
Cantika bukanya cepat cepat mengambil baju yang akan di bawa ke rumah sakit malah menangis,membuat Atan tepuk jidat.
"Kaka Ipar,,,,udah yah jangan nangis.sekarang lebih baik Kaka Ipar ambil baju dan kita cepat cepat pergi ke rumah sakit, Ok."
Cantika sambil menangis masuk ke kamar dan mengambil baju untuk Fatir.Cantika juga ganti baju , karena tadi pakai baju rumah.
Setelah siap Atan dan Cantika berangkat.keduanya menuju mobil.
"Aku bukan supir.duduk depan,,"Cantika membuka pintu belakang,Atan langsung menyuruh duduk di depan.
Cantika menurut dan duduk di depan. Atan masuk mobilnya dan membawa mobilnya meninggalkan rumah.
Sampai di rumah sakit Cantika turun dari mobil dan berjalan sangat cepat. Atan samapi susah mengimbanginya.
"Ai,,jalan jangan cepat cepat bisa kan,kamu kaya tau aja di mana ruangannya."
"Mamih sudah kirim pesan ke Saya,ini nama ruangannya,,"menujukan hp ke Atan.
Tadi saat di mobil Cantika mengirim pesan ke Mamih,makanya Cantika tau di mana kamar rawat Fatir.
Cantika membuka pintu nya,lalu masuk ke dalam setelah menemukan ruang rawat Fatir.
"Abang,,,"Cantika mendekat ke Fatir.
"Abang kenapa ,,?"Cantika menangis ,padahal di situ ada Mamih dan Papih juga ada Anton.
"Abang ngga papa kok,hanya luka sedikit,"sambil tersenyum.
"Iya Tika,,Fatir ngga apa apa,cuman luka goresan aja kok,,"Mamih yang bicara.
Tadi Papih sama Fatir sudah bicara tentang kemungkinan siapa pelaku dari kejadian ini.
Anton juga memberikan foto mobil yang berusaha menabrak Fatir.
"Anton ayo ikut Saya,kita akan cari tau siapa pemilik mobil yang mau menabrak Fatir,,mereka mau main main sama Saya,"Papih terlihat marah.
"Pih,,jangan pake kekerasan dan emosi,Mamih ngga mau nanti justru tambah masalah,"
"Iya Mih,,tapi Papih ngga janji,"
Papih sama Anton pergi,sedang Atan karena mau jaga malam dia menuju ruang kerjanya untuk tidur.
"Sayang,, Mamih mau lihat pasien dulu yah,kalau ada apa apa telfon Mamih aja yah,"
"Iya Mih,,"
Mamih pergi dari ruang rawat Fatir,dan sekarang hanya tinggal Cantika dan Fatir saja.
Fatir sudah ganti baju,Cantika dan Mamih tadi yang membantu memakaikan nya setelah semuanya pada pergi.
__ADS_1
"Ceritain kenapa Abang bisa begini,,?"
"Ngga usah lah Yang,,lagian Abang ngga kenapa kenapa kok,,"
"Ngga,,Tika mau tau ,ngga kenapa kenapa apanya,orang Abang terluka gini kok,,"
"Tapi ini lukanya kan ngga parah,sudah jangan di bahas ,Abang ingin buah tolong suapi,,"
"Tangan Abang ngga sakit kan,ini makan aja sendiri,,"Cantika memberikan jeruk ke Fatir dan suruh makan sendiri.
"Ya Tuhan sayang,,kamu tega amat sih,Abang lagi sakit ini loh,"
"Katanya Abang baik baik aja,,makan aja sendiri,"Fatir hanya buang nafas. istrinya memang benar benar kalau sedang ngambek.
Sedang di lain tempat mobil yang tadi di pakai menabrak Fatir langsung masuk bengkel.
Mobil akan di ganti warna dan juga plat no di ganti. Orang yang ingin menabrak Fatir benar benar bukan orang sembarangan.
Di lain tempat, Lisan sudah bersiap mau pergi.saat Lisan mau naik ke mobil suaminya datang.
"Mau kemana kamu,,!?"saat turun mobil suami Lisna langsung bertanya.
"Aku mau pergi,di rumah rasanya sudah ngga nyaman,"
"Aku ngga kasih izin,masuk sekarang,,!"sambil menarik tangan Lisna. tapi Lisna berontak.
"Ngga,,Aku ngga mau,,Aku sudah bilang sama kamu kalau aku ingin bercerai,jadi Aku ngga mau menurut sama kamu,kamu egois ,kamu selalu nyakitin hati Aku,"tapi suami Lisna tidak mau dengar penolakan dan menarik Lisna ke dalam rumah.
"Sekarang kemana pun kamu pergi akan ada pengawal yang mengikuti mu,,dan satu lagi,jangan Samapi kamu menemui pengacara sialan itu lagi,kalau sampai kamu menemuinya akan Aku buat dia mati,"sambil mencengkram dagu Lisna.
Setelah itu Suami Lisna pergi lagi. Lisna menangis saat suaminya pergi.
"Kamu kenapa sih Mas,,kenapa kamu jadi kasar gini,"Lisan sambil menangis tersedu sedu.
Malam harinya Cantika dan Fatir sedang makan bersama. Mba tadi sore mengantarkan makanan untuk Cantika.
Selesai makan Cantika merapikan bekas makanya."Yang,,obat Abang ambil kan yah,"
"Iya nanti Tika ambilkan,"
Saat Cantika memberikan obat ke Fatir,Atan datang.
"Aku besok bisa pulang kan Dek,?"
"Bisa,,sekarang juga bisa kalau mau,"
"Aku serius,,"Fatir sambil melempar tisu ke Atan.
"Aaww,,Aku serius Kak,,"
__ADS_1
Atan lalu meletakan tempat tisu lagi di meja. Atan memeriksa luka Fatir.
"Ini jangan banyak jalan dulu Kak,dan jangan kecapekan,biar lukanya cepat kering,"
"Iya,,tapi besok Aku mau pulang,"
"Bilang aja ke Mamih,karena Mamih yang bisa putuskan,"
Mata Atan melihat makanan di meja. Atan lalu mendekat ke meja.
"Kaka, ini masih ada ngga makanannya,?"
"Ada,,kalau kamu mau ,makan aja,"
"Iya deh Aku mau makan Kak,"Atan duduk dan mengambil makan.
Cantika mau membantu Atan untuk membuka kotak makanya,tapi baru saja memegang kantong Fatir langsung memanggilnya.
"Sayang,, biarkan Atan ambil sendiri makananya.dia sudah besar,kamu kemari lah,,!"Cantika tanpa menjawab berjalan mendekat ke Fatir.
Cantika rupanya takut kalau sampai Fatir marah.karena suara Fatir sudah tegas. Atan yang sudah paham dengan Kaka nya yang cemburuan hanya diam dan buang nafas pelan.
Atan makan sendiri dan menikmati makanannya. Cantika duduk di dekat Fatir sambil menemani Fatir makan buah.
Hp Fatir bunyi tanda panggilan.hp Fatir ada di atas meja dekat ranjang. Cantika melihat nama yang menelfon di hp Fatir.
"Lisna,,"
Fatir mengambil hpnua dan mengangkat nya."Halo Lis,,,"
"Halo Pak,,,suami Saya menyakiti Saya lagi Pak,"Lisna sambil menangis.
"Kamu di sakiti lagi,apa yang dia lakukan ke kamu,,"
"Suami Saya mencengkram dagu Saya dengan kencang ,dan membuat dagu Saya biru dan sakit Pak,,dan Saya sekarang tidak bisa keluar dari rumah lagi Pak,,"Lisna masih sambil menangis.
"Sudah kamu jangan menangis,kamu coba bicarakan secara baik baik,jangan pakai emosi,siapa tau suami kamu nanti luluh,"
"Ngga Pak,, keputusan Saya tetap saya ingin bercerai,,"
Fatir terus bicara ke Lisna ,tanpa Fatir sadari kalau Cantika sedang menatapnya dengan tajam.
Lalu Fatir sadar kalau di sebelahnya ada Cantika,Fatir melihat ke Cantika dan benar saja Cantika sedang menatapnya tajam.
"Lis sudah dulu yah ,lusa kamu harus datang ke pengadilan untuk mendaftarkan perceraian kamu,semoga kamu bisa datang,"telfon langsung mati.
"Sayang,,ini tidak seperti yang kamu pikirkan,ini adalah klien Abang yang mau cerai dengan suaminya,"Cantika tidak menjawab tapi terus menatap tajam.
Atan tersenyum sambil bilang,"Sukur ,,emang enak,,,"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...