Janji

Janji
Boy and girl


__ADS_3

Fatir terus memijit kaki Cantika ,dan pijitan Fatir terus naik ke atas menuju paha yang sebenarnya tidak merasa pegal.


Cantika yang sudah tau kalau Fatir lagi kepengin ngga bakalan biasa di larang ,hanya membiarkan Fatir melakukan apa yang di inginkan.


Fatir yang tau kalau Cantika memberinya lampu hijau,tidak menyiapkan kesempatan. Fatir langsung saja melepaskan baju yang Cantika pakai. perut Cantika yang sudah sangat besar sedikit ke susahan kalau suruh banyak gaya.jadi Fatir tidak melakukan banyak gaya.


"Yang,,ini enak banget. hangatnya,,"Fatir menggerakan pinggangnya dengan pelan pelan karena takut anaknya di dalam perut terkena tusukan adik kecilnya.


Cantika hanya bisa berusaha menikmati karena rasanya ngga nyaman.perut sudah besar dan badan Cantika sedang tidak fit.


Fatir terus saja bergerak,dan sampai akhirnya Fatir sudah mau melakukan penembakan.


"Yang,tahan yah. Abang sudah mau keluar."sambil sedikit cepat mengerjakan pinggangnya.


"Aaw,,Bang pelan. Tika sakit,"walau Fatir tidak begitu cepat,rupanya Cantika merasakan sakit.


Fatir karena sudah merasa kalau dirinya melakukanya dengan pelan,tidak mendengarkan keluhan Cantika yang kesakitan.


Fatir terus bergerak sampai akhirnya Fatir melakukan penembakan.


Aaahhhggg...


Cantika menahan sakit di perutnya.tapi Cantika ngga bilang ke Fatir. Cantika hanya diam dan terkapar lemas di kasur.


Fatir pergi ke kamar mandi setelah mencabut miliknya. Fatir bersih bersih. saat keluar dari kamar mandi Fatir mendekati Cantika untuk membantunya bersih bersih.


"Sayang. ayo bersih bersih dulu. biar tidurnya enak,"Cantika tidak menjawab.


Saat Fatir sudah di dekat Cantika. Fatir cukup kaget karena melihat kening Cantika penuh keringat dan wajahnya pucat.


"Sayang. kamu kenapa?,"sambil mengusap keringat Cantika di keningnya.


"Sakit Bang."


"Sakit. mana yang sakit.apa nya yang sakit,"Fatir terlihat kaget dan cemas.


"Perut Tika sakit banget,"sambil Cantika menujuk ke perut bawah nya.


"Ya Tuhan. apa tadi Abang terlalu keras melakukanya,?"Cantika tidak menjawab tapi Cantika terus saja merintih kesakitan.


Fatir yang takut Cantika kenapa kenapa langsung telfon Mamih.


"Kenapa bisa Tika kesakitan perutnya!? tadi aja baik baik aja,!"suara Mamih terlihat marah.


"I,,iya Mih,,tadi Kaka habis,"belum sempat Fatir selesai bicara ,Mamih langsung paham.


"Bawa Tika ke rumah sakit sekarang.!"


"I,,iya Mih."


Fatir mengambil baju daster dan membantu Cantika memakainya.saat Cantika berdiri air keluar dari inti tubuhnya dan mengalir ke kaki.


"Bang,,ada air,"Cantika menujukan ke Fatir.


"Ya Tuhan.kenapa jadi begini Sayang."


"A,, ayo cepat kita ke rumah sakit Bang. Tika ngga mau terjadi sesuatu sama anak anak kita."


Cantika yang tadi merasa sakit langsung tidak di rasa karena takut anak anaknya kenapa kenapa.


Fatir yang merasa bersalah dan takut lalu membantu Cantika jalan ke bawah sambil merangkul dan memegang tanganya. Cantika menggigit bibirnya untuk menahan sakit,dan tangan satunya memegang perut bagian bawah.


Fatir juga memanggil Mba untuk membantunya. mba yang melihat Cantika kesakitan langsung mendekat.

__ADS_1


"Mba. bantu Tika jalan keluar. Saya mau menyiapkan mobil."


"Iya Den."


Fatir lari ke luar dan menyiapkan mobil. Cantika dan Mba sudah sampai mobil. Fatir membantu Cantika masuk mobil.


Cantika di mobil masih saja merasa sakit.dan air masih saja keluar.


"Bang,,sakitt,,"


"Iya Sayang. sebentar lagi sampai."


Mba dari tadi membantu Tika untuk mengusapi perutnya. keringat sudah membanjiri kening dan badan,karena Cantika menahan rasa sakit.


Di rumah sakit Mamih sudah menunggu di loby kusus untuk pasien datang. Mamih sudah menelfon Papih dan Atan untuk memberi tau kalau Cantika sedang di bawa ke rumah sakit karena perutnya sakit.


Mobil Fatir akhirnya sampai,dan Mamih langsung memangil perawat untuk membantu.


"Sayang."


"Mamih perut Tika sakit."


Mamih langsung menyuriuh Perawat untuk membawa Cantika ke ruang lahiran. Mamih melihat air ketuban yang keluar dari inti tubuh Cantika.


Fatir yang cemas dan takut bertanya ke Mamih. "Mih,Tika ngga papa kan.?"


"Ya semoga aja ngga papa.lagian kenapa bisa begini sih,?"Fatir tidak menjawab. karena Fatir takut dan malu kalau harus menjawab nya.


Cantika sudah ada di ruang bersalin. Mamih memeriksa Cantika .dan ternyata Cantika sudah pembukaan 5.


"Ya Tuhan. cucu Mamih sudah ngga sabar rupanya ingin lihat dunia. padahal baru 7 bulan."


"Maksud Mamih,?"Cantika yang bertanya.


Fatir menemani Cantika di dalam ruangan melahirkan. Mba di suruh pulang untuk ambil tas perlengkapan dua Dede bayi.


Papih sudah datang. Papih juga masuk ke dalam dan bertanya ada apa dengan Cantika.


"Bukanya baru 7 bulan,?"tanya Papih.


"Iya Pih. cucu kita sudah ngga sabar ingin bertemu kita."


"Apa tidak apa apa Mih."


"Tidak Pih. Tika dan dua bayinya sehat."


Cantika meminta Fatir untuk terus mengusapi perutnya yang sakit.dan Fatir dengan tlatennya mengusapi nya.


Papih menelfon Papah Frengki untuk memberi tau kalau Tika mau lahiran. Papah Frengki juga kaget karena belum waktunya tapi sudah lahiran.


Tapi Papih langsung jelasin kalau semua baik baik saja. Papah langsung akan terbang ke Surabaya untuk melihat cucu cucu nya juga.


Fatir tidak tega melihat Cantika yang terus kesakitan. Fatir meminta Mamih untuk cepat melakukan tindakan.


"Sayang. kita harus tunggu pembukaan sampai 10 . Tika baru pembukaan 7 jadi masih tunggu 3 lagi. emang seperti ini seorang wanita mau melahirkan."


Atan juga sudah datang. saat Atan datang pembukaan sudah sempurna. Mamih bersiap untuk membantu Cantika melahirkan.


"Atan. kamu ngapain di sini. keluar,"Fatir menyuruh Atan keluar.


"Aku mau bantu Mamih lah di sini."


"Eh ngga ada. Aku ngga mau kamu melihat milik istriku. keluar kamu,biar Mamih di bantu Dokter wanita lainya aja."

__ADS_1


"Abang,, Tika udah sakit. ini anak kita sudah mau keluar. kenapa jadi debat,!"Cantika yang sudah kesakitan jadi ngegas bicaranya.


"Iya Sayang."


Fatir melotot ke Atan dan di suruh keluar. Mamih yang tau anak sulungnya cemburuan menyuruh Atan tunggu di luar saja.


Cantika sudah mulai mengejan mengikuti arahan Mamih. suster semua juga siap di samping Mamih.


"Ayo sayang kamu pasti bisa. ayo sayang,"Fatir memberi semangat ke Cantika.


Fatir sambil mengusapi keringat. Fatir melihat Cantika yang melahirkan terlihat kesakitan sangat tidak tega.


"Ayo sayang ,kepalanya sudah terlihat. ikuti aba aba Mamih yah."


Cantika mengikuti aba aba dari Mamih. dan akhirnya satu bayi keluar berjenis laki laki.


Suster langsung menggendongnya untuk di bersihkan . Mamih menyuruh Tika istirahat dulu menunggu mules baru mengejan lagi. Fatir di suruh lihat bayi pertamanya,tapi Fatir tidak mau meninggalkan Cantika .


Hanya dua menit perut Cantika sudah mules lagi. Cantika sudah merasa lemas dan ngga ada tenaga,tapi Fatir dan Mamih terus memberinya semangat.


Akhirnya bayi ke dua keluar juga. bayi berjenis kelamin perempuan.


Cantika langsung lemas dan ngga ada tenaga lagi. suster langsung membantu membersihkan Cantika.


Suster lalu mendekati Cantika dan Fatir."Selamat ya Bu,Pak .kedua anaknya sehat dan satu pasang,"kata suster membuat Fatir langsung tersenyum senang dan melihat ke dua anaknya secara bergantian.


Setelah Fatir dan Cantika melihat ke dua anaknya,Suster membawanya ke ruang bayi. Cantika dan Fatir benar benar bahagia karena bayinya sepasang.


Dua jam kemudian, Cantika sudah di ruang rawat. saat ini Cantika sudah ada tenaga karena sudah istirahat.


Cantika mengendong anaknya yang cowok,sedang Mamih mengendong yang cewek. semua mengobrol dengan bahagia.


"Dek kamu ngga pengin punya anak,?"Fatir meledek Atan.


"Tenang Kak. Aku tidak lama lagi juga akan nikah."


"Ya sukur lah kalau gitu."


Mamih sama Papih hanya tersenyum saat Fatir terus saja meledek Atan.


Orang tua Cantika akhirnya sampai.keduanya langsung melihat ke cucu mereka.


"Mamah,,Papah,,kenapa langsung ke Dedek sih.kalian ngga sayang Tika lagi,"Cantika iri karena orang tuanya langsung ke anaknya bukan ke dirinya.


"Maaf sayang. kita sayang kok sama kamu. tapi kita pengin luhat cucu kita dulu,"Mamah sambil mendekat ke Tika,tapi tanganya sudah mengendong Bayi.


Orang tua Cantika dan Fatir terlihat senang karena langsung dapat cucu dua sekaligus.


Fatir memeluk Cantika dengan sayang."Makasih ya Sayang. kamu sudah memberikan Abang dua anak yang tampan dan Cantik. Abang sangat bahagia."


"Iya Bang. Tika juga sangat bahagia.makasih karena Abang sudah jadi suami yang tanggung jawab dan sayang sama Tika. semoga Abang tidak akan berubah dan akan terus seperti ini."


"Iya sayang. Abang akan terus sayang ke kamu dan anak anak kita sampai nyawa ini tidak lagi bernafas .I Love you."


Akhirnya Fatir dan Cantika mendapatkan dua bayi sekaligus setelah penantian sekitar dua tahun pernikahan.mereka pun hidup bahagia.


Tamat...


Trimakasih buat Kaka Kaka semua yang dari awal sampai akhir terus mengikuti kisah Fatir dan Cantika. semoga Kaka semua puas dengan ceritanya.


Aku sudah buat cerita Atan ,klik profilku aja yah kak.


Aku jadi punya dua cerita baru,semoga Kaka semua suka.

__ADS_1


__ADS_2