
Mata Fatir dan Cantika terus saling tatap cukup lama, Sampai entah siapa yang duluan,bibir mereka sudah menempel,saat bibir menempel Cantika yang merasa deg degan tiba tiba kesakitan ,rupanya luka yang di jarinya tadi Cantika menekannya karena tangan Cantika mengepal.
"Aaaww,,,"kepala Cantika sambil mundur.
Fatir yang mendengar Cantika terima kaget dan bertanya,"Ada apa,,mana yang sakit,"
"I,,ini lukanya masih sakit,,"
"Kita obati dulu yuk,,"
Fatir mau bangun sedikit susah,Cantika membantunya bangun,"Sudah,,Aku bisa sendiri,kamu cari kotak obat saja Sanah,"Cantika menjawab iya,lalu mengambil kotak obat.
Fatir duduk di sofa,Cantika menyusulnya,jari Cantika tergores cukup dalam,Cantika memberi salep agar cepat kering,setelah itu pakai plester.
"Apa masih sakit,,?"
"Ngga begitu Bang,, Saya beresin pecahan gelasnya dulu ya Bang,tadi belum semuanya,"
"Iya,,hati hati yah,maaf Aku jadi merepotkan mu dan ngga bisa bantu juga,"
"Iya ngga papa,,"Cantika kembali ke dapur,dan membersihkan pecahan gelasnya lagi,Saat sedang berjongkok Cantika teringat tadi saat bibirnya dengan bibir Fatir menempel,Cantika mengusap bibirnya sambil tersenyum.
"Ya Tuhan kenapa jadi begini,kalau kaya gini terus gimana aku bisa melupakannya,,"sambil buang nafas kasar saat ingat kalau itu sebenarnya salah.
Setelah semuanya bersih Cantika ke ruang depan lagi,Cantika sedang melihat Fatir menelfon,Cantika masuk kamar untuk mandi.
Cantika rupanya mau mandi,karena sudah sore,,Cantika mandi cukup lama,selesai mandi Cantika langsung keluar lagi karena mau masak buat Fatir makan malam.
Cantika terlihat cantik,rambutnya di gulung ke atas dan memperlihatkan leher mulus dan panjangnya,dan depanya pakai bando.
"Abang mau makan pakai apa,,tadi Mamah bilang ke Saya kita malam ini makan berdua,?"
"Apa saja yang penting makanan,,apa kamu bisa masak,,?"
"Ya bisa tapi ngga sepintar mamah,,Saya mau ke dapur,Abang mau di sini apa ikut ke dapur,?"
"Mau ikut ke dapur,Aku mau lihat kamu masak,,"Cantika tersenyum,sambil membantu Fatir bangun dari sofa,keduanya berjalan menuju dapur.
Fatir duduk di kursi sedang Cantika sibuk melihat bahan masakan yang mau di masak dalam kulkas.
__ADS_1
Fatir sebenarnya mau bertanya ke Cantika tentang siapa laki laki yang tadi mengantarnya pulang,tapi Fatir takut nanti jadi bikin ngga nyaman,karena sebenarnya Fatir ngga suka melihat Cantika dekat dengan laki laki.
Cantika mengambil baso ,sosis dan sayur brokoli,Cantika mau menulisnya,Fatir dari tadi terus saja menatap Cantika yang sedang memasak,mereka sambil mengobrol tentang Kanada.
"Besok kalau Aku sudah sembuh,ajak Aku keliling yah Ka,"
"Iya Bang siap,,makanya Abang harus cepat sembuh yah,"
"Iya,,Aku juga ngga mau begini terus,jadi ngga bebas mau pergi,"
"Iya Bang,,Bang cobain sayurnya enak ngga,,"Cantika memberikan sendok yang ada brokolinya untuk Fatir cicipi.
Cantika meniupnya pelan lalu menyuapkan ke mulut Fatir,"Gimana,,,enak ngga,,?"
"Enak,,Aku mau cobain sosis nya,"Cantika mengambilkannya,lalu menyiapkannya lagi.
"Kamu pinter masak yah,enak masakan mu,ayo kita makan,,"
Cantika jawab Iya,lalu Cantika menyiapkan semuanya,Cantika seperti seorang istri yang sedang menyiapkan makan untuk suaminya.
Keduanya makan bersama sambil mengobrol dan tertawa bareng,selesai makan Cantika membereskan piring kotornya.
"Om sama Tante sedang pergi kemana Ka,,?"
"Kata mamah ada acara makan malam sama teman teman papah sesama Dokter,"
"Oh gitu,,"
Keduanya menonton tv acara komedi,mereka tertawa bersama karena lucu,Fatir lalu menyandarkan kepalanya di pundak Cantika,dan mengambil tangan Cantika untuk di genggamnya.
"Biarkan seperti ini,Aku aja ngga tau kenapa Aku sangat nyaman bersamamu,maaf bukan maksudku untuk membuatmu terbebani dan merasa risih,,"Cantika hanya diam saja dan terus menatap ke tv,Cantika sebenarnya ngga mau seperti ini,tapi Cantika juga ngga bisa mengendalikan dirinya,di hati bilang ngga mau tapi badan serasa menyambutnya,karena Cantika pun merasa nyaman.
"Saya hanya takut Bang,takut di hati Saya datang rasa egois,Saya juga wanita dan tau rasanya hati seorang wanita kalau ternyata orang yang kita cintai ternyata mendua,"
"Aku juga ngga pernah merasa seperti ini ke seorang wanita ,Aku rasanya nyaman dan tenang saat bersamamu,"Cantika tersenyum tipis.
"Abang bicara begitu karena sekarang bersama Saya,tapi kalau ada Anita ngga mungkin Abang bicara seperti ini,semua laki laki sama suka merayu dan menggombal,"
"Aku serius Ka,,Aku nyaman sama kamu,kalau Aku tidak terlanjur bertunangan dengan Anita,Aku sudah minta ke orang tuaku untuk menikah kan kita,,"Cantika hanya tersenyum.
__ADS_1
"Tenang aja Bang,kalau kita jodoh pasti kita akan menikah,benar kan,,"Tapi Cantika bicaranya sambil tersenyum.
"Iya,, benar yang kamu katakan,"
"Tapi Abang juga jangan marah dan kesal kalau Saya dekat dengan laki laki,karena saya juga ingin di cintai seorang laki laki yang tulus mencintai Saya,dan yang penting belum punya calon istri,,"
"Ngga,,itu Aku ngga setuju,Aku ngga mau kamu dekat dengan laki laki lain,Aku ngga mau kamu tersenyum atau sampai di sentuh laki laki lain,yang boleh hanya Aku saja,"Sambil menegakan duduknya.
"Kenapa Abang egois ,kalau Abang larang Saya dekat dengan laki laki,berarti saya boleh melarang Abang juga,Saya ingin Abang putuskan Anita,,apa Abang mau melakukanya,,"Cantika bicara sambil terlihat kesal.
Fatir kaget dengan permintaan Cantika,tapi yang di katakan Cantika memang benar,dirinya memang sangat egois.
"Ka,,itu beda,,"
"Beda apanya Bang,,Kalau Abang bisa ngatur Saya,saya juga harus bisa Atur Abang,"Fatir diam.
"Saya mau tidur,selamat malam,,"Cantika bangun dari duduknya dan langsung ke kamar.
Fatir hanya bisa melihatnya,"Bodoh kamu Fatir,,kamu tuh ngapain sih pake ngomong kaya tadi,,pasti Cantika marah banget ini,"Sambil mengusap wajahnya kasar Fatir bicara.
Cantika di kamarnya terus memukuli guling,"Kamu jahat tau ngga Bang,,kamu egois ,,kenapa kamu gitu,,Aku benci,,"
"Lihat aja Bang, Aku akan buat kamu merasakan apa yang Aku rasakan,melihat orang yang kamu cintai bersama orang lain,biar kamu tau menderitanya Aku selama ini,,"
kata Cantika,setelah itu Cantika pun tertidur.
Pagi harinya Cantika pergi buru buru dan tidak ikut sarapan,,Mamah,papah dan Fatir mereka sarapan bersama.
"Cantika kemana Mah,,?"
"Cantika sudah pergi Pah,"
"Tumben udah pergi jam segini,"
"Iya, Mamah aja ngga tau ,udah ayo sarapan,Fatir ayo sarapan dulu,,"
"Iya Tante,,"
Fatir berfikir kalau Cantika pasti marah padanya.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...