rumah sakit."


"Ngga sayang.kamu sama Atan saja.nanti Abang bilang ke Atan."


Cantika mau menolak juga ngga mungkin.karena apa yang Fatir putuskan ngga akan bisa di ubah lagi.


Fatir selsai minum kopi lalu ke kamar mandi untuk mandi.


Fatir sudah siap dan akan berangkat ke kantor. tapi Fatir mau sarapan dulu.Cantika dan Fatir lalu turun ke bawah menuju meja makan.


Fatir dan Cantika langsung duduk , Cantika mengambilkan makan buat Fatir. Fatir cepat cepat sarapan karena ada klien.


"Abang. pelan aja makanya."


"Iya sayang,Abang akan pelan."


Atan juga sudah rapi mau ke rumah sakit. tapi sebelum pergi sarapan dulu.


"Dek. Tika sekalian ikut ke rumah sakit sama kamu yah,soalnya Aku ada klien jam 8 pagi ini.jadi ngga bisa antar."


"Ya ayo kalau Kaka ipar mau bareng,"Sabil Atan mengambil makan.

__ADS_1


Atan lalu mengatakan hasil semalam memantau Bar tempat usaha suami Lisna.


"Kak sepertinya dia bukan orang sembarangan dan orangnya benar benar kejam juga,"Fatir masih mendengar perkataan Atan.


"Aku sudah punya kelemahannya sekarang,kamu lihat saja nanti."Fatir mendengar dari semua cerita Atan sudah punya pandangan tentang kasus suami Lisna.


Mba sudah menyiapkan kotak makan untuk Mamih. Fatir yang sudah selesai makan pamit pergi dulu an.


Cantika mengantar Fatir sampai mobil."Abang nanti makan siang ke rumah sakit kan,?"


"Iya Sayang. nanti siang Abang ke rumah sakit,"Fatir sebelum masuk mobil mencium kening Cantika dulu.


Setelah Fatir pergi,Cantika masuk ke dalam rumah lagi.


"Ai mau mandi dulu.ngga papa kan tunggu sebentar lagi,"Cantika bicara ke Atan.


"Iya ngga papa,"jawab Atan singkat.


Cantika naik ke atas menuju kamarnya dan langsung mandi. Cantika kalau siang menemani Papih di ruang rawat,karena Mamih akan bekerja.


Cantika mandi cukup lama karena harus keramas.selesai mandi Cantika mengeringkan rambutnya juga. Atan di bawah dari tadi melihat ke jam.


"Ini orang mandi apa tidur sih,lama amat,"Atan bicara dalam hatinya.


Setelah selesai makeup Cantika turun ke bawah. Atan melihat Cantika yang berjalan turun di tangga.


Cantika melihat Atan yang terus melihatnya hanya menunduk. Cantika sebenarnya ngga nyaman karena Atan terus menatapnya,tapi untuk menegurnya juga ngga enak.


Sampai di bawah Cantika menuju meja makan. Cantika mau mengambil makanan yang akan di bawa ke rumah sakit.


"Ayo kita berangkat,"Cantika mengajak Atan berangkat dan langsung jalan ke luar.


Atan hanya tersenyum tipis lalu bangun dari duduknya lalu mengikuti Cantika keluar.


Cantika dan Atan sudah masuk mobil. Atan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.di dalam mobil keduanya hanya diam. keduanya sama sama ngga ada yang mau mulai pembicaraan karena sama sama sungkan.


Fatir sudah sampai kantor.dan yang di bilang sekertaris nya klien ternyata yang datang Lisna dan suaminya.


Fatir merasa kaget dengan kedatangan mereka berdua.tapi Fatir tetap pasang wajah biasa aja.


"Selamat pagi,maaf Saya telat,"Fatir bersalaman kepada keduanya. setelah itu baru duduk.

__ADS_1


"Bukan bapak yang telat. memang kita sengaja datang lebih pagi,"Lisna yang menjawab.dari raut wajah Lisna terlihat kalau tidak ada masalah.karena wajah Lisna menujukan kebahagiaan.


"Ok kalau begitu ada yang bisa saya bantu.?"


"Sebelumnya kenalkan dulu Pak ini suami Saya. suami Saya ikut datang ke sini karena mau menemani saya cabut gugatan cerai Saya,"Fatir diam sesaat. tapi Fatir langsung dalam hatinya bersyukur.


"Oh seperti itu. baik jadi Ibu Lisna tidak mau melanjutkan gugatan cerainya."


"Iya Pak. Saya dan Suami memang pada dasarnya saling mencintai,tapi karena ada cobaan yang menerpa rumah tangga kita membuat rumah tangga kita goyah.tapi sekarang suami Saya sudah berjanji untuk adil dalam semua hal yang berhubungan dengan Saya bersama istri pertamanya."


"Saya cukup senang kalau memang keputusannya seperti itu.pada dasarnya Saya juga tidak suka dengan kasus perceraian. baiklah surat gugatan ibu Lisna akan saya cabut dari pengadilan, semoga rumah tangga kalian selalu harmonis dan bahagia."


"Terimakasih pak atas doanya."


"Tapi tunggu dulu.tentang kasus percobaan penabrakan pada Saya dan kasus penusukan Papih Saya itu tidak akan Saya cabut. saya sudah dapat bukti kalau itu di lakukan oleh orang suruhan suami Ibu. kasus itu akan saya kirim ke kantor polisi untuk penyelidikan."


"Pak Saya mohon jangan lakukan itu. Mas,,bicara lah. katakan kalau tuduhan itu semuanya tidak benar. bukan kamu dalang dari semuanya kan Mas,?"Lisna yang takut suaminya di penjara terlihat sedih dan menatap suami.


Suami Lisna tersenyum,lalu mengusap rambut Lisna."Jangan takut. biarkan pak Fatir mengusut kasus ini."


"Mas,,tidak Mas. Aku tidak mau kamu di penjara,gimana nasib anak kita kalau kamu di penjara,"Fatir yang dengar kata anak kita langsung tanda tanya.


Suami Lisna langsung diam dan bingung.memang benar yang di katakan Lisna,kalau dirinya di penjara gimana nasib Anaknya.


"Apa mungkin ini yang membuat mereka rujuk kembali.karena Lisna hamil!?,"kata Fatir dalam hatinya berkata.


"Pak Fatir apa bisa kalau laporan Bapak ke Saya di cabut. Saya akan lakukan apa saja asal Bapak tidak melaporkan Saya ke polisi."


"Maaf Saya tidak bisa putuskan sendiri,karena perbuatan Bapak itu hampir merenggut nyawa Papih Saya. jadi Saya harus bicara dengan semua keluarga Saya tentang ini.!"


"Saya mohon Pak bantu bicara kepada keluarga Bapak agar suami Saya tidak di penjara. Saya sedang hamil muda,dan kita sangat menantikan kehamilan ini,"Fatir sebenarnya tidak tega,tapi mau gimana lagi memang perbuatanya membahayakan nyawa.


"Baiklah. nanti Saya akan bicara kepada keluarga saya. apa pun keputusan mereka Saya akan kasih kabar ke kalian nanti."


"Iya Pak trimakasih."


Setelah itu keduanya pamit pulang. Fatir langsung menyuruh sekertaris nya mengurus semuanya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


Hai kak,,mampir juga ke cerita temenku yah,, trimakasih..

__ADS_1



__ADS_2