Janji

Janji
Makan Nasi Padang


__ADS_3

Atan dan Cantika sudah sampai di rumah sakit. Atan memarkirkan mobilnya.setelah mobil berhenti Cantika turun dari mobil dengan membawa kotak makanya.


Cantika langsung pergi tanpa bilang ke Aran,Atan hanya bisa melihat Cantika yang keluar dari mobil dan berjalan menuju loby.


Atan melihat Cantika sampai tidak kelihatan lagi. Atan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kalau kamu bukan istri Kaka ku,udah Aku tikung . kamu tuh bikin Aku gila tau ngga,"Atan bicara sendiri.


Setelah Cantika tidak terlihat ,Atan keluar dari mobilnya. Cantika yang mau masuk ke dalam lif lalu menengok ke belakang. Cantika kira Atan tadi berjalan di belakangnya.


"Kemana dia,biarin aja lah udah gede ini.lagian inikan tempatnya,pasti ngga akan nyasar,"Cantika masuk lif.


Saat pintu Lif mau tertutup ada tangan yang menahannya. ternyata tangan itu tangan Atan untuk menahan agar pintu tidak tertutup.


Pintu lif pun terbuka. Cantika melihat Atan,dan Atan pun masuk.keduanya masih sama sama diam.


Sampai pintu lif terbuka keduanya keluar bersama. keduanya menuju ruang rawat Papih.


"Selamat pagi Dokter,,"Suster menyapa Atan. Atan hanya mengangguk tanpa senyum dan ekspresi wajah yang datar.


Ada 5 suster yang menyapa Atan, tapi Atan tetap saja terlihat cuek dan wajahnya datar. Cantika melihat Atan yang seperti itu merasa kurang suka.


"Pantes aja ngga punya cewek. orang di tanya cewek aja mukanya datar dan cuek,"Cantika bicara pake bahasa Inggris dan bicaranya juga pelan. tapi Atan dengar dan tau apa yang di katakan Cantika.


Atan yang jalan di depan Cantika tiba tiba berhenti. membuat Cantika menabraknya.


"Aduh,,"Cantika keningnya menabrak punggung Atan dan keningnya sakit lalu di usapnya.


Atan lalu berbalik. Cantika langsung mundur karena terlalu dekat dengan Atan.


"Kalau mau berhenti berjalan bilang bilang dong. sakit tau,"Cantika masih mengusap keningnya.


"Tadi kamu bicara apa? cari pacar itu buatku gampang. tapi yang benar benar mau di buat istri itu harus ngga boleh asal dapat,"Cantika tidak menjawab,tapi langsung berjalan cepat untuk masuk ke ruang rawat Papih. Cantika malu ternyata Atan dengar dan ngerti apa yang dia katakan untuknya.


"Pagi Mih,,Pih,,"Cantika masuk ke dalam setelah buka pintu.


"Pagi Sayang. kamu sama siapa.?"


"Bareng sama Atan Mih. gimana keadaan Papih Mih.?"


"Papih sudah lebih baik.tuh dah bisa ke kamar mandi sendiri."


Atan masuk ke dalam dan langsung ke Mamih nya. Cantika meletakan kotak makan di meja.


Cantika menyiapkan makanan buat Mamih. setelah siap Mamih pun makan.


Papih sedang di periksa Atan. Atan memeriksa luka bekas sayatan pisau nya.


"Papih besok sudah bisa pulang kan Dek,?"

__ADS_1


"Sudah. ini sudah kering kok."


"Gimana hasil penyelidikan kamu sama Anto,berhasil ngga.?"


"Berhasil Pih. tapi biar nanti Kaka yang jelaskan."


Atan dan Mamih keduanya lanjut ke tanggung jawab mereka sebagai Dokter. Papih di temani Cantika di ruang rawatnya.


Siang hari pas jam makan siang Fatir datang ke rumah sakit. Fatir mau makan.siang bersama Cantika .


Fatir membawa 4 bungkus nasi Padang. buat Atan dan Mamih juga.


Fatir membuka pintu kamar rawat Papih. Cantika sedang menemani Papih makan siang.


"Selamat siang."


"Siang,"Cantika melihat Fatir datang lalu mendekatinya.


"Abang bawa apa,?"Fatir memberikan kantong plastik ke Cantika.


"Bawa nasi Padang buat kita makan."


Cantika menyiapkan semua di meja. Fatir lalu mendekati Papih nya.


"Gimana Pih keadaan Papih.?"


"Lancar Pih. Kaka telfon Mamih sama Atan dulu ya Pih buat makan bareng.nanti kita lanjut mengobrol,"Papih jawab iya.


Fatir menelfon Mamih dan Atan untuk datang ke ruang rawat Papih untuk makan siang bareng.tidak lama Atan dan Mamih datang.


Cantika sudah menyiapkan makanya di meja.


"Wah nasi Padang. enak nih,"Atan langsung duduk dan mengambil satu bungkus.


Mamih dan Fatir juga sudah duduk, Papih ikut duduk di samping Mamih. begitu juga dengan Cantika yang duduk dekat Fatir.


Semuanya makan bersama.lagi lagi Atan melihat Cantika dan Fatir yang sok sok an romantis gitu. membuat Atan yang jomblo jadi kesal.


Fatir menyuapi Cantika kikil yang barusan sudah di gigit Fatir sebelumnya.juga Cantika yang membantu Fatir mengusap bibir nya yang kotor.


Papih juga lagi lagi sok sok an,minta di suapi daging rendang oleh Mamih.


"Pih. Papih kan tanganya ngga sakit.makan sendiri bisa kan ,ngga usah sok sok an kaya pengantin baru deh. ngga kasihan sama yang jomblo ini apa,"Atan bicara tapi sambil sibuk makan.


"Makanya nikah. umur usah mau 25 tapi pacar aja ngga punya. punya istri tuh enak."


"Tapi belum punya istri juga enak kok Pah. kita bebas pergi kemana mana,ngga ada yang larang."

__ADS_1


"Iya enak sih masih sendiri.tapi lebih enak udah punya istri,kita tidur ada yang di peluk dan buat hangat lagi,"Fatir ikut jawab. Papih langsung ajak TOS ke Fatir.


"Betul itu Kak,Papih suka,,"


"Adek juga ada yang di peluk, bantal guling bikin hangat juga."


"Tapi kan guling nya ngga hidup.lebih enakan guling yang hidup benar ngga kak."Fatir dan Papih benar benar meledek Atan.


"Sudah,,sudah,,jangan becanda terus, makanya cepat habiskan,"kata Mamih.


Selesai makan Cantika merapikan mejanya,dan.yang lain cuci tangan. semuanya sudah duduk di sofa dan kumpul lagi. Fatir lalu bicara.


"Pih. tadi Lisna dan suaminya datang ke kantor Kaka. mereka bilang ingin rujuk dan Lisna mencabut gugatan cerainya."


"Kok bisa.kata Lisna suaminya kasar dan tidak pernah adil padanya.?"


"Kalau kata Kaka ini kasus hanya miskomunikasi dan juga saling cemburu antara istri pertama dan kedua."


"Lalu apa yang membuat Lisna mencabut gugatan cerainya.?"


"Lisna ternyata sedang hamil. dan kehamilan ini mereka memang sudah di tunggu. jadi itu alasan mereka tidak jadi cerai."


"Syukurlah lah kalau mereka tidak cerai,"kata Mamih.


"Kak. tapi kasus penusukan Papih dan penabrakan Kaka tetap di usut kan. ini buat dia tidak lagi bermain main dengan nyawa seseorang,?kata Atan.


"Iya. Aku juga mau tetap lanjut laporan itu. tapi tadi Lisna dan suaminya meminta untuk kita tidak lanjutkan kasusnya. Lisna sampai menangis dan memohon karena dia takut saat lahiran nanti suaminya tidak ada. menurut Papih sama Mamih gimana,mau cabut apa lanjut. Kaka sudah bilang ke mereka kalau Kaka ngga bisa putuskan sendiri."


Mamih dan Papih saling tatap karena keduanya juga bingung harus jawab apa.harusnya sih di lanjut benar kata Atan biar suami Lisna tidak lagi melakukan perbuatan yang tidak baik apa lagi menyangkut nyawa seseorang.


"Bang. Tika tuh ngga suka sama Lisna .tapi untuk sekarang Tika kenapa kasihan ke Lisna. kehamilan yang sedang di nanti nya telah terkabul oleh Tuhan,tapi dia juga mendapat cobaan lagi kalau suaminya akan di penjara.pasti Lisna akan sangat sedih dan itu tidak baik untuk kehamilan nya."


"Iya Sayang,tapi kejahatan harus di tegakan bukan,"sambil memegang tangan Cantika Fatir berkata.


"Benar apa yang di katakan Tika Kak,Mamih juga kasihan. kita sebagai wanita pasti akan bisa merasakannya."


"Trus sekarang Kaka harus gimana.?"


"Suruh Lisna datang ke sini bersama suaminya. kita akan lihat seberapa besar suami Lisna menyesal dan berniat meminta maaf menyesali perbuatanya. Papih pengin lihat laki laki pecundang itu seperti apa.!"


"Baik Pih. Kaka akan telfon mereka."


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


Kak semua,,mampir juga ke karya temanku yuk...trimakasih...


__ADS_1


__ADS_2