
Cantika ternyata cemburu kepada Talita,karena Cantika tadi melihat tatapan mata Talita yang berbeda ke pada Fatir.
"Sayang,, udah yuk kita berangkat,,"
"Ngga jadi,kita balik ke kamar aja,"Fatir mengerutkan keningnya saat dengar perkataan Cantika.
"Kok ngga jadi,kenapa,,?"Cantika tidak menjawab.
"Sayang kamu kenapa,kamu masih marah gara gara kita kesiangan,"Cantika menggeleng.
"Trus kenapa ngga jadi ke pantai,?"
"Tika mau ke kamar aja,ini sudah siang,pantai pasti sudah panas,"Cantika bangun dari duduknya.
Fatir pun ikut bangun,"Bener nih kita mau ke kamar,,"Cantika mengangguk.
Fatir mengikuti Cantika yang berjalan menuju ke kamar. Fatir belum tau kenapa Cantika ngga jadi pergi ke Pantai.
Cantika dari tadi juga diam saja,membuat Fatir makin bingung.
"Yang,,kamu tuh kenapa sih hemm,,,"sambil menarik Cantika ke pelukanya , keduanya sudah ada di kamar.
"Lepas Bang,,Tika ngga kenapa kenapa kok,,"sambil berusaha melepaskan pelukan Fatir.
"Ngga,, Abang ngga akan lepasin kalau kamu belum bilang kenapa ngga jadi ke pantai dan dari tadi kamu juga diam saja,"
"Tika kesel,,"
"Kesel,,kesel kenapa sayang ,,"Fatir melepaskan pelukannya dan melihat wajah Cantika.
"Tika kesel sama teman Abang yang tadi,"
"Teman Abang,,Lita,,?ada apa sama Lita Sayang,,?"
"Tika ngga suka cara dia menatap Abang,,"Fatir malah tersenyum mendengar perkataan Tika.
"Iihh,,apa sih Abang, kenapa Abang malah senyum,,"Cantika sambil mendorong dada Fatir kebelakang.
"Kamu cemburu Yang,,"
"Ngga,,siapa yang cemburu,,"
"Lah itu apa namanya,,"
"Tika ngga cemburu Abang,tapi Tika kesel lihat cara temen Abang melihat Abang,"Cantika sambil jalan ke arah balkon.
__ADS_1
Fatir mengikuti Cantika yang berjalan ke Balkon,"Sudah yah jangan kesal lagi, dan kamu ngga usah cemburu,karena Cinta Abang itu hanya untuk kamu,selamanya,"sambil memeluk Cantika dari belakang.
"Tika hanya takut aja Bang kalau nanti Abang melirik wanita lain,"
"Ngga usah takut sayang,percaya lah cinta Abang hanya kamu ,,kita harus saling percaya yah, jangan sampai dari kita ada yang menuduh atau curiga dan bermain api,,karena itu yang bisa menghancurkan rumah tangga ,Abang sering menangani kasus perceraian yang kebanyakan dari mereka suka coba coba main api,dan akhirnya rumah tangga mereka yang hancur,jadi kita jangan sampai seperti mereka,kita harus saling menyayangi dan saling percaya,,"sambil mencium rambut Cantika.
Cantika lalu berbalik dan menghadap Fatir,"Tika sangat mencintai Abang dari kecil sampai sekarang,dan Cantika sangat senang dan bahagia karena akhirnya bisa menikah dengan Abang, kemarin saat kita bertemu ,Tika melihat Abang bertunangan dengan Anita,rasanya sungguh sakit dan sedih Bang,makanya Tika sekarang takut saat ada wanita yang mendekati Abang,"Fatir langsung memeluk Cantika lagi.
Fatir tau apa yang di rasakan Cantika,karena memang Cantika sangat mencintainya.
"Jangan takut,,percayalah sama Abang,Abang ngga akan mungkin bisa membagi cinta Abang untuk orang lain,Abang mencintai kamu selamanya,"Fatir memeluk Cantika dengan sayang.
"Sekarang jangan kesal lagi yah,kita jalan jalan aja yuk,,"Cantika menggeleng sambil melepaskan pelukannya.
"Nanti sore kita pulang loh,yakin nih ngga mau jalan jalan,?"
"Yakin,,Tika mau di kamar aja sama Abang,seharian ini Tika mau menghabiskan waktu berdua sama Abang aja,karena besok pasti Abang sudah sibuk di kantor, dan ngga ada waktu lagi buat Tika,"sambil mengalungkan tanganya di leher.
"Kalau kita di kamar terus,Abang ngga janji kamu bisa santai ya Yang,Abang kalau berduaan sama kamu gini,pasti ngga bisa nahan,,"
"Oh gitu,,siapa takut,,"sambil senyum senyum menggoda.
"Serius nih,, Ok,,Abang akan buat kamu seharian ini terus menjerit kenikmatan dan ngga akan Abang biarkan kamu turun dari kasur,"
Fatir menindih tubuh Cantika,dan langsung saja keduanya menikmati indahnya surga dunia siang hari.
"Sayanggg,,,ini nikmat,,oohh,,"
"Iya Bang,,ayo Bang terus,,yang kuat lagi,,"sambil tangan Cantika mengusapi punggung Fatir.
"Siap sayang,,akan Abang turuti mau kamu,,"
Fatir membalik tubuh Cantika,dan menyuruhnya merangkak,Fatir dari belakang langsung memasukan senjatanya.
Fatir seperti menaiki kuda yang sedang memacu dengan cepat,dengan kedua tangan berpegangan pada pundak Cantika.
Keduanya sama sama mengeluarkan suara kenikmatan,"Sayang,,tahan yah,,Abang sudah mau keluar,,,"Cantika tidak menjawab karena sedang merasakan enak.
Fatir dengan penuh tenaga akhirnya menembakan laharnya ,Fatir mencabutnya setelah lahar sudah habis,Cantika langsung menjatuhkan badanya ke kasur.
Nafas keduanya sama sama memburu,Fatir lalu tiduran di samping Cantika.
"Makasih ya Sayang,,kamu benar benar membuat Abang gila,,"Cantika hanya tersenyum.
Setelah nafas mereka sudah teratur,Fatir mengendong Cantika menuju kamar mandi untuk bersih bersih.
__ADS_1
Setelah selesai di kamar mandi,keduanya pakai baju dan lanjut tidur siang.
Sekitar jam 4 sore keduanya baru bangun,"Bang,,kita pulang ke Surabaya jam berapa,,?"
"Jam 7 malam sayang,,"
"Oh,,ini sudah jam 4 Bang,, Tika mau rapi rapi koper dulu yah,,"
"Iya,,"Fatir lanjut tidur.
Sekitar jam 5 sore keduanya keluar dari hotel,dan akan ke Bandara.
"Fatir,,,"ternyata berpapasan dengan Lita .
"Hai Lit,,"Cantika melirik ke Fatir saat Fatir menyapa Lita.
"Kamu mau kemana,,?"
"Aku mau pulang,,sudah dulu ya Lit,Aku mau ke bandara takut telat,ayo sayang kita berangkat,"Fatir merangkul pinggang Cantika dan tangan satunya menarik koper .
"Fatir tunggu,,,"Lita menahan Fatir .
"Ada apa,,?"
"Besok kalau Aku ke Surabaya mampir kantor kamu yah,,"
"Kalau ada kerjaan silakan,tapi kalau masalah pribadi ngga usah deh Lit,Aku sudah ada istri jadi harus jaga perasaanya,"
"Apa sih Tir,,ya masalah kerjaan lah,ngapain juga Aku ke tempatmu kalau ngga ada kerjaan,"
"Oh,,ok,,Aku tunggu,,udah yah Aku pergi dulu,"
Fatir dan Cantika naik taxsi untuk menuju Bandara.,"Besok Tika mau ikut ke kantor,"
"Iya sayang,,ikut aja,,Abang justru senang kamu ikut,"
"Itu teman Abang bener bener ulet bulu,"Fatir tertawa saat mendengar Cantika mengatai Lita ulet bulu.
"Iihh,,apa sih,,ngapain sih malah tertawa,sebel deh ih,"Fatir diam tertawa melihat wajah Cantika bete.
"Sudah jangan kesal lagi,ingat kita harus saling percaya,"sambil mencium tangan Cantika. Cantika tersenyum tipis dan mengangguk.
Sampai di Bandara jam sudah pukul setengah tujuh,keduanya langsung menuju pesawat setelah di umumkan keberangkatan pesawat menuju Surabaya. Fatir dan Cantika jalan cepat karena takut telat.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1