
Cantika memeluk Fatir dari belakang,Fatir sampai merasakan basah di punggungnya saat Cantika memendamkan wajahnya di punggung Fatir.
Fatir lalu berbalik dan keduanya saling hadap,Cantika yang takut terus menunduk karena air matanya juga ngga mau berhenti.
Fatir mengangkat dagu Cantika agar wajahnya terangkat.wajah yang putih berubah jadi merah dan mata juga sudah bengkak.
Tangan Fatir mengusap air mata yang mengalir di pipi Cantika,lalu Fatir menarik Cantika kedalam pelukannya.
"Sudah jangan menangis lagi,maaf kan Abang yang tadi bicaranya keras.tapi Abang ngga marah kok sayang,,Abang hanya ngga suka saja tadi pas pulang lihat kamu ada di atas badan Atan,"sambil mengusap rambut Cantika.
"Ya,,tapi ta,,di itu Ti,,Tika hanya mau bantu Atan Bang,,huuu,,huhu,,,"Cantika menangis lagi di pelukan Fatir.
"Tika Ng,,ngga ada niat ngapa ngapain,,Tika takut Bang kalau Abang marah.A,,,Abang bicaranya tadi kenceng,,"
"Ya sudah Abang minta maaf yah,ayo duduk dulu,"Fatir mengajak Cantika duduk,lalu Fatir mengambilkan minum untuk Cantika.
"Minum dulu,,"Cantika mengambil gelas yang di berikan Fatir padanya. Cantika langsung minum.
Fatir duduk di sebelah Cantika . Fatir mengambil tangan Cantika setelah Cantika selesai minum.
"Sayang,,Abang mau minta maaf juga kalau perkataan Abang tadi membuatmu takut,Abang tau kok kalau kamu ngga mungkin macam macam,Abang percaya sama penjelasan yang kamu katakan tentang kejadian tadi,Abang cuman ngga suka tadi melihat badan kamu ada di atas badan Atan,kamu hanya milik Abang jadi Abang ngga suka dan ngga mau kalau badan kamu menempel dengan badan orang,termasuk Atan.walau Atan Adik Abang,tapi Atan bukan muhrim kamu,jadi Abang tetap ngga suka,"
"Iya Bang,,Tika ngerti maksud Abang,besok besok Tika ngga akan melakukannya lagi,tapi Abang jangan marah lagi yah,,"
"Iya sayang,,Abang ngga akan marah marah lagi,dan Abang juga tidak akan menyuruh kamu menjauhi Atan,tapi Abang minta kamu jaga jarak dengannya,karena Atan itu menyukai kamu,"Cantika kaget saat Fatir bilang kalau Atan suka padanya.
"A,,Abang kata siapa Atan suka Tika,?"
"Atan itu tadinya ingin minta di jodohkan dengan kamu,tapi Abang langsung bilang kalau kita ingin menikah, Atan bicara seperti itu saat Abang mau bicara tentang hubungan kita,"Cantika diam karena masih ngga percaya.
"Makanya kamu usahakan jangan terlalu dekat,tapi Abang tidak melarang kamu untuk bicara dengan Atan,"Cantika mengangguk.
Cantika lalu memeluk Fatir lagi,dan Fatir juga memeluk Cantika dengan sayang.
"Ya sudah Abang mau pakai baju dulu yah,"Cantika mengangguk dan melepaskan pelukannya.
Fatir memakai baju,dan Cantika terus menatap Fatir.Cantika tadi benar benar takut dan sedih saat Fatir marah padanya.
Cantika lalu tiduran dan Cantika merasa kepalanya pusing.sepertinya akibat kebanyakan nangis dan tadi rasa takut. Cantika memejamkan matanya agar rasa pusing itu hilang.
Fatir sudah selesai pakai baju. lalu Fatir mendekat ke Cantika.
"Sayang,,mau mahrib jangan tidur dulu,ayo bangun,,"sambil mengusap tangan Cantika,tapi tangan Cantika terasa panas.
"Sayang,,kamu kok panas,,kamu sakit,?"
"Ngga kok Bang,cuman pusing aja kepalanya Tika,"
"Minum obat dulu yah,,biar sakit kepalanya berkurang,"
__ADS_1
"Ngga usah Bang,Tika istirahat aja nanti juga sembuh,"
Tika tetap memejamkan matanya saat bicara,karena kepalanya pusing,"Ngga ,, kamu tetap harus minum obat,Abang akan ambilkan obatnya dulu,"Tika menarik tangan Fatir agar tidak pergi.
"Ngga Bang ngga usah,Tika istirahat sebentar aja nanti juga baikan,Abang di sini aja temani Tika ,"
"Abang sinih tiduran,Tika pengin di peluk,"Fatir menurut dan ikut tiduran,lalu memeluk Cantika.
Badan Cantika masih terasa panas,Fatir terus memeluknya.
Setelah 10 menit Cantika tertidur,lalu Fatir dengan pelan bangun.
Fatir keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk mencari Mamih nya.
"Mih,, Mamih,,"Fatir mengetuk pintu kamar Mamih.
"Iya sayang,,ada apa,,?"tanya Mamih.
"Mih,,Cantika panas,Kaka minta obat turun panas dong,"
"Cantika sakit,dari kapan Sayang,?"
"Baru tadi sih Mih,,"
"Aduh,,obat turun panas buat Cantika ngga ada lagi Sayang di rumah,adanya di rumah sakit,"
"Bukanya obat turun panas sama aja ya Mih kalau buat orang dewasa,?"
"Beda gimana maksudnya Mih,?"
"Cantika dulu lahir prematur, dan Papah Cantika dari dulu sangat hati hati dalam merawatnya,dan obat nya pun beda,Cantika juga ngga boleh tertekan atau takut,kalau Cantika merasakan keduanya itu,Cantika bisa langsung sakit,"
Deg....
Fatir yang tidak tau dengan masalah Cantika yang seperti itu langsung kaget.(Ini hanya di cerita ku saja yah Kaka semuanya,di dunia nyata Aku ngga tau,,hehe)
"Trus Kaka harus gimana Mih,?"
"Mamih periksa Cantika dulu yah,nanti di lihat panasnya tinggi apa ngga,biar tau kita harus gimana,"
"Iya Mih,,"
Mamih ikut Fatir pergi ke kamar, sampai kamar Mamih memeriksa Cantika.
"Sayang,,panas Cantika 39 ,lebih baik sekarang Kaka ke rumah sakit yah,minta ke Adek obat nya,"
"Iya Mih,, Kaka akan ke rumah sakit,nama obatnya Mamih kirim ke wa yah,"
"Iya ,,Mamih akan kirim nama obatnya,"
__ADS_1
"Mih,,Mamih temenin Cantika di kamar yah,Kaka akan cepat kembali,"
"Iya,Mamih akan temani,bawa mobilnya jangan cepat cepat,santai aja,"
"Iya Mih,,"Fatir langsung pergi ke rumah sakit.
"Ya Tuhan tolong sembuhkan istriku,Aku tidak tau kalau ternyata istriku tidak sekuat yang Aku kira,ternyata istriku sangat lemah dan rapuh,,Aku menyesal Tuhan,,Aku tidak akan lagi membuatnya sedih dan tertekan,"Fatir di dalam mobil yang melaju dengan cepat terus bicara sendiri.
Sampai di rumah sakit Fatir turun dari mobil dengan buru buru,mobil sudah terparkir.
Fatir menuju ruang kerja Atan. Fatir juga melihat hp dan Mamih sudah mengirim nama obat yang harus di ambilnya.
Klekkk..
Fatir membuka ruang kerja Atan dengan buru buru,Atan yang sedang melihat ke komputer langsung kaget.
"Kaka,,"
"Tolong ambilkan obat ini,"Fatir langsung menujukan nama obat di hp nya. Atan langsung mengerutkan keningnya.
"Buat apa obat itu Kak,?"
"Sudah jangan banyak tanya,buruan ambilkan,Aku harus cepat pulang,!"
"Iya,,akan Aku ambilkan,tapi Aku harus tau itu obat buat siapa,karena obat itu tidak boleh sembarangan untuk di minuman ke orang,itu obat ada efeknya,,"
"Efeknya,,maksudnya apa,?"
"Obat itu obat keras,kalau kebanyakan mengkonsumsi obat itu ada efeknya,"
"Bukankah obat ini obat turun panas,?"
"Iya,,obat turun panas,tapi ada pemenangnya juga,"Fatir langsung paham.
"Itu untuk istriku,,"
"Kaka ipar emangnya kenapa Kak,?"
"Dia Panas,dan Mamih menyuruh Aku ambil obat itu,"
Atan lalu mengambilkan obat itu,karena Mamih yang suruh berarti itu memang Cantika butuh obat itu.
"Ini Kak obatnya,"Fatir mengambil obat di tangan Atan.
Fatir lalu akan pergi tapi Atan menahannya sebentar.
"Kak,,masalah tadi sore Aku minta maaf,Aku dan Kaka ipar sungguh ngga ngapa ngapain,"
"Iya,,Aku tau,,"Fatir pun pergi.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..