Janji

Janji
Akhir Agung Pamuji


__ADS_3

Di kamar Kakek sudah berkumpul semua anggota keluarga,semuanya sedih dan Papih Akbar yang selalu di dekat papah nya .


"Jaga Mamah dan adik adikmu,jadilah Abang yang baik buat semuanya,Papah sudah ngga kuat,iklaskan Papah,,"suaranya kakek sudah tersengal dan kecil , tapi Papih Akbar masih bisa dengar.


Nenek Dinda duduk dekat Kakek juga,dan tangan dari tadi masih menggenggam tangan Kakek,Nenek Dinda dari tadi air matanya sudah keluar,di dekat nenek ada Tante Iza dan Tante Tiya.


Air mata Papih keluar saat Kakek bilang sudah ngga kuat dan minta di iklankan."Abang janji akan jadi Abang yang baik buat semau, Abang akan jaga Mamah,dan Kami semua ikhlas,kalau Papah memang sudah waktunya,"Kakek tersenyum.


Mata Kakek melihat ke satu satu anggota keluarganya dengan pelan,dan semua menangis dan sedih,tapi Kakek tersenyum.


Terakhir mata Kakek melihat ke Nenek Dinda,"Ikhlaskan Pa,,Pah,,"dengan bibir tersenyum kakek bicara.


Papih Akbar lalu menuntun syahadat dengan pelan,bibir Kakek terucap tapi mata terus melihat ke Nenek Dinda.


Saat selesai mengucapkan syahadat Kakek sedikit tersengal nafasnya. dengan pelan nafas berhenti dan mata terpejam pelan.


Nenek Dinda yang tadi merasakan tangan Kakek menggenggamnya ,tiba tiba merasakan tangan Kakek lemas.


"Papah,,,,,"Nenek Dinda langsung memeluk Kakek dan menangis kencang.


Semua pun menangis karena Kakek Agung sudah dinyatakan meninggal oleh Atan,tadi Atan yang langsung memeriksa denyut nadi nya.


Om Beni dan Om Torik di bantu Papah Frengki membereskan ruang keluarga,Mba di suruh Tante Iza ke rumah pak RT dan RW untuk memberi tau tentang Kakek Agung yang meninggal.


Papih di bantu Atan dan Fatir mengangkat Kakek ke ruang keluarga yang sudah di siapkan tempat nya.


Cantika yang masih pakai baju ke kebaya di temani Mamah Jihan ke kamar untuk ganti baju.


Sedang yang lain duduk mengelilingi Kakek untuk membaca Yasin.


Nenek Dinda selalu di samping Kakek,dan tidak mau jauh jauh.


Pak RT dan Pak RW juga bersama para tetangga sudah datang untuk melayat.


Dari teman teman sesama Dokter dan suster juga perawat pada datang untuk melayat,mereka memberikan doa,karena Kakek Agung sangat terkenal Dokter yang sangat baik juga bijak ,makanya banyak orang yang datang mendoakannya.


Keluarga memutuskan hari ini juga langsung di makamkan, dan penggali kubur juga sudah buat lubang.

__ADS_1


Semuanya berjalan sangat lancar,sampai dari pemandian dan ke pemakaman.


Kakek sudah di makamkan,para pelayat yang ikut ke pemakaman sudah pada pulang satu persatu.


Sedang keluarga inti belum ada yang pulang,Nenek Dinda dari tadi masih menangis.


"Pah,,,istirahatlah dengan tenang,Abang akan menjaga Mamah dan adik adik,"Kata Papih Akbar dalam hatinya sambil berjongkok di depan makam Kakek.


"Kek,,,kakek sudah nyaman sekarang di surganya Tuhan,Fatir sangat berterimakasih karena Kakek sudah melihat Fatir menikah,,Fatir janji akan menjaga nenek Kek,dan Fatir akan selalu mendoakan Kakek,"


"Kek,,kakek sudah ngga sakit lagi sekarang,kakek sudah tidur dengan nyaman tanpa merasa sakit,,Atan akan menjaga Nenek bersama keluarga yang lainya kek,dan Atan akan selalu mengirimkan doa untuk Kakek,"


Tidak hanya Papih,Fatir dan Atan yang bicara dalam hatinya,tapi semuanya bicara dalam hati untuk berjanji akan menjaga Nenek dan mengirim doa untuk Kakek.


"Mah,,sudah,, Papah sudah tenang, ikhlaskan Papah Mah,,biar Papah tenang,"kata Tante Tiya.


"Benar Mah , Mamah sudah jangan sedih terus,Papah sudah tidak merasa sakit sekarang,"


"Sudah ya Mah,,Ayo kita pulang,ini sudah mau mahrib,kita besok datang lagi,"Papih Akbar merangkul Nenek Dinda.


Nenek Dinda pun mau pulang,semua keluarga pulang semua,sesekali mereka menengok ke belakang,melihat gundukan tanah yang di taburi bunga.


"Semuanya jangan lupa makan,kalian jangan sampai pada sakit,"Papih Akbar yang bicara kesemuanya,semua menjawab iya.


Semuanya makan walau mulut rasanya pada ngga enak,sedang Nenek Dinda ngga mau makan sedikit pun.


"Mah,,Mamah harus makan,nanti Mamah sakit,"Mamih Vivi terus membujuk Nenek di kamarnya.


"Mamah ngga enak makan Vi,,"


"Iya , tapi Mamah harus paksa,,sesuap aja ya Mah,,ayo aaa..."Vivi terus merayu.


Papih Akbar datang ke kamar Mamah,dan melihat Mamah ngga mau makan.


"Mah,,Mamah harus makan,nanti kalau Mamah sakit gimana,? Abang suapin yah,"Papih mengambil piring di tangan Mamih Vivi.


Lalu Mamah membuka mulutnya,dan Papih terus menyuapinya.

__ADS_1


Papah Frengki dan Mamah Jihan pulang kerumahnya dulu,nanti acara tahlil akan datang lagi.


Fatir melihat Cantika yang sedang membantu Mba merapikan piring kotor langsung mendekatinya.


"Sudah selesai belum,kalau sudah selesai istirahat ,nanti kamu capek,?"


"Iya bentar lagi Bang,,tinggal lap mejanya aja,"


Fatir menunggu sampai Cantika selesai,setelah selesai Fatir mengajak Cantika ke kamar.


"Ayo istirahat dulu,nanti malam ada acara tahlil soalnya,"


"Iya Bang,,"Cantika mengikuti Fatir ke kamar.


Saat buka pintu ternyata ada Atan yang sudah tiduran di kasur, memang selama ada di rumah Nenek Dinda,Fatir dan Atan tidur satu kamar dan satu ranjang.


"Bang,,ada Atan,,Cantika keluar aja yah,"


"Ngga usah ,biar Atan Abang bangunkan,,"Cantika merasa ngga enak karena Atan sedang tidur.


"Dek,,bangun,,,Dek,,,"


"Apa sih Kak,Aku ngatuk,,"


"Aku juga mau istirahat,,Sanah kamu pindah kamar Mamih,,"


"Ngga mau ah,,Kaka kalau mau tidur tinggal tidur sih,biasa aja kita tidur bareng,"mata Atan dari tadi belum terbuka,jadi ngga tau ada Cantika dan rupanya Atan juga lupa kalau Fatir baru saja menikah tadi pagi.


"Masa istriku suruh tidur bareng sama kamu juga,ya ngga boleh lah,,"Atan membuka matanya saat dengar kata istri.


Atan melihat Cantika yang berdiri sambil menundukkan wajahnya, Atan buang nafas kasar.


"Ya baiklah,,Aku akan pergi,Aku lupa kalau Kaka ku tersayang sudah menikah,silakan kalian istirahat ,,"Atan terlihat bete karena sedang tidur di bangunkan,dan lebih bete nya gadis yang di incar nya malah sekarang istri Kaka nya sediri.


Atan buka pintu dan langsung keluar,sedang Fatir menyuruh Cantika untuk tiduran,Cantika terlihat malu malu.


"Sudah ayo sinih naik,kamu juga harus istirahat,"sambil menarik tangan Cantika karena dari tadi Cantika berdiri terus.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2