
Keadaan Papih sudah lebih baik setelah menjalani operasi untuk luka tusukan yang di lakukan orang tak di kenal. Fatir bersama Atan dan sekertaris nya sedang menyelidiki siapa pelaku penusukan Papih.
"Kak kenapa Aku curiga pelaku penusukan Papih itu sama dengan pelaku yang ingin menabrak Kaka,"
"Saya juga berfikir begitu Mas Atan,"kata Anton. sedang Fatir sedang berpikir.
"Ton,,tanya sekertaris Papih,mereka habis bertemu siapa di restoran saat hari kejadian ,"
"Baik Pak,"Anton lalu menelfon sekertaris Papih.
Fatir dan Anton sedang ada di ruang kerja Atan. sedang Cantika ada bersama Mamih di ruang rawat Papih.
"Pak kata Pak Edo ,Pak Akbar habis bertemu Ibu Lisna di restoran itu saat hari kejadian,mereka membicarakan tentang sidang perdana perceraian ibu Lisna."
"Benar kan kak dugaan Aku. Kaka juga mau di tabrak mobil setelah bertemu Lisna itu,"
"Benar,,sepertinya Suami Lisna dalangnya,kita harus cari bukti untuk menjebloskan suami Lisna ke penjara dengan tuduhan pembunuhan,"
"Iya Kak,kita harus cari bukti,"
"Trus apa kamu ada ide Dek,?"
"Apa nama tempat usaha suami Lisna ,?"
"Dia buka usaha tempat hiburan malam dan Bar gitu.dan itu tempatnya tidak bisa sembarang orang bisa masuk,"
"Aku punya ide Kak,"
"Kita harus buat rencana yang matang untuk cari bukti,karena kalau kita masuk kesana dan kita ketahuan bisa mati kita,"
"Iya tenang aja sih Kak,Aku itu Dokter dan punya cara biar orang itu pada tidur,"
"Baik.apa rencana kamu,?"
"Jadi gini Kak,Aku dan Anton akan masuk ke Bar itu,kita akan melihat dan cari tau di dalam sana.kalau kita ada kesempatan kita akan menyusup ke ruang kerjanya Suami Lisna itu gimana,,?"
"Dek jangan,itu sangat berbahaya. lebih baik cari cara lain,"
"Sudah Kak. Kaka tenang aja .dan tugas Kaka adalah mencari tau tentang apa saja yang di kerjakan suami Lisna ."
"Gimana Aku cari informasi nya,?"
"Kaka temui Lisna dan ajak dia ngobrol.lalu Kaka bisa tanyakan apa aja kerjaan sehari hari suaminya itu,"
"Ya Tuhan Dek. kenapa tugasku sangat sulit.kamu pengin lihat Aku ngga di kasih masuk kamar sama istriku . istri ku itu cemburu banget sama yang namanya Lisna. eh ini malah Aku di suruh menemuinya untuk mengobrol,"
"Ya kasih pengertian dong kak.pasti kalau di kasih pengertian Istri Kaka bakalan ngerti,"
"Kamu ngomong gampang.ngga tau gimana rasanya di cuekin istri sih."
__ADS_1
Atan melihat ke Anton,"Kamu ada ide ngga,?"Anton menggeleng.
"Aduh,,gimana rencana kita akan berhasil kalau gini,"
"Sudah nanti Aku akan kasih pengertian ke Istriku. semoga aja dia mau kasih izin."
"Bagus kak. Harus di coba dan semoga Kaka dapat izin,"
"Kita kapan akan mulai nya Mas,?"tanya Anton ke Atan.
"Besok malam,ini sudah malam dan kita harus istirahat,"
Fatir melihat jam.ternyata sudah jam 9 malam.
"Ton. kamu pulang Sanah,ini sudah malam,"
"Baik Pak,,"
Anton lalu pamit pulang. Atan dan Fatir pergi menuju ruang rawat Papih.
"Papih sudah sadar Mih,,?"tanya Fatir saat masuk.
"Belum. mungkin Papih masih pengaruh obat ,"
"Tapi Papih sudah melewati masa kritis kan Mih,?"
"Sudah,,"
"Ya Sanah kalian pulang aja,langsung istirahat yah,kalian pasti capek kan,"
"Mamih ngga papa di sini sendiri,?"kata Cantika.
"Ngga papa Sayang. Mamih ada Adek dan suster juga banyak kok,"
"Iya Mih,, Cantika pulang dulu kalau gitu,"
Fatir dan Cantika lalu keluar dari ruang rawat Papih. keduanya keluar menuju parkiran mobil.
"Bang,,Mas Anton mana,?"
"Sudah pulang. Ngapain kamu nanyain Anton Yang,?"
"Ya kalau ngga ada Mas Anto siapa yang nyetir mobil. Abang kan kakinya masih sakit,"
"Udah sembuh kok,sudah ayo kita pulang,Abang sudah bisa bawa mobil asal pelan,"
Keduanya masuk mobil. Cantika terlihat kuatir karena kaki Fatir baru kering lukanya.
"Bang,,hati hati yah,"
__ADS_1
"Iya Sayang,,"
Akhirnya mobil Fatir sudah sampai di rumah dengan selamat. keduanya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam.
Sampai di kamar keduanya bersih bersih dan ganti baju tidur.
"Yang,,bantu Abang ganti perban yah,"
"Iya,,"
Cantika dengan pelan membuka perban luka di kaki Fatir.
"Yang,,tadi Atan bilang kalau penusukan Papih dan kecelakaan Bang sepertinya pelakunya orang yang sama,"
"Serius ,kok Atan bisa menyimpulkan seperti itu,!"
"Iya,,karena Papih juga saat hari penusukan itu setelah bertemu Lisna.sama seperti kejadian waktu Abang yang dengan sengaja ingin di tabrak mobil setelah bertemu Lisna," Cantika yang tadinya menunduk langsung mendongak kan wajahnya.
"Apa Abang dan Atan mencurigai Suami wanita itu,"Fatir mengangguk.
"Lalu apa yang akan Abang lakukan,?"
"Abang dan Atan mau menyelidiki suami Lisna,karena perbuatannya termasuk pidana karena mencelakakan orang dengan sengaja."
"Tapi sangat bahaya itu Bang,,"Fatir mengangguk.
"Atan sudah buat rencana. Atan dan Anton akan mencari bukti dan informasi tentang suami Lisna. sedang Abang di tugaskan mencari informasi melalui Lisna,"
"Maksud Abang ingin bertemu Lisna gitu.biar Abang terancam lagi nyawanya.ngga!Tika ngga setuju,!!"
"Sayang,,,"
"Tika ngga mau Abang terluka lagi,"
"Abang akan hati hati,dan Abang akan menyewa orang untuk menjaga Abang dari jarak dekat.jadi kamu ngga usah kuatir."
"Baik,,Tika akan izinkan tapi dengan satu syarat,"
"Apa syarat nya,?"
"Tika ikut untuk menemani Abang,"
"Sayang,,ngga usah lah,,"
"Ngga,,Tika ngga mau Abang berduaan dengan wanita itu,"
"Abang kan ngga ngapa ngapain,Abang cuman mau cari informasi,kalau ada kamu nanti Lisna curiga,"
"Tapi Tika benar benar ngga mau Abang berduaan dengan Dia,"
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu Kamu boleh ikut,tapi duduknya jangan satu meja dengan Abang. kamu duduk di meja sebelah Abang biar kamu tau Abang ngapain dengan Lisna,ok,,"Cantika mengangguk.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..